Optimalisasi PAD Melalui Pengelolaan Aset: Pemkab Tangerang Rancang Program Properti Investasi 2026
Pemkab Tangerang menetapkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pengelolaan aset sebagai salah satu prioritas utama di tahun 2026. Melalui program yang diberi nama properti investasi, pemerintah daerah berupaya mengubah aset-aset yang selama ini kurang termanfaatkan menjadi sumber pendapatan yang signifikan untuk memperkuat APBD.
Strategi Pengelolaan Aset untuk Meningkatkan PAD
Kepala Badan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tangerang, Muhammad Hidayat, menjelaskan bahwa program ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Banten. Program ini menitikberatkan pada pengelompokan dan penginventarisasian aset pemerintah daerah yang berpotensi menghasilkan pendapatan secara lebih optimal.
“Dengan kita alihkan dari aset tetap biasa ke aset properti investasi, ini Insya Allah kita punya sebuah potensi. Tapi memang kita baru memulai 2026 ini. Kita akan menginventarisir kembali yang saat ini sementara yang kita masukkan properti investasi itu adalah aset-aset yang sudah ada kerja sama di atasnya,” jelas Hidayat.
Menurutnya, aset yang dioptimalkan didominasi oleh prasarana dan sarana utilitas (PSU) yang dikelola pihak ketiga, seperti sekolah swasta, perusahaan perparkiran, dan reklame. Pengelolaan yang sudah berjalan ini akan dipindahkan ke dalam kategori properti investasi sehingga pendapatan yang dihasilkan bisa lebih jelas dan terukur.
Data Aset Pemkab Tangerang dan Potensi Pendapatan
Berdasarkan data neraca aset Pemkab Tangerang per Desember 2024, total nilai aset yang dimiliki sangat besar, antara lain:
- Tanah senilai Rp14,3 triliun
- Peralatan dan Mesin senilai Rp3 triliun
- Gedung dan Bangunan senilai Rp5,9 triliun
- Jalan, Irigasi, dan Jaringan senilai Rp9,6 triliun
- Aset tetap lainnya senilai Rp92,5 miliar
- Konstruksi dalam pengerjaan senilai Rp22 miliar
- Akumulasi penyusutan sebesar Rp9,9 triliun
Namun, dari total aset tersebut, pemanfaatan untuk menghasilkan pendapatan masih sangat minim. Pada tahun sebelumnya, pendapatan dari pengelolaan aset baru mencapai sekitar Rp2,7 miliar. Tahun 2026, Pemkab menargetkan peningkatan menjadi Rp3 miliar dengan dukungan Surat Keputusan baru dari Bupati terkait properti investasi.
Program Properti Investasi sebagai Akselerator Pendapatan
Hidayat menegaskan bahwa program properti investasi akan mendorong percepatan pendapatan daerah dari pengelolaan aset. Hal ini karena dengan pengelompokan yang jelas dan pengelolaan profesional, aset yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal dapat dialihkan dan dikelola sebagai sumber pendapatan yang berkelanjutan.
“Insya Allah dengan SK baru Pak Bupati yang baru terbit di 2026 ini tentang properti investasi, kita akan ada akselerasi peningkatannya,” ungkapnya.
Langkah ini diharapkan menjadi model pengelolaan aset yang lebih efektif dan transparan, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan PAD dan perbaikan pembiayaan pembangunan daerah.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, inisiatif Pemkab Tangerang untuk mengoptimalkan PAD melalui pengelolaan aset adalah langkah strategis yang sangat tepat di tengah tantangan pembiayaan daerah yang semakin kompleks. Dengan memanfaatkan aset yang sudah ada, daerah dapat mengurangi ketergantungan pada transfer dana pusat dan meningkatkan kemandirian fiskal.
Namun, tantangan terbesar adalah memastikan bahwa pengelolaan aset dilakukan secara profesional dan transparan agar tidak menimbulkan potensi penyalahgunaan dan kerugian negara. Integrasi sistem pengelolaan aset yang modern dan pengawasan ketat menjadi kunci keberhasilan program ini.
Ke depan, publik dan pemangku kepentingan harus mengawasi perkembangan program ini secara aktif. Jika berhasil, program properti investasi bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam memaksimalkan potensi aset daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat merujuk pada sumber asli berita disini dan laporan resmi BPKAD Kabupaten Tangerang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0