Presiden Pezeshkian Peringatkan AS Bisa Serang Iran Lagi Selama Negosiasi Nuklir

May 2, 2026 - 08:52
 0  3
Presiden Pezeshkian Peringatkan AS Bisa Serang Iran Lagi Selama Negosiasi Nuklir

Presiden Iran Masoud Pezeshkian memberikan peringatan serius bahwa Amerika Serikat (AS) dapat kembali melancarkan serangan terhadap Iran selama proses negosiasi nuklir yang tengah berjalan. Pernyataan ini menggarisbawahi ketidakpercayaan mendalam Teheran terhadap Washington, yang menurutnya telah hancur total akibat serangkaian insiden militer sebelumnya.

Ad
Ad

Potensi Serangan AS Saat Negosiasi Nuklir

Dalam sebuah percakapan telepon dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko, Pezeshkian menegaskan bahwa dialog dan diplomasi selalu menjadi prioritas utama Iran. Namun, ia mengingatkan bahwa selama upaya negosiasi sebelumnya, AS dan sekutunya, Israel, sudah dua kali melakukan serangan militer terhadap wilayah Iran.

“Tetapi selama negosiasi, Amerika Serikat dan rezim Zionis menyerang Iran dua kali, dan ada kemungkinan tindakan tersebut akan terulang – yang telah menyebabkan ketidakpercayaan total Iran terhadap Amerika Serikat,” ujar Pezeshkian yang dikutip Press TV milik pemerintah Iran.

Serangan pertama terjadi pada Juni 2025 di tengah negosiasi nuklir yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran. Serangan kedua mengikuti pada Februari 2026, menandai eskalasi ketegangan yang signifikan.

Sejarah Ketegangan Iran-AS dan Peran Israel

Serangan-serangan ini bukan hanya memperparah hubungan diplomatik, tetapi juga memperdalam keraguan Iran terhadap niat baik AS dalam menyelesaikan perbedaan melalui diplomasi. Israel yang disebut Pezeshkian sebagai rezim Zionis, juga berperan aktif dalam serangan tersebut, menambah kompleksitas konflik di kawasan.

Langkah militer bersama ini terjadi di saat kedua negara sedang berupaya mencari solusi atas program nuklir Iran yang kontroversial, yang selama ini menjadi titik krusial dalam hubungan Iran dengan Barat.

Reaksi Internasional dan Harapan Penyelesaian Damai

Presiden Lukashenko menyatakan kekhawatirannya terhadap ketegangan yang meningkat di wilayah Teluk Persia dan dampak negatifnya terhadap keamanan serta stabilitas ekonomi regional maupun global. Ia berharap perbedaan antara Teheran dan Washington dapat diselesaikan melalui jalur dialog dan negosiasi yang konstruktif.

  • Prioritas Iran: Menyelesaikan konflik melalui diplomasi.
  • Ancaman Serangan: Potensi serangan AS dan Israel selama negosiasi.
  • Ketidakpercayaan: Iran kehilangan kepercayaan terhadap niat AS.
  • Dampak Regional: Ketegangan memicu kekhawatiran keamanan di Teluk Persia.

Editorial Take

Menurut pandangan redaksi, peringatan Presiden Pezeshkian ini mencerminkan realitas pahit hubungan Iran-AS yang semakin memburuk, terutama di tengah negosiasi penting yang seharusnya mengarah pada perdamaian. Ketidakpercayaan yang mendalam terhadap AS menandakan bahwa setiap langkah diplomasi harus diiringi dengan kewaspadaan dan persiapan menghadapi kemungkinan terburuk.

Lebih jauh, keberlanjutan serangan selama proses diplomasi bukan hanya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, tapi juga memperumit upaya global untuk mengendalikan proliferasi nuklir. Dunia internasional perlu memperhatikan dinamika ini agar tidak terjebak dalam siklus konflik yang merugikan banyak pihak.

Kedepannya, sangat penting bagi para pihak yang terlibat untuk membangun mekanisme kepercayaan yang nyata dan transparan. Tanpa itu, negosiasi nuklir bisa saja gagal dan berujung pada eskalasi militer yang lebih luas. Untuk perkembangan terbaru dan analisis mendalam terkait isu ini, pembaca dapat mengikuti liputan dari SINDOnews serta sumber terpercaya lainnya seperti BBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad