Pakar Perang Ungkap Perbedaan Komando Militer AS dan Iran yang Tingkatkan Risiko Konflik

Apr 27, 2026 - 10:20
 0  5
Pakar Perang Ungkap Perbedaan Komando Militer AS dan Iran yang Tingkatkan Risiko Konflik

Mantan Jenderal Mark Kimmitt, yang pernah menjabat sebagai komandan CENTCOM Amerika Serikat, memperingatkan bahwa struktur komando militer AS dan Iran yang sangat berbeda dapat meningkatkan risiko kesalahan perhitungan yang berpotensi memicu konflik baru yang lebih intens.

Ad
Ad

Perbedaan Struktur Komando Militer AS dan Iran

Menurut Kimmitt, militer AS dikenal sangat berpusat pada komando di tingkat atas, di mana keputusan strategis dan taktis diambil oleh pejabat tinggi dengan kontrol ketat. Sebaliknya, militer Iran, khususnya Garda Revolusi Islam, memberikan keleluasaan besar kepada perwira tingkat rendah untuk bertindak secara independen dalam situasi lapangan.

“Bayangkan seorang komandan tingkat rendah dari katakanlah 15 kapal cepat mengatakan, ‘Saya pikir sudah waktunya untuk mengambil tindakan sepihak sendiri dan mengejar beberapa kapal Amerika’. Dan jika ada korban jiwa yang signifikan, saya pikir itu tidak hanya akan memulai kembali pertempuran tetapi juga akan sangat meningkatkan intensitas pertempuran,” ujar Kimmitt kepada Al Jazeera.

Hal ini berarti potensi terjadinya tindakan sepihak dari perwira di lapangan yang dapat memicu eskalasi konflik tanpa persetujuan dari komando pusat, meningkatkan risiko konflik terbuka yang sulit dikendalikan.

Tekanan AS dan Tuntutan Washington terhadap Iran

Selain itu, Mohammed Elmasry, profesor dari Institut Studi Pascasarjana Doha, menyoroti upaya AS untuk mengintimidasi Iran agar menyerah melalui daftar 15 poin yang mencakup tuntutan:

  • Membongkar fasilitas nuklir Iran
  • Menangguhkan program rudal balistik Iran

Elmasry menilai beberapa tuntutan tersebut melanggar garis merah Iran dan sangat sulit diterima oleh pemerintah Teheran. Ia menambahkan, sejauh mana AS bersedia bersikap fleksibel dalam negosiasi masih belum jelas.

“Saya pikir penting untuk mempertemukan kedua pihak secara langsung untuk diskusi yang berkelanjutan. Diskusi yang mereka lakukan di Islamabad berlangsung sekitar 20 jam; JCPOA [Rencana Aksi Komprehensif Bersama] dinegosiasikan selama bertahun-tahun,” tambah Elmasry.

Implikasi Risiko Militer dan Politik

Risiko kesalahan perhitungan akibat struktur komando yang berbeda ini tidak hanya berpotensi memulai kembali pertempuran, tetapi juga bisa memperburuk eskalasi konflik menjadi jauh lebih intens dan destruktif dibandingkan putaran pertama konflik AS-Iran sebelumnya.

Perbedaan budaya komando ini mengharuskan adanya komunikasi dan mekanisme kontrol yang sangat baik agar insiden kecil di lapangan tidak berkembang menjadi perang terbuka. Namun, ketegangan politik dan tekanan AS yang keras justru memperbesar potensi ketidakpastian tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Kimmitt membuka perspektif kritis bahwa risiko konflik tidak hanya berasal dari kebijakan politik atau retorika, tetapi juga dari struktur internal militer kedua negara yang sangat kontras. Militer AS yang berpusat pada komando pusat memungkinkan kontrol ketat, sedangkan keleluasaan perwira rendah di militer Iran bisa menimbulkan tindakan tak terduga yang sulit dikendalikan.

Hal ini menjadi faktor risiko strategis yang seringkali terabaikan dalam analisis geopolitik yang lebih fokus pada kebijakan tingkat atas. Jika tidak ada mekanisme komunikasi dan kontrol yang efektif, insiden kecil di lapangan bisa langsung memicu eskalasi besar-besaran.

Ke depan, sangat penting untuk memantau bagaimana kedua negara menavigasi negosiasi dan pengendalian militer di lapangan. Upaya diplomasi harus didukung dengan saluran komunikasi militer yang jelas untuk meminimalkan potensi kesalahan perhitungan yang berbahaya.

Untuk informasi lebih lengkap, lihat laporan asli di SINDOnews dan analisis geopolitik dari Al Jazeera.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad