Pendidikan Anak Korban Longsor Bandung Barat Jadi Prioritas Utama DPR

Mar 7, 2026 - 14:20
 0  6
Pendidikan Anak Korban Longsor Bandung Barat Jadi Prioritas Utama DPR

Keberlanjutan pendidikan anak-anak yang menjadi korban bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipastikan menjadi prioritas utama. Melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP), anggota Komisi IV DPR, Rajiv, berkomitmen mengawal pendidikan para siswa terdampak, khususnya bagi mereka yang kehilangan orang tua, hingga menyelesaikan pendidikan mereka.

Ad
Ad

Komitmen DPR untuk Pendidikan Anak Korban Longsor Bandung Barat

Rajiv menegaskan perlunya pendataan menyeluruh terhadap anak-anak korban bencana longsor, terutama yang menjadi yatim piatu. "Anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA yang terdampak akan mendapatkan PIP dari saya, sampai mereka selesai sekolah," jelasnya saat meninjau lokasi bencana di Cisarua, Bandung Barat, Sabtu, 7 Maret 2026.

Legislator dari Dapil Jawa Barat II ini menginstruksikan perangkat desa setempat untuk segera merampungkan pendataan anak-anak korban agar mereka dapat terakses program-program pendidikan pemerintah. Menurut Rajiv, jaminan pendidikan adalah solusi utama yang bisa meringankan beban mental dan ekonomi keluarga di masa sulit pasca-bencana.

Program Indonesia Pintar dan Kartu Indonesia Pintar sebagai Jaminan Pendidikan

Rajiv menegaskan dukungannya agar anak-anak terdampak, khususnya yang kehilangan orang tua, dapat memperoleh manfaat dari KIP. "Minimal masalah sekolahnya selesai dulu, tinggal kita pikirkan masalah lainnya bersama pemerintah daerah dan kementerian terkait," tambahnya.

Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan memberikan bantuan biaya pendidikan bagi siswa kurang mampu agar tidak putus sekolah. Melalui program ini, anak-anak korban bencana longsor diharapkan dapat terus mengenyam pendidikan tanpa hambatan finansial.

Perhatian untuk Petani dan Pemulihan Lingkungan Pasca Longsor

Tidak hanya pendidikan, Rajiv juga menaruh perhatian serius terhadap nasib para petani hortikultura yang kehilangan lahan akibat longsor tersebut. Ia siap mendorong bantuan sarana produksi pertanian setelah Pemerintah Daerah menetapkan lokasi relokasi yang lebih aman bagi para petani.

"Masalah utama longsor di Bandung Barat adalah alih fungsi lahan hutan pinus menjadi perkebunan hortikultura yang menghilangkan akar dan daya serap air," jelas Rajiv. Ia menyoroti bahwa perubahan penggunaan lahan yang tidak berkelanjutan menjadi pemicu tingginya risiko bencana longsor di wilayah tersebut.

Duka Cita dan Janji Pemulihan untuk Korban Longsor

Rajiv juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban yang kehilangan sanak saudara dalam bencana ini. Ia berjanji akan terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan pemulihan ekonomi dan masa depan anak-anak yatim di Bandung Barat tetap terjamin.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, komitmen DPR melalui Rajiv untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama bagi anak korban bencana longsor di Bandung Barat merupakan langkah yang sangat strategis dan penting. Pendidikan tidak hanya menjadi hak dasar yang harus dipenuhi, tetapi juga menjadi alat utama dalam memulihkan trauma dan ketahanan sosial keluarga korban.

Namun, tantangan yang harus dihadapi tidak hanya soal pendataan dan pendanaan pendidikan. Pemerintah daerah dan pusat juga harus memastikan bahwa program ini berjalan efektif, tidak hanya memberikan bantuan dana, tetapi juga dukungan psikososial dan fasilitas pendidikan yang memadai. Tanpa dukungan menyeluruh, risiko anak-anak putus sekolah tetap ada, yang akan memperburuk kemiskinan dan ketidakberdayaan di masa depan.

Selain itu, perhatian terhadap perubahan fungsi lahan di Bandung Barat yang memicu bencana longsor harus menjadi perhatian serius untuk pencegahan jangka panjang. Regulasi ketat dan rehabilitasi lingkungan menjadi kunci mengurangi risiko bencana serupa terjadi lagi.

Ke depan, publik perlu mengawal implementasi program ini agar komitmen pendidikan bagi anak korban bencana tidak hanya janji semata. Kolaborasi antar lembaga, transparansi pendataan, dan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan pemulihan pendidikan di Bandung Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad