Seth Rogen Tegaskan: Gunakan AI untuk Nulis Skrip? Mending Jangan Jadi Penulis
Seth Rogen, pembuat film dan aktor terkenal, memberikan pernyataan tegas terkait penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam penulisan naskah. Dalam wawancara eksklusif dengan Brut pada acara Festival Film Cannes 2026, Rogen menyampaikan bahwa siapa pun yang berniat menggunakan AI untuk membantu menulis skrip sebenarnya tidak layak menyandang gelar penulis.
Penolakan Keras Seth Rogen terhadap AI dalam Penulisan Skrip
Dalam wawancara yang dipublikasikan pada 14 Mei 2026, Seth Rogen menyatakan,
"Saya tidak mengerti apa gunanya AI dalam menulis. Setiap kali saya melihat video di Instagram dengan klaim 'Hollywood sudah selesai,' yang muncul justru hal-hal paling bodoh yang pernah saya lihat dalam hidup saya."Ia menegaskan bahwa jika naluri seseorang adalah menggunakan AI untuk melewati proses kreatif yang sebenarnya, maka orang tersebut sebaiknya tidak menjadi penulis.
Lebih lanjut, Rogen menambahkan,
"Kalau kamu tidak mau melewati proses menulis, mending lakukan pekerjaan lain saja. Saya tidak tertarik pada alat yang membuat saya menulis lebih sedikit, karena saya suka menulis."
Proses Kreatif vs Shortcut Teknologi
Pernyataan Rogen ini menggarisbawahi nilai penting dari proses kreatif dalam penulisan naskah yang menurutnya tidak bisa digantikan oleh teknologi. Ia menolak segala bentuk shortcut yang ditawarkan AI karena baginya, menulis adalah sebuah seni dan proses yang harus dijalani secara penuh. Sikap ini sekaligus menjadi kritik terhadap tren pemanfaatan AI yang kian marak dalam berbagai aspek industri hiburan.
Dampak AI pada Industri Hiburan dan Regulasi Oscar
Perkembangan AI memang sudah mulai mengubah wajah industri hiburan secara signifikan. Baru-baru ini, Academy of Motion Picture Arts and Sciences mengumumkan pembaruan aturan terkait penggunaan AI, khususnya dalam konteks akting, untuk memastikan bahwa performa yang dinominasikan Oscar tetap murni hasil kerja manusia. Ini menjadi sinyal bahwa industri mulai merespon dengan tegas terhadap tantangan etis dan kreatif yang muncul akibat teknologi AI.
Dukungan Seth Rogen untuk Film 'Tangles'
Selain pandangannya soal AI, Seth Rogen juga hadir di Cannes untuk mendukung film animasi terbaru berjudul Tangles karya Leah Nelson, di mana ia bertindak sebagai produser. Film ini menampilkan suara dari sejumlah aktor ternama seperti Julia Louis-Dreyfus, Abbi Jacobson, Bryan Cranston, Sarah Silverman, Bowen Yang, Wanda Sykes, Beanie Feldstein, dan Samira Wiley. Kehadiran Rogen di festival ini sekaligus menunjukkan komitmennya terhadap karya seni autentik yang menghargai proses kreatif manusia.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pernyataan Seth Rogen ini membuka diskusi penting tentang nilai kemanusiaan dalam proses kreatif yang sedang diuji oleh kemajuan teknologi AI. Rogen menegaskan bahwa menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan sebuah perjalanan intelektual dan emosional yang tidak bisa disubstitusi oleh algoritma. Ini menunjukkan perbedaan mendasar antara kreativitas manusia dan kecerdasan buatan yang hanya bisa meniru, bukan mencipta secara orisinal.
Lebih jauh, sikap tegas Rogen bisa menjadi wake-up call bagi para pelaku industri kreatif agar berhati-hati dalam mengadopsi teknologi AI. Jika terlalu bergantung pada AI, ada risiko hilangnya keaslian dan kedalaman karya seni yang akhirnya berdampak pada kualitas industri hiburan secara keseluruhan. Di sisi lain, respons regulasi Oscar menandakan bahwa institusi besar pun mulai menegakkan batasan agar inovasi teknologi tidak menggerus nilai-nilai dasar seni peran dan penulisan.
Ke depan, publik dan pelaku industri harus terus mengawasi bagaimana integrasi AI dilakukan agar tetap menghormati proses kreatif manusia. Seiring teknologi berkembang, penting untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan orisinalitas demi masa depan seni dan hiburan yang berkelanjutan.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca wawancara Seth Rogen di Hollywood Reporter dan mengikuti pembaruan terkait perkembangan AI di industri hiburan dari sumber terpercaya seperti CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0