6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Jika Tak Penuhi Aturan Free Float dan HSC

Apr 23, 2026 - 10:44
 0  6
6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45 Jika Tak Penuhi Aturan Free Float dan HSC

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penyesuaian kriteria saham yang masuk dalam indeks LQ45. Perubahan ini akan mulai efektif pada tanggal 4 Mei 2026, dengan penambahan tiga aspek utama yang menjadi fokus evaluasi konstituen indeks.

Ad
Ad

Penyesuaian Kriteria Indeks LQ45 dengan Tiga Aspek Baru

Adapun tiga aspek baru yang kini menjadi pertimbangan dalam pemilihan saham LQ45 adalah:

  • Minimum free float yang kini berpotensi dinaikkan dari batas minimum 10% menjadi 15%.
  • Jumlah hari transaksi saham yang menjadi indikator likuiditas.
  • Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration/HSC) yang mengacu pada saham dengan pemegang saham utama memiliki proporsi kepemilikan sangat besar.

Selain ketentuan baru ini, aturan lain dalam pemilihan konstituen LQ45 tetap tidak berubah.

6 Emiten Terancam Keluar Indeks LQ45

Dari total 45 saham yang saat ini menjadi bagian dari LQ45, terdapat dua emiten yang masuk kategori HSC, yaitu PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Kepemilikan saham terkonsentrasi ini menjadi sorotan utama dalam evaluasi indeks ke depan.

Sementara itu, meskipun seluruh saham LQ45 telah memenuhi batas minimum free float 10%, lima emiten berpotensi tertekan jika batas free float dinaikkan menjadi 15%. Emiten-emiten tersebut adalah:

  1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan free float 11,63%
  2. PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dengan free float 10,24%
  3. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan free float 12,53%
  4. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) dengan free float 14,35%
  5. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) dengan free float 14,49%

Aturan free float ini mengacu pada Peraturan BEI Nomor I-A terbaru dan Surat Edaran Nomor SE-00004/BEI/03-2026, yang menetapkan bahwa universe IDX80 harus memenuhi minimum rasio free float sebesar 10% atau mengikuti ketentuan yang lebih tinggi dari peraturan tersebut.

Implikasi Perubahan dan Kesempatan Emiten

Penyesuaian aturan ini akan mulai berlaku secara penuh pada tanggal 4 Mei 2026. Namun, emiten yang terancam keluar dari indeks LQ45 masih memiliki kesempatan untuk menyesuaikan free float dan kepemilikan saham agar memenuhi kriteria baru sebelum tanggal tersebut.

Hal ini penting karena posisi di indeks LQ45 sangat memengaruhi likuiditas dan daya tarik saham bagi investor institusi, termasuk dana indeks dan reksa dana.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, perubahan kriteria LQ45 ini menandai langkah strategis BEI dalam meningkatkan kualitas dan likuiditas indeks saham utama Indonesia. Pengetatan batas free float dan pengawasan terhadap konsentrasi saham bertujuan agar saham dalam indeks lebih representatif dan transparan bagi investor.

Namun, ada potensi dampak negatif bagi emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau free float rendah, karena risiko mereka kehilangan eksposur pasar yang luas. Emiten tersebut harus berupaya meningkatkan saham yang beredar di publik atau merestrukturisasi kepemilikan agar tetap bertahan dalam indeks bergengsi ini.

Selain itu, investor juga harus mencermati perubahan komposisi indeks yang akan terjadi pasca implementasi aturan baru ini, karena pergeseran konstituen dapat memicu volatilitas harga saham yang masuk dan keluar indeks.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca pengumuman resmi BEI melalui situs CNBC Indonesia dan memantau berita dari Bursa Efek Indonesia.

Perubahan ini menjadi momentum penting bagi emiten dan investor untuk menyesuaikan strategi dan memastikan sektor pasar modal Indonesia semakin kompetitif dan transparan ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad