Penyakit yang Sering Dikeluhkan Jemaah Haji di Tanah Suci dan Cara Mengatasinya

May 7, 2026 - 23:05
 0  3
Penyakit yang Sering Dikeluhkan Jemaah Haji di Tanah Suci dan Cara Mengatasinya

Penyakit yang sering dikeluhkan jemaah haji saat di Tanah Suci menjadi perhatian utama bagi petugas kesehatan yang mendampingi para jamaah selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. Dokter RSUD Uwes Qorny Cilograng, Kabupaten Lebak, Banten, Diana Nurmalasari, mengungkapkan bahwa sejumlah penyakit kerap muncul dan mengganggu kenyamanan jamaah selama menjalankan rukun Islam kelima ini.

Ad
Ad

Penyakit Umum yang Sering Terjadi pada Jemaah Haji

Menurut Diana Nurmalasari, keluhan yang paling sering ditemui adalah:

  • Luka atau ulkus pada kaki, akibat aktivitas fisik yang tinggi dan kondisi jalan yang keras.
  • Hipertensi dan serangan jantung, terutama bagi jamaah dengan riwayat penyakit jantung sebelumnya.
  • Gangguan saluran cerna seperti maag dan diare, yang sering dipicu oleh perubahan pola makan dan cuaca ekstrem.
  • Infeksi saluran pernapasan akibat kepadatan jamaah dan perubahan suhu yang drastis.
“Paling banyak luka atau ulkus di kaki, hipertensi, serangan jantung, penyakit saluran cerna seperti maag dan diare, serta infeksi saluran pernapasan,” ujar Diana saat diwawancara RRI, Kamis, 7 Mei 2026.

Faktor Penyebab dan Upaya Pencegahan

Diana menambahkan, berbagai faktor seperti cuaca panas yang ekstrim, aktivitas fisik yang tinggi selama ibadah, dan kepadatan jamaah menjadi pemicu utama kondisi kesehatan yang menurun. Oleh karena itu, ia mengimbau para jemaah untuk menjaga pola makan dan istirahat, memperbanyak konsumsi air putih, dan tidak memaksakan diri saat menjalankan ibadah.

Selain itu, penggunaan alat pelindung seperti masker dan payung sangat dianjurkan untuk melindungi diri dari terik matahari dan polusi udara. Jika mengalami gangguan kesehatan, jemaah harus segera melapor kepada petugas medis agar mendapatkan penanganan cepat dan tepat.

“Ibadah haji itu ibadah fisik, jadi kami tidak akan bosan mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan fisik, menjaga pola makan dan istirahat, memperbanyak minum air putih, serta tidak memaksakan diri selama menjalankan ibadah,” imbuhnya.

Fokus Pada Puncak Ibadah Haji

Diana juga menekankan pentingnya fokus jemaah pada pelaksanaan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurutnya, sebelum puncak ibadah ini berlangsung, jemaah disarankan untuk mengurangi aktivitas tambahan seperti ibadah sunnah yang berlebihan, berbelanja, atau tur yang tidak perlu agar stamina tetap terjaga.

“Tujuan utama adalah puncak haji atau Armuzna, sehingga sebelum Armuzna sebaiknya mengurangi ibadah sunah dan menghindari aktivitas yang tidak perlu seperti berbelanja atau tur,” tutur Diana.

Peran Petugas Medis dan Persiapan Jemaah

Diana adalah salah satu petugas medis yang mendampingi jemaah haji Kloter JKB 22 Lebak, yang berjumlah sekitar 360 jemaah asal Lebak dan 28 jemaah gabungan dari Serang. Persiapan fisik dan mental menjadi fokus utama bagi para petugas kesehatan agar dapat memberikan pelayanan terbaik selama musim haji berlangsung.

Menurut laporan resmi RRI, persiapan dan edukasi kesehatan dari petugas sangat penting untuk menekan risiko penyakit dan komplikasi selama ibadah haji.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan ini menggarisbawahi betapa kesehatan fisik menjadi faktor krusial dalam kelancaran ibadah haji. Luka kaki dan gangguan jantung yang sering muncul bukan hanya akibat aktivitas berat, tapi juga kurangnya kesiapan fisik dan pemahaman tentang kondisi iklim ekstrem di Arab Saudi. Imbauan untuk menjaga pola makan, istirahat, serta hidrasi harus benar-benar dipatuhi oleh setiap jemaah agar potensi masalah kesehatan dapat diminimalisir.

Selain itu, fokus pada puncak ibadah haji (Armuzna) dan pengurangan aktivitas yang tidak perlu merupakan strategi penting yang jarang mendapat sorotan publik. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan yang lebih intensif sebelum keberangkatan haji, termasuk simulasi kondisi fisik dan psikologis selama ibadah di Tanah Suci. Menjaga stamina dan kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik untuk memastikan ibadah berjalan lancar dan khusyuk.

Ke depan, pemerintah dan pihak terkait perlu memperkuat peran petugas medis serta menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai di Tanah Suci. Edukasi teknologi kesehatan digital dan pemantauan kesehatan real-time selama haji juga dapat menjadi solusi inovatif yang membantu mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan secara cepat dan efektif.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad