Khawatir Bencana Susulan, Warga Tangsel Masih Trauma Setelah Longsor Jalan Salak
TANGERANG SELATAN – Hampir sebulan berlalu sejak bencana longsor yang terjadi pada Sabtu, 4 April 2026, di Jalan Salak, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), kekhawatiran warga akan kemungkinan terjadinya bencana susulan masih membayangi.
Berdasarkan pantauan langsung Kompas.com pada Senin, 27 April 2026, bekas longsoran di lokasi masih memperlihatkan kondisi yang mengkhawatirkan. Lereng tanah yang terbentuk tidak rata dan sebagian besar masih berstruktur gembur, sangat rentan terhadap pergerakan tanah kembali.
Kondisi Tanah dan Lingkungan Pasca Longsor
Area tebing yang longsor menunjukkan beberapa bagian yang terbuka, memperlihatkan akar-akar bambu yang mencuat keluar akibat terkikisnya tanah di sekitarnya. Hal ini menandakan bahwa sistem penyangga alami di kawasan tersebut sudah sangat terganggu, sehingga meningkatkan risiko longsor kembali jika terjadi hujan deras atau getaran tanah.
Selain itu, di bagian bawah lereng longsoran terdapat sebuah rumah yang mengalami kerusakan signifikan akibat material tanah yang longsor. Kerusakan ini menambah kekhawatiran warga sekitar karena potensi ancaman keselamatan dan kerugian materi masih sangat besar.
Kekhawatiran Warga dan Upaya Mitigasi
Warga sekitar Jalan Salak yang menjadi saksi peristiwa longsor mengaku masih merasa cemas terhadap kemungkinan bencana susulan. Mereka mengungkapkan bahwa kondisi tanah yang belum stabil serta kurangnya perbaikan cepat membuat mereka merasa belum aman.
- Kondisi tebing yang gembur dan terbuka menjadi tanda rawan longsor susulan.
- Akar bambu mencuat menandakan pengikatan tanah alami mulai hilang.
- Kerusakan rumah di bawah lereng sebagai dampak langsung longsor pertama.
- Belum ada perbaikan permanen yang signifikan di lokasi longsor.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diharapkan segera melakukan langkah mitigasi seperti pemasangan bronjong, penanaman kembali vegetasi, dan penguatan lereng agar risiko longsor susulan bisa diminimalisir. Namun, hingga kini, keluhan warga soal minimnya tindakan konkret masih terdengar.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peristiwa longsor di Jalan Salak ini bukan sekadar bencana lokal, tetapi juga cerminan dari masalah tata kelola lingkungan dan mitigasi bencana yang masih perlu perhatian serius di Tangerang Selatan. Kondisi tanah yang mudah longsor ini sering dipicu oleh aktivitas pembangunan yang kurang memperhatikan aspek lingkungan serta curah hujan yang meningkat akibat perubahan iklim.
Kekhawatiran warga akan bencana susulan sangat beralasan mengingat struktur tanah yang belum stabil dan minimnya penanganan cepat pasca longsor. Jika pemerintah dan masyarakat tidak segera mengambil langkah konkrit, risiko longsor berikutnya bisa berakibat fatal baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian materi.
Ke depan, warga dan pemangku kepentingan perlu mengawasi terus perkembangan situasi dan mendorong tindakan preventif yang berkelanjutan. Edukasi dan kesiapsiagaan bencana harus ditingkatkan agar masyarakat tidak hanya menjadi korban, tapi juga pelaku mitigasi aktif di lingkungan mereka.
Untuk informasi lebih lengkap tentang kondisi dan langkah penanganan longsor di Tangsel, pembaca bisa mengikuti update terpercaya dari media seperti Kompas dan situs resmi pemerintah daerah Tangerang Selatan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0