Kurniawan Dwi Yulianto Janji Tegakkan Disiplin Usai Tendangan Kungfu Eks Timnas U-17

Apr 26, 2026 - 03:24
 0  6
Kurniawan Dwi Yulianto Janji Tegakkan Disiplin Usai Tendangan Kungfu Eks Timnas U-17

Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, menyatakan keprihatinannya atas insiden tendangan kungfu yang dilakukan oleh mantan anak asuhnya, Fadly Alberto Henga, dalam pertandingan Elite Pro Academy U-20 (EPA U-20) yang berlangsung di Stadion Citarum, Semarang, pada Minggu, 19 April 2026.

Ad
Ad

Dalam laga tersebut, Fadly yang merupakan eks pemain Timnas U-17 melayangkan tendangan keras ke arah pemain lawan, Raka Nurkholis. Meski kejadian ini memicu kontroversi, kedua pemain tersebut kini telah berdamai.

Keprihatinan dan Janji Disiplin dari Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan menegaskan bahwa tindakan seperti tendangan kungfu tidak boleh terjadi di level junior, apalagi di lingkungan Timnas U-17 yang sedang dibinanya. Ia menilai insiden tersebut menjadi pelajaran penting bagi para pemain muda untuk belajar mengendalikan emosi dan menjaga sportivitas di lapangan.

"Tentunya melihat kejadian kemarin cukup sedih. Artinya, terlepas itu pemain Timnas atau bukan, tapi di kelompok junior tidak boleh terjadi," ujar Kurniawan di Jakarta, Minggu (26/4/2026). "Karena karier mereka masih panjang, kemudian hal-hal tersebut mencederai fair play," tegasnya.

Pelatih yang akrab disapa Si Kurus ini juga berjanji akan menerapkan aturan disiplin yang lebih ketat kepada seluruh anak asuhnya agar kejadian serupa tidak terulang. Menurutnya, pengendalian diri dan karakter yang baik harus dibangun sejak dini agar pemain bisa berkembang menjadi profesional sejati.

Implikasi Tendangan Kungfu bagi Sepak Bola Junior

Peristiwa tendangan kungfu ini tidak hanya menjadi sorotan karena kerasnya aksi tersebut, tetapi juga mencerminkan tantangan dalam pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia. Tindakan kasar seperti ini mengancam nilai-nilai fair play dan bisa merusak citra pemain muda Indonesia secara keseluruhan.

  • Kerusakan citra sepak bola junior: Aksi kasar dapat menimbulkan stigma negatif pada pemain muda dan pembinaan sepak bola nasional.
  • Pentingnya pengendalian emosi: Pemain harus belajar mengelola tekanan pertandingan agar tidak melakukan tindakan berbahaya.
  • Peran pelatih dan manajemen: Disiplin ketat dan pembinaan karakter menjadi kunci mencegah pelanggaran di masa depan.
  • Fair play sebagai pondasi: Nilai sportivitas harus dijunjung tinggi demi perkembangan sepak bola yang berkelanjutan.

Peran Kurniawan dalam Membangun Karakter Pemain Muda

Kurniawan Dwi Yulianto, yang dikenal sebagai mantan striker Timnas Indonesia era 1990-an, kini fokus mengemban tugas membina generasi penerus di Timnas U-17. Pengalaman dan reputasinya sebagai pemain profesional diharapkan mampu menginspirasi dan mendisiplinkan para pemain muda agar berperilaku profesional dan sportif.

Disiplin yang ketat bukan hanya soal aturan teknis di lapangan, melainkan juga tentang pembentukan mental dan karakter yang tahan banting serta bertanggung jawab. Hal ini sangat penting agar talenta muda Indonesia dapat bersaing di level internasional dengan standar tinggi.

Menurut laporan Okezone Bola, Kurniawan berkomitmen untuk memperbaiki tata tertib dan mengedepankan nilai-nilai sportivitas dalam setiap sesi latihan dan pertandingan Timnas U-17 ke depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden tendangan kungfu yang dilakukan Fadly Alberto menjadi cermin nyata tantangan besar dalam pembinaan sepak bola usia muda Indonesia. Meski bakat individu tidak diragukan, pengendalian emosi dan disiplin menjadi aspek yang sangat krusial namun sering terabaikan.

Komitmen Kurniawan Dwi Yulianto untuk memperketat disiplin adalah langkah positif yang harus didukung penuh oleh seluruh pihak, termasuk federasi, klub, dan orang tua pemain. Tanpa pembinaan karakter yang kuat, potensi pemain muda tidak akan maksimal dan dapat merusak reputasi sepak bola Indonesia di panggung internasional.

Ke depan, pengawasan terhadap perilaku pemain di lapangan harus lebih intensif, dan pelatihan mental harus menjadi bagian tak terpisahkan dari program pembinaan. Inisiatif ini juga dapat menjadi momentum bagi stakeholder sepak bola Indonesia untuk membangun ekosistem yang lebih sehat dan berorientasi pada prestasi yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan yang tepat, generasi emas sepak bola Indonesia dapat terwujud tanpa harus tercoreng oleh insiden negatif yang merugikan semua pihak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad