Kontroversi Drakor Perfect Crown: IU Minta Maaf atas Distorsi Sejarah

May 18, 2026 - 17:40
 0  3
Kontroversi Drakor Perfect Crown: IU Minta Maaf atas Distorsi Sejarah

Drama Korea Perfect Crown kembali menjadi perbincangan hangat jelang episode terakhirnya karena kontroversi terkait penggambaran sejarah dan tradisi kerajaan Korea yang dianggap kurang akurat. Serial yang dibintangi oleh IU dan Byeon Woo-seok ini mendapat kritik tajam dari publik dan sejarawan atas distorsi sejumlah elemen penting dalam dunia monarki Korea.

Ad
Ad

Kontroversi Detail Upacara Kerajaan di Perfect Crown

Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Korea Times, episode ke-11 yang tayang pada 16 Mei 2026 menampilkan adegan dramatis saat karakter Seong Hee-joo (IU) mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan Grand Prince Ian (Byeon Woo-seok) sebelum akhirnya naik takhta.

Namun, alih-alih disorot pada aspek romansa, perhatian publik justru tertuju pada kejanggalan dalam prosesi penobatan raja. Adegan di mana para pejabat kerajaan meneriakkan kata "Cheonse" dalam upacara penobatan, berbeda dengan kata "Manse" yang selama ini lebih dikenal luas di Korea, memicu kontroversi.

Istilah "Cheonse" secara historis digunakan oleh negara bawahan kepada kaisar, sehingga penggunaan istilah ini dalam konteks monarki konstitusional Korea modern dianggap tidak tepat dan menimbulkan kebingungan.

Kritik Atas Simbolisme Mahkota dan Hierarki Kerajaan

Selain itu, mahkota yang dikenakan oleh penguasa dalam drama ini juga mendapat sorotan. Warganet mencatat jumlah untaian manik-manik pada mahkota hanya sembilan, padahal secara tradisional mahkota raja seharusnya memiliki 12 untaian untuk menandakan kedudukan tertinggi. Kesalahan ini dianggap sebagai bentuk kurangnya riset sejarah yang memadai oleh tim produksi.

Satu lagi adegan yang menimbulkan perdebatan adalah ketika ibu suri berlutut di hadapan pangeran agung sambil meminta maaf. Banyak penonton merasa adegan tersebut bertentangan dengan aturan hierarki kerajaan Korea saat itu yang sangat menghormati posisi ibu suri.

Reaksi Publik dan Permintaan Maaf IU

Sejumlah sejarawan Korea juga mengkritisi penggambaran sistem wali kerajaan dan upacara ulang tahun raja yang tidak sesuai dengan tradisi era Joseon. Kritik ini sudah muncul sejak awal penayangan, bahkan memicu sebagian penonton untuk meminta klarifikasi resmi dan melaporkan drama tersebut ke regulator penyiaran Korea Selatan.

Meski demikian, popularitas Perfect Crown tetap kuat. Serial ini memulai debut dengan rating 7,8% dan meningkat hingga 13,3% pada episode ke-10, dengan episode final yang ditayangkan pada 16 Mei mencatat rating tertinggi. Drama ini juga populer di platform Disney+ di berbagai wilayah seperti Amerika Utara, Amerika Latin, Eropa, dan Asia.

Di tengah kontroversi, IU akhirnya angkat suara melalui unggahan di media sosial pribadinya pada 18 Mei 2026. Mengutip Chosun Daily, IU mengaku telah membaca semua kritik yang beredar terkait distorsi sejarah dalam drama tersebut.

"Sebagai pemeran utama, saya merasa sangat menyesal karena gagal menunjukkan tanggung jawab dan membuat banyak orang kecewa," tulis IU. "Saya seharusnya mempelajari naskah dan unsur sejarah drama tersebut dengan lebih mendalam sebelum proses syuting berlangsung."

IU menyampaikan permintaan maaf tulus dan mengakui kurangnya pertimbangan terhadap isu akurasi sejarah yang telah mengundang kontroversi. Ia juga mengaku merasa malu karena tidak menyadari potensi masalah tersebut lebih awal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kontroversi yang muncul dari drama Perfect Crown bukan sekadar persoalan teknis produksi, melainkan mencerminkan tantangan besar dalam menyajikan sejarah yang sensitif dan kompleks dalam format hiburan populer. Ketidakakuratan sejarah dalam drama yang mengangkat tema monarki ini bisa berdampak pada persepsi publik terutama generasi muda terhadap sejarah Korea.

Selain itu, fenomena ini menandakan bahwa penonton kini semakin kritis dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk menilai kualitas konten sejarah yang disajikan. Produser dan kreator serial harus lebih teliti dalam riset dan konsultasi dengan para ahli sejarah agar tidak menimbulkan kontroversi yang dapat mengganggu kredibilitas karya mereka.

Ke depan, kita perlu mengamati apakah respons dari pihak produksi dan para aktor, termasuk IU, dapat menjadi contoh untuk peningkatan kualitas drama sejarah di Korea Selatan dan negara lain. Ini juga menjadi momentum bagi industri hiburan untuk menggabungkan hiburan dengan edukasi sejarah secara lebih bertanggung jawab.

Drama Perfect Crown telah mengajarkan pelajaran penting bahwa popularitas dan rating tinggi tidak cukup jika kualitas dan akurasi konten tidak terjaga dengan baik. Mari kita tunggu bagaimana kelanjutan tanggapan dari pihak produksi dan regulator terkait isu ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad