Rahasia Sukses Jual Rumah Angker: Strategi Ampuh Pengembang Properti

Apr 26, 2026 - 20:20
 0  10
Rahasia Sukses Jual Rumah Angker: Strategi Ampuh Pengembang Properti

Properti yang memiliki stigma rumah angker sering menjadi tantangan besar bagi pengembang dan pemilik untuk menjualnya. Citra negatif ini biasanya muncul akibat kejadian tragis yang pernah terjadi di lokasi tersebut, seperti tindak kriminal atau peristiwa bunuh diri yang sempat viral di masyarakat.

Ad
Ad

Bambang Ekajaya, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI), mengungkapkan bahwa stigma tersebut sangat mempengaruhi minat beli dan harga pasar rumah tersebut. Bahkan, harga bisa merosot drastis hingga lebih dari separuh harga pasar normal.

“Kalau sudah viral dan diketahui banyak orang, peminat pasti turun dan waktu jualnya juga bisa sangat lama,”

Bambang Ekajaya kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2026)

Strategi Penataan Ulang untuk Menghilangkan Stigma

Untuk mengatasi hal tersebut, Bambang menjelaskan bahwa pengembang umumnya melakukan penataan ulang secara menyeluruh. Ini bahkan termasuk membongkar dan membangun kembali bangunan lama agar rumah tersebut kehilangan citra negatifnya.

Langkah ini bertujuan untuk memberikan kesan baru dan segar, sekaligus menghapus kenangan atau kesan buruk yang melekat pada properti tersebut. Dengan demikian, kepercayaan pembeli bisa kembali dan rumah angker tersebut dapat dipasarkan dengan harga yang lebih baik.

Dampak Stigma Angker pada Pasar Properti

  • Turunnya minat pembeli secara signifikan.
  • Penurunan harga pasar hingga lebih dari 50%.
  • Waktu pemasaran yang lebih lama dibandingkan properti biasa.
  • Risiko properti terbengkalai jika tidak ada strategi pemasaran yang tepat.

Stigma negatif ini bukan hanya soal kepercayaan masyarakat, namun juga memengaruhi nilai investasi properti. Oleh karena itu, pengembang dan pemilik harus berpikir kreatif.

Langkah Pengembang Membangun Kepercayaan

  1. Renovasi menyeluruh untuk menghilangkan kesan lama dan angker.
  2. Pembongkaran bangunan lama
  3. Pemasaran yang fokus pada nilai dan keunggulan baru dari properti.
  4. Menggandeng agen properti profesional yang memahami cara mengatasi stigma pasar.
  5. Menciptakan testimoni positif dari penghuni baru untuk mengubah persepsi.

Dengan langkah-langkah tersebut, rumah yang awalnya dianggap angker bisa berubah menjadi properti yang diminati kembali oleh pasar.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, stigma rumah angker merupakan salah satu contoh bagaimana persepsi negatif dapat berdampak besar pada nilai ekonomi sebuah properti. Dalam kondisi pasar properti yang kompetitif, image adalah kunci utama dalam menarik minat pembeli. Oleh karena itu, pengembang yang mampu mengelola citra negatif dengan strategi terukur, seperti renovasi total dan pemasaran tepat sasaran, akan mampu membalikkan keadaan dan mengembalikan nilai aset mereka.

Lebih jauh, fenomena ini juga menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar. Jika stigma ini terus berlanjut tanpa solusi, akan ada banyak properti yang terbuang nilai ekonominya, yang tentu merugikan pemilik dan pengembang.

Kedepannya, pembaca dan pelaku pasar properti perlu stay updated dengan tren dan strategi terbaru dalam pemasaran properti bermasalah. Kolaborasi antara pengembang, agen properti, dan pemerintah daerah juga penting untuk menciptakan lingkungan properti yang sehat dan bebas dari stigma negatif.

Informasi lebih lengkap dapat dibaca langsung di sumber Kompas Properti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad