Presiden Iran Tuding AS dan Israel Adu Domba Umat Muslim Lewat Proyek Tersembunyi

May 18, 2026 - 18:10
 0  2
Presiden Iran Tuding AS dan Israel Adu Domba Umat Muslim Lewat Proyek Tersembunyi

Presiden Iran Masoud Pezeshkian secara tegas menuduh Amerika Serikat dan rezim Israel menggunakan berbagai proyek strategis untuk memecah belah umat Muslim dan menimbulkan ketidakpercayaan antarnegara di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan dalam pertemuan resmi dengan Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi di Teheran pada Minggu, 17 Mei 2026.

Ad
Ad

Upaya Iran Mempererat Hubungan dengan Negara Muslim Tetangga

Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian menegaskan bahwa kebijakan utama Republik Islam Iran adalah memperkuat persahabatan dan hubungan stabil dengan negara-negara tetangga, terutama negara-negara pesisir Teluk Persia. Ia menyoroti pentingnya kerja sama yang berkelanjutan dan hubungan bertetangga yang harmonis sebagai dasar keamanan dan kemakmuran regional.

“Republik Islam Iran berupaya menjalin hubungan yang ramah, stabil, dan berkelanjutan berdasarkan hubungan bertetangga yang baik dengan negara-negara Muslim di kawasan ini, tetapi Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel) selalu berusaha, melalui proyek-proyek yang memecah belah dan menciptakan ketidakpercayaan, untuk mengadu domba negara-negara Muslim satu sama lain,”
ujar Pezeshkian, seperti dilaporkan Press TV.

Apresiasi atas Peran Pakistan dalam Diplomasi Regional

Presiden Iran juga menyampaikan penghargaan atas peran Pakistan yang aktif dalam menengahi kesepakatan gencatan senjata antara Teheran dan Washington, yang terjadi sekitar 40 hari setelah serangan agresif AS dan Israel terhadap Iran. Ia optimis bahwa inisiatif diplomatik dan politik ini akan memperkuat perdamaian, stabilitas, dan keamanan yang berkelanjutan di kawasan tersebut.

Kecaman atas Agresi Militer AS-Israel dan Dampaknya

Lebih jauh, Pezeshkian mengutuk keras agresi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran, termasuk kemartiran sejumlah tokoh penting seperti Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, beberapa komandan berpangkat tinggi, menteri, mahasiswa tak bersalah, dan warga sipil. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai kejahatan berat yang melanggar norma kemanusiaan, hukum, dan hukum internasional.

“Tidak ada hati nurani yang sadar dan bebas di dunia yang dapat menerima tindakan kriminal semacam itu,”
tegasnya.

Presiden Iran menekankan bahwa tujuan di balik agresi tersebut adalah menciptakan ketidakstabilan internal dan melemahkan atau bahkan menggulingkan rezim Islam di negaranya. Namun, ia menegaskan bahwa bangsa Iran yang agung dan sadar akan tetap berdiri kokoh dan bersatu dalam menghadapi ancaman tersebut.

Ancaman Teroris dan Tindakan Terorganisir dari AS dan Israel

Selain itu, Pezeshkian mengungkapkan bahwa AS dan Israel melakukan tindakan terorganisir untuk menyusupkan elemen teroris bersenjata ke dalam wilayah perbatasan Iran, khususnya dari arah barat laut dan tenggara. Upaya ini dianggap sebagai bagian dari strategi mereka untuk melemahkan keamanan nasional Iran melalui kekerasan dan sabotase.

Daftar Poin Penting Pernyataan Presiden Iran

  • AS dan Israel menggunakan proyek pecah belah untuk mengadu domba negara-negara Muslim.
  • Iran berkomitmen mempererat hubungan persahabatan dengan negara tetangga, terutama di kawasan Teluk Persia.
  • Pakistan diapresiasi atas perannya dalam mediasi gencatan senjata antara Teheran dan Washington.
  • Agresi AS-Israel terhadap Iran dikutuk sebagai pelanggaran serius norma kemanusiaan dan hukum internasional.
  • Tujuan agresi adalah menciptakan ketidakstabilan dan menggulingkan rezim Islam, yang gagal karena persatuan bangsa Iran.
  • AS dan Israel diduga menyusupkan elemen teroris ke wilayah perbatasan Iran.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian menggambarkan ketegangan yang terus berlangsung antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memiliki agenda geopolitik di kawasan Timur Tengah. Tuduhan penggunaan "proyek-proyek yang memecah belah" mengindikasikan bahwa konflik bukan hanya bersifat militer, tetapi juga melibatkan strategi psikologis dan politik untuk melemahkan solidaritas umat Muslim di wilayah yang sangat strategis secara energi dan geopolitik.

Klaim adanya infiltrasi teroris dari perbatasan menunjukkan bahwa keamanan Iran tetap menjadi masalah utama yang berpotensi memicu konflik lebih luas jika tidak ditangani dengan baik. Hal ini juga menjadi peringatan bagi negara-negara tetangga untuk memperkuat kerjasama keamanan guna mencegah eskalasi konflik militer dan terorisme yang dapat merugikan seluruh kawasan.

Ke depan, publik dan pengamat perlu mencermati bagaimana diplomasi regional, khususnya peran negara-negara seperti Pakistan, mampu menjadi penengah efektif dalam menyelesaikan konflik ini. Selain itu, dinamika hubungan Iran-AS-Israel akan sangat menentukan stabilitas Timur Tengah dan masa depan perdamaian global. Untuk perkembangan terbaru, tetap ikuti laporan terpercaya seperti SINDOnews dan media internasional lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad