Banjir Bandang di Buleleng Bali: 1 Tewas, 3 Warga Masih Hilang

Mar 7, 2026 - 10:10
 0  5
Banjir Bandang di Buleleng Bali: 1 Tewas, 3 Warga Masih Hilang

Banjir bandang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat malam (6/3/2026). Peristiwa tersebut menyebabkan satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya masih hilang

Ad
Ad

Detik-detik Banjir Bandang di Desa Banjar

Menurut Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawa, banjir bandang terjadi pada malam hari dan menyeret empat warga yang sedang berada di aliran sungai. Setelah mendapat laporan, tim SAR segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pencarian korban.

"Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bergerak pukul 22.30 Wita dengan enam personel menggunakan truk angkut personel serta membawa rubber boat dan peralatan SAR air," ujar Donny.

Proses Evakuasi dan Korban yang Ditemukan

Sekitar pukul 23.10 Wita, tim SAR berhasil menemukan satu korban bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) dalam kondisi sudah meninggal dunia di aliran sungai wilayah Banjar Dinas Santal. Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah duka di Banjar Dinas Santal, Desa Banjar.

Sementara itu, tiga korban lainnya yakni Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12) masih belum ditemukan dan dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Dampak dan Tindakan Tanggap Darurat

Banjir bandang ini merupakan kejadian yang sangat memprihatinkan, memicu kekhawatiran warga sekitar akan keselamatan dan keamanan lingkungan mereka. Peristiwa ini juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di daerah rawan seperti Buleleng.

  • Tim SAR menggunakan rubber boat untuk menjangkau lokasi sulit.
  • Evakuasi korban berjalan dengan cepat setelah laporan diterima.
  • Pencarian korban hilang masih berlangsung hingga kini.
  • Warga diimbau untuk waspada dan mengikuti arahan petugas.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian banjir bandang di Buleleng ini menegaskan perlunya peningkatan sistem mitigasi bencana di wilayah Bali, khususnya yang rawan banjir dan longsor. Langkah cepat dari tim SAR sangat diapresiasi, namun kenyataannya korban jiwa dan hilangnya warga menunjukkan masih ada celah dalam kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana.

Selain itu, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait tindakan darurat saat menghadapi banjir bandang. Pemerintah daerah perlu mengintensifkan pengawasan dan penataan daerah aliran sungai agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Kita juga harus mengawasi perkembangan situasi dan hasil pencarian korban yang hilang, serta mendukung upaya pemulihan dan rehabilitasi pasca-bencana agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman.

Untuk pembaca, penting untuk terus mengikuti update resmi dari Pos SAR Buleleng dan pemerintah setempat agar mendapatkan informasi teraktual tentang kondisi di lapangan dan arahan keselamatan.