BPBD Bali dan Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Bandang Banjar Buleleng

Mar 7, 2026 - 10:50
 0  4
BPBD Bali dan Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Banjir Bandang Banjar Buleleng

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali bersama tim SAR terus melanjutkan pencarian korban banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng pada Jumat malam, 6 Maret 2026. Peristiwa ini menyebabkan delapan orang hanyut, dengan kondisi terkini empat korban berhasil diselamatkan, tiga masih dalam pencarian, dan satu meninggal dunia.

Ad
Ad

Data Korban Banjir Bandang Banjar Buleleng

Kepala Pelaksana BPBD Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, menyampaikan bahwa timnya saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk mencari tiga korban yang belum ditemukan. Berikut rincian korban berdasarkan keterangan resmi:

  • Tiga korban hilang: Komang Suci (44), Putu Wini (17), dan Kadek Wahyu (12), warga Dusun Ambengan, Banjar.
  • Empat korban selamat: Kadek Witana (45), Made Putra (76), Nyoman Mudra (73), dan Putu Suami (72), juga warga Dusun Ambengan.
  • Korban meninggal dunia: Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Banjar Santal.

Situasi Kebencanaan di Kabupaten Buleleng

Menurut Teja, dalam 12 jam terakhir sejak pukul 18.00 WITA hingga 06.00 WITA, terdapat 19 kejadian bencana alam yang melanda wilayah Buleleng. Kejadian tersebut tidak hanya banjir bandang di Desa Banjar, tetapi juga banjir di berbagai desa lain seperti Desa Pancasari, Kayuputih, Bubunan, Dencarik, Tampekan, Gobleg, Pedawa, dan Lemukih.

Selain banjir, cuaca ekstrem juga menyebabkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang di beberapa titik strategis Buleleng, antara lain:

  • Longsor di bawah Shortcut KM 18, Desa Gitgit
  • Sandaran longsor yang menimpa rumah warga di Desa Bestala
  • Longsor yang menutupi Jalan Raya Singaraja-Denpasar
  • Longsor di Desa Banyuseri
  • Jembatan usaha tani putus dan tanggul jebol di Desa Bestala dan Kalianget
  • Jembatan Tukad Pengangkidan jebol di Desa Pedawa
  • Pohon tumbang di Desa Busungbiu
  • Kerusakan rumah akibat hujan deras dan angin kencang di Desa Bestala

Imbauan BPBD Bali dan Potensi Cuaca Ekstrem

Kalaksa BPBD Bali mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada menghadapi situasi cuaca ekstrem yang masih berpotensi memicu bencana. Hal ini dikarenakan adanya bibit siklon tropis 90S, 93S, dan 92P yang dapat memberikan dampak tidak langsung di wilayah Bali dalam beberapa waktu ke depan.

"Kami terus berkoordinasi dengan tim SAR untuk memastikan proses pencarian korban berjalan dengan maksimal, dan mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu," ujar I Gede Agung Teja Bhusana.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana banjir bandang di Banjar Buleleng ini merupakan peringatan penting tentang kerentanan wilayah Bali terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Meskipun Bali dikenal sebagai destinasi wisata utama, daerah seperti Buleleng masih rentan mengalami dampak serius akibat curah hujan tinggi dan sistem drainase yang belum optimal.

Lebih jauh, kejadian ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kapasitas mitigasi bencana di tingkat lokal, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga edukasi masyarakat agar tanggap dan siap menghadapi bencana. Pemerintah daerah juga harus proaktif dalam memantau potensi siklon tropis yang dapat memperparah situasi.

Ke depan, publik perlu mengikuti perkembangan informasi dari BPBD dan tim SAR untuk mengetahui kondisi terkini korban dan penanganan bencana. Selain itu, perhatian khusus harus diberikan kepada pemulihan korban yang terdampak, baik secara fisik maupun psikologis, agar mereka dapat kembali pulih dengan cepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad