Rajiv Serahkan PIP dan KIP untuk Anak Korban Longsor Cisarua, Komitmen Pendidikan Terjaga

Mar 7, 2026 - 11:49
 0  5
Rajiv Serahkan PIP dan KIP untuk Anak Korban Longsor Cisarua, Komitmen Pendidikan Terjaga

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Rajiv, melakukan penyerahan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada anak-anak yang menjadi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (6/3/2026). Kegiatan ini berlangsung bersamaan dengan acara berbuka puasa bersama para korban longsor, yang juga menjadi momentum bagi Rajiv untuk menegaskan komitmen membantu pendidikan anak-anak terdampak bencana.

Ad
Ad

Bantuan Pendidikan sebagai Prioritas bagi Anak Korban Longsor

Rajiv menegaskan bahwa anak-anak dari tingkat SD, SMP, hingga SMA yang terdampak longsor akan mendapat bantuan PIP untuk memastikan kelangsungan pendidikan mereka sampai selesai. “Saya minta didata anak-anak korban, khususnya yang yatim piatu, agar mereka bisa mendapatkan PIP dan KIP,” ujar Rajiv.

Menurutnya, pendataan yang akurat oleh kepala desa sangat penting agar bantuan pendidikan bisa tepat sasaran. “Khusus anak-anak yatim piatu, jika perlu sampai dapat KIP agar sekolah mereka tidak terputus,” tambah anggota Komisi IV DPR RI ini.

Fokus Penyelesaian Pendidikan dan Dampak Bencana

Rajiv menegaskan bahwa prioritasnya adalah menyelesaikan persoalan pendidikan anak-anak korban. Dengan memastikan pendidikan berjalan lancar, setidaknya satu beban keluarga korban dapat teratasi. “Minimal satu masalah sekolahnya selesai, kemudian kita pikirkan masalah lain bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait,” jelasnya.

Lebih jauh, Rajiv juga memberikan perhatian pada kelompok tani holtikultura yang terdampak longsor. Banyak petani kehilangan lahan dan sumber penghasilan, sehingga revitalisasi sektor pertanian menjadi hal yang penting.

Rencana Relokasi dan Dukungan untuk Petani Holtikultura

Menurut Rajiv, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sedang mempertimbangkan pemindahan lahan pertanian yang terkena bencana. “Setelah lokasi baru ditetapkan, kami siap membantu memenuhi kebutuhan petani agar usaha pertanian dapat dilanjutkan,” katanya.

Rajiv menegaskan komitmennya untuk memastikan petani holtikultura dapat kembali produktif dan mampu membiayai keluarganya. “Tugas kami menurunkan kebutuhan yang diperlukan petani agar mereka bisa hidup kembali,” tegasnya.

Penyebab Potensi Bencana Tinggi di Bandung Barat

Rajiv juga menyoroti tingginya potensi bencana di Bandung Barat yang salah satunya disebabkan oleh alih fungsi lahan. Kawasan yang saat ini menjadi lahan holtikultura sebelumnya merupakan hutan pinus yang menyimpan fungsi penting dalam penyerapan air. “Penebangan pohon pinus menyebabkan tanah kehilangan akar dan daya serap air, sehingga risiko longsor meningkat,” ujarnya.

Menurut Rajiv, perubahan fungsi lahan ini merupakan penyebab utama rawannya bencana longsor di kawasan tersebut.

Pesan Empati dan Harapan untuk Masa Depan Anak-Anak Korban

Menutup pernyataannya, Rajiv menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga yang kehilangan sanak saudara akibat longsor. “Ke depan, mari kita bersama-sama mengurus masa depan anak-anak yatim agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” pungkasnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Rajiv menyerahkan bantuan PIP dan KIP bagi anak-anak korban longsor di Cisarua merupakan bentuk nyata dan esensial dari tanggung jawab sosial dan politik. Pendidikan seringkali menjadi korban pertama dalam bencana, dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan akses pendidikan adalah tindakan yang fundamental untuk menjaga masa depan mereka.

Namun, selain bantuan tunai pendidikan, perhatian terhadap pemulihan ekonomi para petani juga sangat krusial. Bantuan untuk relokasi dan pemulihan usaha tani holtikultura harus segera diwujudkan agar tidak menimbulkan dampak sosial ekonomi lebih lanjut.

Kita juga harus mencermati isu alih fungsi lahan yang disebut sebagai pemicu utama longsor. Ini bukan hanya masalah lokal, melainkan masalah nasional yang membutuhkan regulasi tegas dan pengawasan ketat agar bencana alam yang merugikan tidak terus berulang. Pembaca perlu mengawasi implementasi program bantuan dan kebijakan lahan ke depan agar memberikan hasil maksimal bagi masyarakat terdampak.

Ke depan, diharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan DPR seperti yang dicontohkan Rajiv dapat diperkuat agar penanganan bencana dan pemulihan pascabencana berjalan efektif dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad