Jeep Kembali Diproduksi di Tiongkok dengan Model NEV Baru, Siap Ekspor Global

May 18, 2026 - 14:00
 0  4
Jeep Kembali Diproduksi di Tiongkok dengan Model NEV Baru, Siap Ekspor Global

Jeep resmi kembali diproduksi di Tiongkok setelah penandatanganan kerja sama strategis antara Stellantis dan Dongfeng Motor Group senilai lebih dari 8 miliar yuan atau setara USD 1,18 miliar (sekitar Rp 19 triliun). Langkah ini menandai momen penting bagi Stellantis yang ingin memperkuat eksistensinya di pasar otomotif China yang kini didominasi kendaraan elektrifikasi.

Ad
Ad

Produksi Kendaraan Energi Baru (NEV) di Pabrik Wuhan

Menurut laporan dari Liputan6, kolaborasi ini berfokus pada produksi kendaraan energi baru (NEV) di pabrik Wuhan mulai tahun 2027. Dongfeng Peugeot Citroën Automobile (DPCA) akan memproduksi dua model NEV dari Peugeot dan dua SUV off-road NEV dari Jeep.

Berbeda dari produksi sebelumnya, model Jeep yang diproduksi di Tiongkok ini bukan hanya untuk pasar domestik, tetapi juga disiapkan untuk ekspor ke berbagai wilayah global seperti Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Hal ini menunjukkan ambisi Stellantis untuk menjadikan Tiongkok sebagai basis produksi utama kendaraan listrik dan hybrid mereka.

Kembalinya Jeep ke Pasar Tiongkok setelah Vakum

Jeep sempat menghentikan operasi manufaktur lokal di Tiongkok setelah berakhirnya joint venture dengan GAC pada 2022. Sejak itu, Jeep hanya mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan pasar China. Dengan adanya kerja sama baru ini, Jeep kembali memiliki jalur produksi lokal yang didukung fasilitas pabrik Wuhan yang telah lama menjadi pusat kerja sama Stellantis dan Dongfeng.

Produksi NEV dijadwalkan mulai 2027 setelah seluruh proses regulasi selesai. Stellantis sendiri akan menginvestasikan sekitar 130 juta euro dari total nilai kerja sama untuk mendukung proyek ini.

Strategi Elektrifikasi dan Kolaborasi Teknologi

Selain fokus pada produksi kendaraan listrik dan hybrid, kedua perusahaan juga menandatangani nota kesepahaman untuk memperluas kerja sama di bidang riset dan pengembangan teknologi serta manufaktur otomotif masa depan.

CEO Stellantis, Antonio Filosa, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi Stellantis di pasar otomotif China yang kian didominasi oleh kendaraan elektrifikasi.

Transformasi Jeep menuju era elektrifikasi global menjadi hal yang sangat penting. Merek yang selama ini dikenal dengan SUV tangguhnya akan menghadirkan model baru berbasis teknologi listrik dan hybrid, sekaligus menyesuaikan persaingan ketat dengan merek lokal seperti BYD dan Leapmotor di segmen kendaraan listrik China.

Model NEV Peugeot dan Jeep untuk Pasar Global

Selain Jeep, Peugeot juga akan menghadirkan model NEV terbaru yang dikembangkan dengan teknologi Dongfeng. Model-model ini akan dipasarkan tidak hanya untuk konsumen di China, tetapi juga untuk ekspor ke berbagai negara di dunia, memperkuat jaringan global Stellantis.

Jeep sendiri merupakan merek SUV legendaris dunia yang kini berada di bawah naungan Stellantis, grup otomotif hasil merger Fiat Chrysler Automobiles dan PSA Group.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kembalinya Jeep ke jalur produksi di Tiongkok bukan sekadar langkah bisnis biasa, melainkan sinyal kuat bahwa Stellantis serius beradaptasi dengan tren global menuju elektrifikasi kendaraan. Dengan basis produksi di Wuhan dan fokus pada NEV, Stellantis berpotensi memperkuat posisi kompetitifnya di pasar otomotif yang sangat dinamis di Tiongkok dan wilayah ekspor lainnya.

Lebih jauh, investasi besar dan kolaborasi teknologi yang dilakukan bersama Dongfeng membuka peluang inovasi dan percepatan pengembangan EV yang semakin kompleks. Namun, tantangan berat tetap ada, terutama persaingan ketat dengan merek lokal yang sudah menguasai pasar kendaraan listrik di Tiongkok dengan harga dan teknologi yang agresif.

Ke depan, penting bagi konsumen dan pengamat industri untuk memantau bagaimana Jeep dan Peugeot mampu memanfaatkan sinergi ini untuk menghadirkan produk yang tidak hanya kompetitif secara teknologi, tetapi juga memenuhi kebutuhan pasar global yang terus berubah dengan cepat.

Langkah ini juga menjadi indikasi bahwa pasar otomotif global semakin terintegrasi, dengan Tiongkok berperan sebagai pusat produksi strategis bagi merek-merek internasional. Bagi pembaca yang tertarik dengan perkembangan otomotif, terus ikuti update selanjutnya karena 2027 akan menjadi tahun penting bagi ekspansi kendaraan listrik dari Stellantis di pasar global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad