The Devil Wears Prada 2 Dapat Pujian Karena Karya Seni AI yang Dibuat Manusia
The Devil Wears Prada 2 resmi tayang di bioskop akhir pekan ini dan langsung mencuri perhatian bukan hanya karena kelanjutan kisah ikoniknya, tetapi juga karena pilihan kreatif unik yang dipilih oleh para pembuat film. Sebuah meme bergaya AI yang muncul dalam film ternyata adalah karya seni asli yang dibuat oleh manusia, Alexis Franklin, yang mendapatkan pujian luas dari penonton dan penggemar seni digital.
Karya Seni Bergaya AI yang Dibuat oleh Alexis Franklin
Meme yang menampilkan karakter Miranda Priestly, diperankan oleh Meryl Streep, sebagai pekerja makanan cepat saji dengan tulisan "Mau tambahan kebohongan?" sebenarnya bukan hasil AI. Melainkan sebuah lukisan yang dibuat oleh Alexis Franklin atas permintaan sutradara David Frankel untuk film ini.
"Saya membuat lukisan ini atas permintaan [sutradara] David Frankel untuk The Devil Wears Prada 2 (gambar ini muncul di film)," tulis Franklin di Instagram sambil membagikan video proses pembuatan lukisannya. "Tidak ada maksud merendahkan Ratu Meryl, tapi ini adalah sesuatu yang akan saya lukis di waktu senggang, jadi ketika diminta membuatnya, saya sangat menikmatinya."
Dalam era di mana generative AI semakin menguasai bidang seni dan hiburan, keputusan untuk mempekerjakan seniman manusia demi menciptakan karya yang seolah-olah dihasilkan oleh AI ini menjadi sesuatu yang disambut hangat oleh publik di media sosial.
Reaksi Positif dan Viral di Media Sosial
Berbagai komentar positif membanjiri unggahan Franklin. Seorang pengikut menulis, "Sangat menyegarkan karya ini bukan AI." Di platform X (sebelumnya Twitter), pengguna lain berkomentar heran, "Serius ini dibuat oleh manusia? Tapi dibuat agar terlihat seperti karya AI?"
Unggahan lain mengekspresikan dukungan terhadap sikap film yang menolak dominasi AI, "Mereka benar-benar bilang, dan FUUUCKKKK AI!!!! Semua bersorak!"
Seorang penonton film bahkan menyatakan, "Saya benar-benar takjub dengan karya seni palsu bergaya AI yang digunakan untuk mengkritik AI di The Devil Wears Prada. Mereka mempekerjakan seniman untuk melukis foto yang tampak seperti AI... Film ini benar-benar luar biasa di segala aspek."
Franklin juga mengungkapkan bahwa dia mendapatkan banyak reaksi lega dari penggemar yang merasa senang karena karya tersebut memang dibuat oleh manusia. "Menurut saya, perusahaan-perusahaan harus mendapatkan pujian khusus ketika mereka mempekerjakan seniman," ujarnya.
Sinopsis dan Pemeran The Devil Wears Prada 2
The Devil Wears Prada 2 menampilkan kembalinya Meryl Streep sebagai Miranda Priestly, Anne Hathaway sebagai Andi Sachs, serta Emily Blunt dan Stanley Tucci yang kembali memerankan karakter Emily Charlton dan Nigel Kipling. Film ini mengambil latar di masa di mana media cetak mulai mengalami penurunan drastis, memaksa para karakter untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman.
Selain itu, film ini juga menampilkan Tracie Thoms dan Tibor Feldman yang kembali memerankan peran mereka dari film pertama tahun 2006 yang ditulis oleh Aline Brosh McKenna. Pemeran baru yang ikut bergabung antara lain Kenneth Branagh, Simone Ashley, Lucy Liu, Justin Theroux, B.J. Novak, Pauline Chalamet, Rachel Bloom, Patrick Brammall, Conrad Ricamora, dan Lady Gaga.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah The Devil Wears Prada 2 mempekerjakan seniman manusia untuk menghasilkan karya seni bergaya AI sebenarnya adalah pernyataan tegas terhadap kekhawatiran dominasi AI dalam dunia kreatif. Di tengah kekhawatiran bahwa teknologi AI bisa menggantikan peran manusia dalam seni, film ini justru menegaskan nilai keunikan dan kreativitas manusia yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh mesin.
Langkah ini juga bisa menjadi tren baru bagi industri hiburan untuk menggabungkan teknologi dan sentuhan manusia demi menghasilkan karya yang autentik dan bernilai seni tinggi. Selain itu, ini mengingatkan publik dan pelaku industri bahwa meskipun AI dapat membantu, nilai seni dan kreativitas manusia tetap tak tergantikan.
Ke depan, kita perlu terus mengawasi bagaimana hubungan antara teknologi AI dan manusia dalam dunia kreatif berkembang. Apakah lebih banyak film dan proyek seni yang akan memilih sentuhan manusia demi menjaga keaslian karya? Atau apakah AI akan semakin dominan? Pergerakan ini menjadi penting untuk dipantau oleh para seniman, produser, dan penikmat seni di seluruh dunia.
Untuk informasi lebih lengkap dan detail terkait berita ini, Anda dapat mengunjungi artikel asli di Deadline dan mengikuti perkembangan terbaru di berbagai portal berita terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0