Sekutu AS di Eropa Tolak Pangkalan dan Wilayah Udara Dipakai Serang Iran
- Penolakan Tegas Spanyol terhadap Penggunaan Pangkalan Militer
- Prancis Tolak Pesawat Militer AS Melintasi Wilayah Udara
- Italia Batasi Penerbangan Militer AS di Pangkalan Sigonella
- Swiss Pegang Teguh Netralitas dengan Batasi Akses Wilayah Udara
- Daftar Negara Eropa yang Menolak Penggunaan Pangkalan dan Wilayah Udara untuk Serangan Iran
- Analisis Redaksi
Negara-negara Eropa yang selama ini menjadi sekutu Amerika Serikat secara tegas menolak penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara mereka untuk keperluan serangan militer AS terhadap Iran. Penolakan ini menjadi sorotan penting di tengah ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran.
Penolakan Tegas Spanyol terhadap Penggunaan Pangkalan Militer
Spanyol menjadi negara Eropa pertama yang paling vokal menolak keterlibatan wilayahnya dalam konflik antara AS dan Iran. Perdana Menteri Pedro Sanchez memerintahkan Menteri Pertahanan Margarita Robles untuk menutup wilayah udara Spanyol bagi operasi militer yang berhubungan dengan serangan ke Iran.
"Hal ini telah dijelaskan dengan sangat jelas kepada militer dan pasukan Amerika sejak awal. Oleh karena itu, baik pangkalan-pangkalan tersebut tidak diizinkan, dan tentu saja, penggunaan wilayah udara Spanyol juga tidak diizinkan untuk tindakan apa pun yang terkait dengan perang di Iran," ujar Robles.
Spanyol melarang penggunaan pangkalan militer Rota dan Moron oleh pasukan Pentagon untuk transit atau misi militer yang diarahkan ke Iran, menegaskan sikap netral dan penolakan terhadap keterlibatan langsung dalam konflik tersebut.
Prancis Tolak Pesawat Militer AS Melintasi Wilayah Udara
Pemerintah Prancis di bawah Presiden Emmanuel Macron juga menolak izin bagi pesawat militer yang mengangkut persediaan militer dan pesawat yang menuju ke Israel melewati wilayah udaranya. Keputusan ini diumumkan pada Maret 2026 sebagai bentuk penolakan terhadap eskalasi militer di kawasan tersebut.
Respon Presiden AS saat itu, Donald Trump, cukup keras. Melalui media sosial Truth Social, ia menyebut Prancis sebagai sekutu yang "sangat tidak membantu" karena penolakan tersebut, memperlihatkan ketegangan dalam hubungan kedua negara meski mereka masih bersekutu.
Italia Batasi Penerbangan Militer AS di Pangkalan Sigonella
Italia, di bawah pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni, juga mengambil sikap tegas dengan menolak sejumlah pesawat pengebom AS untuk mendarat di pangkalan udara Sigonella di wilayah Sisilia Timur. Penolakan ini terjadi meski tidak menutup seluruh wilayah udara Italia bagi pesawat militer AS.
Menteri Pertahanan Guido Crosetto mengambil keputusan ini saat pesawat sedang dalam perjalanan, menunjukkan langkah cepat dan tegas pemerintah Italia. Namun, juru bicara Pentagon menegaskan bahwa Komando Eropa AS secara rutin menerima pesawat militer dan personel AS sesuai perjanjian yang ada dengan negara sekutu.
Swiss Pegang Teguh Netralitas dengan Batasi Akses Wilayah Udara
Swiss, yang secara historis dikenal dengan sikap netralitasnya, menolak sebagian besar permintaan dari AS untuk menggunakan wilayah udaranya selama konflik Iran berlangsung. Kantor berita Keystone-SDA melaporkan bahwa dari 11 permohonan yang diajukan AS antara 5 dan 23 Maret 2026, hanya empat yang disetujui, dan satu permohonan ditarik kembali.
Langkah ini menunjukkan konsistensi Swiss dalam menjaga prinsip netralitas dan menghindari keterlibatan langsung dalam konflik militer di luar negeri.
Daftar Negara Eropa yang Menolak Penggunaan Pangkalan dan Wilayah Udara untuk Serangan Iran
- Spanyol: Menutup wilayah udara dan melarang penggunaan pangkalan Rota dan Moron untuk operasi militer ke Iran.
- Prancis: Menolak pesawat militer AS yang membawa persediaan militer melewati wilayah udara, terutama yang menuju Israel.
- Italia: Menolak pendaratan pesawat pengebom AS di pangkalan Sigonella, namun tidak menutup seluruh wilayah udara.
- Swiss: Membatasi izin penggunaan wilayah udara dengan hanya menyetujui sebagian kecil permohonan AS.
Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa meski negara-negara tersebut masih berstatus sekutu AS, mereka tidak ingin terlibat langsung dalam konflik militer yang sedang memanas antara AS dan Iran. Sikap ini juga mencerminkan keinginan untuk menjaga kestabilan dan netralitas masing-masing negara di tengah tekanan geopolitik.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penolakan tegas dari beberapa sekutu utama AS di Eropa terhadap penggunaan pangkalan militer dan wilayah udara mereka untuk serangan ke Iran mengindikasikan adanya ketidaksetujuan yang signifikan terhadap kebijakan agresif Washington di kawasan Timur Tengah. Hal ini bukan hanya soal kedaulatan nasional, tetapi juga pertimbangan risiko geopolitik dan dampak konflik yang dapat meluas.
Sikap ini menunjukkan bahwa aliansi transatlantik mulai diuji dalam menghadapi dilema kebijakan luar negeri AS yang semakin konfrontatif. Negara-negara Eropa yang menolak memberikan akses militer tidak hanya berusaha menghindari keterlibatan langsung, tetapi juga menjaga hubungan diplomatik dan ekonomi dengan negara-negara lain di kawasan tersebut, termasuk Iran.
Ke depan, penting untuk mengamati bagaimana AS dan negara-negara sekutunya menyesuaikan strategi mereka dalam menghadapi konflik ini, serta bagaimana posisi negara-negara Eropa dapat memengaruhi dinamika politik dan militer global. Sikap independen dari sekutu-sekutu AS ini bisa menjadi sinyal kuat bagi perubahan pola aliansi dan diplomasi internasional di era mendatang.
Untuk informasi lebih lanjut dan detil lengkap, kunjungi CNN Indonesia dan Newsweek sebagai sumber terpercaya terkait perkembangan konflik ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0