Kakak-beradik di AS Hapus 96 Database Negara Saat Dipecat, Ini Kronologinya

May 17, 2026 - 15:30
 0  3
Kakak-beradik di AS Hapus 96 Database Negara Saat Dipecat, Ini Kronologinya

Dua saudara kembar asal Amerika Serikat, Muneeb Akhter dan Sohaib Akhter, menjadi sorotan setelah didakwa melakukan penghapusan sekitar 96 database berisi informasi penting pemerintah federal hanya beberapa menit setelah mereka dipecat dari perusahaan kontraktor yang mempekerjakan mereka.

Ad
Ad

Kasus tersebut mengguncang dunia keamanan siber karena kedua kakak-beradik ini bukanlah pekerja biasa. Mereka bekerja di sebuah perusahaan yang berbasis di Washington DC bernama Opexus, yang melayani lebih dari 45 lembaga pemerintah federal AS, sehingga akses mereka terhadap data-data sensitif sangat luas.

Rekam Jejak Kejahatan Siber Sebelum Bergabung

Ironisnya, sebelum direkrut ke perusahaan tersebut, Muneeb dan Sohaib telah memiliki catatan kriminal di bidang kejahatan siber. Pada tahun 2015, keduanya pernah mengaku bersalah atas sejumlah kejahatan yang meliputi:

  • Peretasan situs web
  • Pencurian data kartu kredit
  • Upaya menjual informasi pribadi di darknet

Lebih lanjut, Sohaib juga tercatat pernah mencuri data rekan kerja saat masih bekerja di Departemen Luar Negeri AS dan memasang perangkat keras untuk memantau sistem pemerintah secara diam-diam.

Kembalinya Mereka ke Industri Teknologi dan Peristiwa Penghapusan Data

Meski memiliki catatan kriminal tersebut, kedua saudara ini berhasil kembali masuk ke dunia teknologi setelah menjalani hukuman penjara. Muneeb mulai bekerja di Opexus pada 2023, dan Sohaib menyusul setahun kemudian.

Namun nasib mereka berakhir buruk ketika perusahaan memutuskan untuk memecat keduanya. Dalam hitungan menit setelah pemecatan, kedua saudara ini menghapus hampir 100 database penting milik pemerintah federal AS, tindakan yang menimbulkan kekhawatiran serius terkait keamanan data nasional.

Implikasi dan Dampak Penghapusan Database

Penghapusan data sebesar ini memiliki dampak yang sangat luas dan serius, antara lain:

  • Gangguan besar pada operasional lembaga pemerintah yang terdampak
  • Potensi bocornya data sensitif dan rahasia negara
  • Kerugian finansial dan biaya pemulihan data yang sangat tinggi
  • Menimbulkan pertanyaan besar tentang prosedur keamanan dan seleksi karyawan di sektor kontraktor pemerintah

Menurut dokumen pengadilan federal, tindakan penghapusan ini dilakukan secara sengaja dan cepat, menunjukkan persiapan dan niat jahat yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini memperlihatkan celah besar dalam sistem keamanan dan verifikasi latar belakang pekerja yang memiliki akses ke data negara. Bahwa seseorang dengan rekam jejak kriminal serius di bidang siber bisa kembali bekerja di lingkungan yang sangat sensitif adalah kegagalan sistem yang fatal.

Selain itu, penghapusan database yang terjadi hanya beberapa menit setelah pemecatan menunjukkan potensi risiko insider threat yang harus diantisipasi dengan lebih ketat oleh semua lembaga pemerintah maupun mitra kontraktornya. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana proses audit dan backup data dilakukan sehingga tindakan destruktif seperti ini bisa diminimalisir dampaknya.

Ke depan, publik dan pemerintah perlu mengawasi lebih ketat proses rekrutmen dan kontrol akses di sektor teknologi yang mengelola data penting negara. Ini menjadi pengingat keras bahwa keamanan siber bukan hanya soal teknologi, tapi juga soal manusia dan manajemen risiko yang baik.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan resmi melalui sumber asli Kompas Tekno dan analisis keamanan siber terkini dari Cybersecurity and Infrastructure Security Agency (CISA).

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad