Dinkes dan PAPDI Gorontalo Tingkatkan Pelayanan Spesialis Penyakit Dalam

Apr 26, 2026 - 11:41
 0  3
Dinkes dan PAPDI Gorontalo Tingkatkan Pelayanan Spesialis Penyakit Dalam

Dalam upaya meningkatkan akses dan kualitas pelayanan spesialis penyakit dalam di Provinsi Gorontalo, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo menjalin kerja sama strategis dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Gorontalo. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan pada Sabtu, 25 April 2026, sebagai langkah nyata memperkuat layanan kesehatan spesialis di daerah tersebut.

Ad
Ad

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Dinkes dan PAPDI Gorontalo

Penandatanganan PKS diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo, Andriyanto Abdussamad, bersama Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya. Acara ini juga disaksikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Eka Ginanjar, serta Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Gorontalo, Isman Jusuf.

Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan pelayanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif. Selain itu, kolaborasi ini juga fokus pada edukasi kesehatan masyarakat, deteksi dini penyakit, pelayanan medis spesialistik, serta pengembangan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan kegiatan ilmiah.

Komitmen untuk Pelayanan Spesialis Berkualitas di Gorontalo

"Penandatanganan PKS ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan spesialis yang optimal bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo," tegas Ketua Umum Pengurus Pusat PAPDI, Eka Ginanjar. "Kami berharap kerja sama ini tidak terputus dan bisa melibatkan berbagai stakeholder seperti organisasi profesi lain, rumah sakit, dan pemerintah daerah untuk kolaborasi yang lebih luas."

Sementara itu, Andriyanto Abdussamad menekankan pentingnya kerja sama ini dalam mendukung program prioritas kesehatan nasional dan daerah, terutama dalam menekan angka kematian ibu yang saat ini meningkat dan menjadi perhatian serius.

"Khususnya untuk penanganan hipertensi kehamilan seperti preeklamsia dan eklamsia yang memerlukan penanganan dari dokter spesialis penyakit dalam. Kami berharap rekan-rekan PAPDI dapat bersinergi dengan jajaran kesehatan di Provinsi Gorontalo," ujar Andriyanto.

Strategi dan Program PAPDI Cabang Gorontalo

Ketua PAPDI Cabang Gorontalo, Taufik Ramadhan Biya, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari program kerja kepengurusan periode 2025–2028 yang menitikberatkan pada penguatan internal organisasi sekaligus peningkatan peran aktif dalam pembangunan kesehatan daerah.

"Fokus utama kami adalah memperkuat internal organisasi terlebih dahulu, kemudian mengembangkan program yang memungkinkan PAPDI berperan aktif dalam pelayanan kesehatan dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah maupun stakeholder lain," jelas Taufik didampingi Sekretaris Ferdiyanto Dayi.

Harapan Kolaborasi dan Pelayanan Berkualitas di Gorontalo

Kolaborasi antara Dinkes P2KB dan PAPDI di Gorontalo diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kerja sama ini juga dianggap penting untuk mendukung program prioritas kesehatan nasional dan daerah, termasuk upaya menurunkan angka kematian ibu serta penguatan layanan spesialis penyakit dalam yang selama ini masih terbatas.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif kerja sama antara Dinkes P2KB Provinsi Gorontalo dan PAPDI Cabang Gorontalo merupakan langkah strategis yang sangat penting untuk mengatasi tantangan layanan kesehatan spesialis di daerah. Kolaborasi ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas pelayanan medis, tetapi juga memperkuat sistem kesehatan daerah secara menyeluruh.

Fokus pada penanganan penyakit dalam, terutama terkait komplikasi kehamilan seperti preeklamsia, menjadi kunci menurunkan angka kematian ibu yang sedang meningkat. Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mengadopsi pendekatan multidisipliner untuk masalah kesehatan yang kompleks. Selain itu, keterlibatan organisasi profesi dan penyedia layanan kesehatan lainnya membuka peluang sinergi yang lebih luas, yang berpotensi mempercepat perbaikan sistem layanan secara berkelanjutan.

Ke depan, pembaca perlu memantau bagaimana implementasi kerja sama ini dapat dijalankan secara efektif di lapangan, termasuk bagaimana pelatihan dan edukasi tenaga kesehatan dapat meningkatkan kompetensi serta pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini penyakit. Ini juga menjadi contoh penting bagi daerah lain untuk mengadopsi model kolaborasi serupa demi memperbaiki akses dan mutu layanan kesehatan spesialis di tingkat daerah.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru mengenai kesehatan di Gorontalo, kunjungi sumber resmi RRI Gorontalo dan situs Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad