Banjir Berulang di Pasar Cipulir: Pedagang Tuntut Perbaikan Drainase Segera

May 3, 2026 - 19:58
 0  6
Banjir Berulang di Pasar Cipulir: Pedagang Tuntut Perbaikan Drainase Segera

Pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, kembali menghadapi kesulitan setelah banjir berlumpur merendam kawasan pasar pada Sabtu, 2 Mei 2026. Banjir ini tidak hanya mengganggu aktivitas jual beli, tapi juga menyebabkan kerugian materiil jutaan rupiah bagi para pedagang yang stok dagangannya rusak terendam lumpur hitam.

Ad
Ad

Proyek Gorong-gorong yang Belum Selesai Picu Banjir Berulang

Banjir yang terjadi diduga kuat dipicu oleh proyek pembangunan gorong-gorong yang belum rampung. Salah satu pedagang, Debi, menjelaskan bahwa gorong-gorong ini sebenarnya dirancang sebagai terowongan akses ke kali besar. Namun proyek tersebut masih tertutup sehingga air hujan tidak bisa mengalir dengan lancar dan justru masuk ke area pasar.

"Gorong-gorong jalan itu dibikin seperti terowongan, rencananya untuk akses ke kali besar. Tapi masih ditutup, jadi air masuknya ke pasar. Ini barang saya saja ada yang kena lumpur," ujar Debi saat ditemui pada Minggu, 3 Mei 2026.

Posisi pasar yang lebih rendah dari jalan raya membuat air hujan mengalir deras ke dalam pasar dan menyebabkan genangan yang merusak dagangan. Kondisi ini bukan hanya sekali terjadi, melainkan sudah berulang sejak bulan Ramadan dengan frekuensi lebih dari lima kali banjir.

Kritik Pedagang Terhadap Penanganan PD Pasar Jaya

Para pedagang menyampaikan kritik keras terhadap PD Pasar Jaya sebagai pengelola pasar. Mereka menilai penanganan banjir selama ini hanya bersifat seremonial dan belum menyentuh akar masalah, yaitu drainase yang tersumbat dan proyek gorong-gorong yang belum selesai.

"Hujan sedikit saja sudah masuk. Sejak bulan puasa sudah lebih dari lima kali. Pihak pengelola hanya melihat-lihat, tidak ada respons nyata," tegas Isnadi, pedagang lain di Pasar Cipulir.

Akibat banjir, para pedagang terpaksa berjibaku membersihkan sisa lumpur sejak dini hari hingga subuh agar bisa kembali berjualan. Bahkan hingga siang hari, aroma tidak sedap masih tercium di beberapa titik pasar akibat genangan air limbah yang belum sepenuhnya surut.

Aktivitas Pasar dan Harapan Pedagang untuk Perbaikan

Berdasarkan pantauan pada pukul 13.15 WIB, aktivitas perdagangan di Pasar Cipulir mulai berjalan perlahan normal. Namun, kekhawatiran banjir susulan masih membayangi para pedagang karena potensi cuaca ekstrem masih tinggi.

Para pedagang mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk turun tangan memanggil kontraktor proyek gorong-gorong agar pembangunan segera dituntaskan. Mereka berharap sistem pembuangan air ke sungai besar dapat berfungsi optimal dan tidak lagi meluap ke area pasar.

  • Banjir berulang sudah terjadi lebih dari lima kali sejak Ramadan.
  • Proyek gorong-gorong belum selesai, memicu genangan air di pasar.
  • PD Pasar Jaya dianggap belum memberikan solusi nyata.
  • Kerugian materiil pedagang mencapai jutaan rupiah akibat dagangan terendam lumpur.
  • Para pedagang membersihkan lumpur dari dini hari agar bisa kembali berjualan.

Menurut laporan Metrotvnews.com, problem drainase di Pasar Cipulir menjadi contoh nyata bagaimana manajemen proyek infrastruktur yang belum tuntas dapat berdampak langsung pada kehidupan ekonomi masyarakat kecil. Kejadian ini juga mengingatkan pentingnya koordinasi antar instansi dalam menjaga kelancaran sistem drainase kota Jakarta.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir berulang di Pasar Cipulir bukan sekadar masalah lokal yang hanya merugikan pedagang secara materi. Ini mencerminkan kegagalan pengelolaan infrastruktur publik yang mengancam stabilitas ekonomi mikro dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. Proyek gorong-gorong yang belum selesai menjadi simbol lemahnya pengawasan proyek pembangunan yang berdampak langsung pada keseharian warga.

Lebih jauh, jika masalah drainase dan banjir ini tidak segera diselesaikan, bukan hanya kerugian pedagang yang akan bertambah. Pasar tradisional sebagai pusat ekonomi lokal berpotensi kehilangan daya tarik dan kepercayaan pembeli, yang berujung pada penurunan pendapatan dan peluang usaha. Selain itu, kondisi banjir yang berulang juga meningkatkan risiko kesehatan masyarakat dari paparan air kotor dan limbah.

Ke depan, penting bagi Pemprov DKI Jakarta untuk menerapkan pendekatan yang lebih holistik dan transparan dalam pembangunan infrastruktur drainase. Melibatkan masyarakat dalam pengawasan dan memberikan informasi perkembangan proyek secara terbuka dapat menjadi kunci keberhasilan. Para pembaca juga disarankan untuk terus mengikuti perkembangan ini karena penyelesaian masalah Pasar Cipulir bisa menjadi contoh bagi kawasan lain yang menghadapi persoalan serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad