Longsor Pacitan Rusak Empat Rumah, Kerugian Capai Belasan Juta Rupiah

May 2, 2026 - 08:50
 0  4
Longsor Pacitan Rusak Empat Rumah, Kerugian Capai Belasan Juta Rupiah

Bencana tanah longsor kembali terjadi di Kabupaten Pacitan, tepatnya di Desa Petungsinarang, Kecamatan Bandar, pada Kamis malam (30/4/2026). Longsor yang dipicu oleh intensitas hujan deras dengan durasi lama ini menyebabkan kerusakan pada empat rumah warga setempat dengan total kerugian mencapai belasan juta rupiah.

Ad
Ad

Faktor Penyebab Longsor di Desa Petungsinarang

Menurut Kapolsek Bandar, Agus Budiono, kontur tanah yang cukup curam di wilayah tersebut tidak mampu menahan infiltrasi air hujan yang tinggi. Akibatnya, material tanah longsor bergerak dan menghantam bagian dapur serta teras rumah warga.

"Material tanah mengenai tembok rumah hingga ada yang jebol," jelas Agus Budiono pada Jumat (1/5) di Pacitan.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana kondisi geografis yang rentan, dipadukan dengan cuaca ekstrem, dapat memicu bencana tanah longsor yang merusak properti warga.

Kerusakan dan Estimasi Kerugian Material

Data yang dihimpun dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa kerusakan terparah dialami oleh dua warga di Dusun Krajan, yaitu Katimin dan Mardi. Bagian dapur rumah mereka jebol diterjang material longsor dengan perkiraan kerugian masing-masing sebesar Rp 5 juta.

Selain itu, rumah milik Turmudi juga mengalami kerusakan pada dapur belakang dengan kerugian sekitar Rp 3 juta. Sementara itu, di Dusun Pager Gunung, teras rumah milik Wagiono tertutup material longsor dengan estimasi kerugian senilai Rp 3 juta.

  • Total kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.
  • Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa.

Upaya Evakuasi dan Imbauan Waspada

Setelah kejadian, petugas kepolisian bersama pemerintah desa dan masyarakat setempat segera melakukan evakuasi dan pembersihan material longsor yang menimbun bagian rumah terdampak. Gotong royong menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan akses dan kondisi lingkungan terdampak.

Pihak berwenang juga mengimbau warga, terutama yang tinggal di area rawan di bawah tebing, untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena curah hujan masih fluktuatif, potensi longsor susulan di wilayah dengan kontur tanah curam masih sangat mungkin terjadi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor di Pacitan ini menggambarkan betapa pentingnya mitigasi bencana yang lebih terencana dan sistematis di daerah rawan longsor. Kondisi alam yang curam dan perubahan iklim yang menyebabkan hujan intensitas tinggi menjadi kombinasi berbahaya yang harus diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

Selain itu, kerugian material yang mencapai belasan juta rupiah ini mungkin terlihat kecil dalam angka, namun bagi warga yang rumahnya terdampak, hal ini menciptakan beban ekonomi signifikan yang dapat mengganggu stabilitas sosial dan kesejahteraan mereka.

Ke depan, pemerintah daerah perlu memperkuat sistem peringatan dini, memperbaiki drainase, serta menyediakan edukasi kesiapsiagaan bencana yang lebih menyeluruh kepada masyarakat. Warga juga harus aktif melapor kondisi lingkungan yang berpotensi membahayakan agar penanganan bisa dilakukan sebelum bencana terjadi.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru soal bencana di Pacitan, Anda bisa mengakses berita selengkapnya di Media Indonesia serta mengikuti laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan respons cepat adalah kunci penting dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim global. Mari terus awasi kondisi lingkungan sekitar dan ikuti himbauan resmi agar keselamatan bersama tetap terjaga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad