IHSG Tembus Level 6.400: Menkeu Purbaya Anjurkan Serok Saham di Harga Murah

May 18, 2026 - 14:40
 0  4
IHSG Tembus Level 6.400: Menkeu Purbaya Anjurkan Serok Saham di Harga Murah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini 18 Mei 2026 sempat menembus level 6.400, di tengah koreksi pasar modal yang cukup dalam. Namun, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kondisi ini bukan sebuah ancaman, melainkan peluang emas bagi investor untuk serok bawah atau membeli saham dengan harga lebih murah.

Ad
Ad

Koreksi IHSG dan Reaksi Pasar

IHSG dibuka dengan penurunan 94,34 poin atau 1,40% ke posisi 6.447,97. Dalam dua menit setelah pembukaan pasar, indeks semakin anjlok hingga 2,59%, dan mencapai pelemahan sebesar 4,3% ke level 6.428 satu jam kemudian. Penurunan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar, terutama karena nilai tukar rupiah juga melemah ke Rp17.660 per dolar AS.

Namun, Purbaya menegaskan bahwa koreksi ini tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Menurutnya, sentimen negatif yang beredar seolah-olah Indonesia akan mengalami krisis seperti 1997-1998 adalah keliru. Ia menekankan perbedaan fundamental antara kondisi saat ini dengan krisis moneter dan resesi yang terjadi pada akhir abad lalu.

"Ini banyak sentimen, kalau rupiah melemah seolah-olah kita akan bergerak seperti 97 - 98 lagi. Beda 97 - 98 itu kebijakannya salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi. 97 pertengahan itu kita sudah resesi. Kita kan sekarang belum resesi ekonomi masih tumbuh kencang jadi masih ada ruang untuk memperbaiki semua," ujar Purbaya.

Peluang Investasi Saham dan Proyeksi Rebound

Memanfaatkan momentum koreksi pasar, Menkeu Purbaya dengan tegas menyarankan para investor untuk tidak takut membeli saham di harga rendah. Ia melihat kondisi pasar saat ini sebagai kesempatan strategis untuk menambah portofolio saham. Dari sisi teknikal, Purbaya memproyeksikan IHSG akan segera mengalami rebound dalam satu hingga dua hari mendatang.

"Jadi teman-teman gak usah khawatir investor pasar saham kalau saya bilang ga usah takut serok bawah (beli saham di harga bawah) sekarang," tambahnya.

Hal ini menunjukkan optimisme pemerintah terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat meskipun terdapat tekanan eksternal dan volatilitas pasar finansial.

Upaya Pemerintah Stabilkan Pasar Obligasi dan Rupiah

Selain pasar saham, pemerintah juga aktif dalam menstabilkan pasar obligasi dan nilai tukar rupiah. Kemenkeu mengaktifkan Bond Stabilitation Fund (BSF), sebuah instrumen yang bertujuan menyerap obligasi pemerintah yang dilepas investor asing agar tidak menimbulkan kepanikan di pasar obligasi.

Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah sudah mulai masuk ke pasar obligasi sejak hari ini dengan pembelian yang masih terbatas, dan akan ditingkatkan secara signifikan ke depan. Langkah ini diharapkan dapat menahan arus keluar modal asing dan mencegah capital loss akibat penurunan harga obligasi.

"Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini. Udah masuk tapi hanya sedikit mulai hari ini kita akan masuk lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasi terkendali. Sehingga asing yang pegang obligasi engga keluar karena takut misalnya ada capital loss karena harga obligasi turun. Itu akan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," papar Purbaya.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berupaya menjaga stabilitas finansial sekaligus memperkuat nilai tukar rupiah, meskipun menghadapi tekanan global yang cukup berat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memberikan sinyal penting bahwa pemerintah tetap optimistis terhadap prospek ekonomi dan pasar modal Indonesia di tengah ketidakpastian global. Koreksi IHSG yang cukup dalam bisa dimanfaatkan sebagai momentum strategis untuk membeli saham dengan valuasi menarik, terutama bagi investor jangka panjang.

Namun, investor perlu tetap waspada terhadap sentimen global yang dapat mempengaruhi pasar, seperti kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat dan dinamika geopolitik. Pemerintah sudah menunjukkan langkah antisipatif dengan mengaktifkan BSF dan masuk pasar obligasi, yang berpotensi menahan gejolak di pasar keuangan.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah efektivitas intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas pasar serta bagaimana respons investor asing terhadap kebijakan tersebut. IHSG yang rebound dalam beberapa hari mendatang bisa menjadi indikator awal pemulihan sentimen pasar. Investor disarankan untuk mengikuti perkembangan secara seksama dan tetap melakukan diversifikasi portofolio untuk menghadapi volatilitas.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung sumber berita di CNBC Indonesia dan mengikuti update dari situs resmi Kementerian Keuangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad