Pejabat Palestina Tolak Jabat Tangan Delegasi Israel di Kongres FIFA, Buat Presiden Infantino Malu

May 2, 2026 - 09:39
 0  8
Pejabat Palestina Tolak Jabat Tangan Delegasi Israel di Kongres FIFA, Buat Presiden Infantino Malu

Dalam sebuah kejadian yang menarik perhatian dunia sepak bola, pejabat Palestina menolak untuk berjabat tangan dengan delegasi Israel pada acara Kongres FIFA yang berlangsung di Vancouver, Kanada, Kamis, 30 April 2026. Momen ini terjadi tepat ketika Presiden FIFA, Gianni Infantino, berusaha mencairkan suasana dengan mengajak kedua delegasi untuk menunjukkan simbol perdamaian melalui jabat tangan di atas panggung.

Ad
Ad

Penolakan Jibril Rajoub pada Delegasi Israel

Delegasi Palestina yang diwakili oleh Jibril Rajoub menolak mentah-mentah permintaan Presiden FIFA tersebut untuk berjabat tangan dengan delegasi Israel, yang diwakili oleh Basim Sheikh Suliman. Alih-alih berjabat tangan, Rajoub memilih untuk mengucapkan beberapa kalimat, kemudian mencium kening Gianni Infantino sebagai bentuk penghormatan, lalu turun dari panggung tanpa melakukan jabat tangan.

"Kondisi ini mempermalukan Presiden FIFA Gianni Infantino di hadapan para anggota Kongres," ujar seorang pengamat sepak bola yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut.

Peristiwa ini menjadi sorotan tajam, mengingat FIFA berusaha menjadi wadah yang mengusung semangat perdamaian dan persatuan melalui olahraga, namun realitas politik yang kompleks masih sangat memengaruhi hubungan antarnegara di dunia sepak bola.

Konflik Politik dan Diplomasi dalam Sepak Bola

Penolakan jabat tangan ini bukan hanya sekadar aksi simbolis, melainkan mencerminkan ketegangan politik yang berlangsung lama antara Palestina dan Israel. Dalam konteks olahraga, terutama di bawah payung FIFA, momen seperti ini mengingatkan kita bahwa sepak bola tidak bisa sepenuhnya terlepas dari isu geopolitik.

Upaya FIFA untuk menjembatani perbedaan dan memperkuat perdamaian melalui olahraga kerap menemui tantangan berat, terutama dalam kasus konflik berkepanjangan seperti Palestina dan Israel.

Keputusan Penting Lain di Kongres FIFA

Selain insiden penolakan jabat tangan yang mencuri perhatian, Presiden FIFA Gianni Infantino juga mengumumkan beberapa keputusan signifikan dalam Kongres tersebut. Salah satunya adalah konfirmasi bahwa Timnas Iran akan tetap berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat.

"Iran akan berpartisipasi di Piala Dunia 2026 dan mereka akan bermain di Amerika Serikat," tulis Infantino dalam keterangan foto di akun Instagram resminya @gianni_infantino.

Keputusan ini mengakhiri spekulasi tentang kemungkinan Iran harus melalui playoff tambahan atau bahkan dikeluarkan dari turnamen, terutama terkait ketegangan politik dengan Amerika Serikat.

Implikasi dan Reaksi Dunia Sepak Bola

  • Simbol perdamaian gagal terwujud di panggung FIFA, menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana olahraga bisa menjadi jembatan politik.
  • Ketegangan Palestina dan Israel tetap berpengaruh pada hubungan diplomatik di berbagai forum internasional, termasuk olahraga.
  • Keputusan FIFA untuk mempertahankan Iran di Piala Dunia menunjukkan komitmen organisasi terhadap inklusivitas dan netralitas olahraga.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden penolakan jabat tangan oleh pejabat Palestina terhadap delegasi Israel ini menggarisbawahi bahwa sepak bola sebagai olahraga global belum dapat sepenuhnya memisahkan diri dari realitas politik yang kompleks. Momen yang seharusnya menjadi simbol perdamaian justru berubah menjadi canggung dan memperlihatkan ketegangan yang masih membara, terutama terkait konflik Palestina-Israel.

Selain itu, tindakan Jibril Rajoub ini bisa dipandang sebagai bentuk pernyataan politik yang kuat dalam forum internasional, yang tentunya memiliki dampak tersendiri terhadap citra FIFA dan upaya perdamaian yang coba dibangun melalui olahraga. Presiden FIFA Gianni Infantino harus lebih berhati-hati dan realistis dalam merancang momen seperti ini untuk menghindari situasi memalukan di masa depan.

Ke depan, publik dan pengamat sepak bola perlu mengamati apakah FIFA akan mampu menjadi platform yang benar-benar netral dan efektif dalam menyatukan beragam pihak yang memiliki sejarah konflik panjang. Selain itu, penting juga untuk melihat bagaimana organisasi ini menangani isu-isu politik yang dapat mengganggu fokus utama mereka yaitu pengembangan sepak bola dunia.

Untuk perkembangan selanjutnya, tetap ikuti berita terbaru seputar Kongres FIFA dan dinamika hubungan internasional di dunia sepak bola melalui sumber terpercaya seperti Okezone Bola dan media internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad