Menteri Hukum Resmikan 2.025 Posbankum untuk Perkuat Akses Keadilan di Papua Barat

May 18, 2026 - 19:45
 0  5
Menteri Hukum Resmikan 2.025 Posbankum untuk Perkuat Akses Keadilan di Papua Barat

Dalam upaya memperluas akses keadilan khususnya bagi warga kurang mampu di wilayah Timur Indonesia, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas secara resmi meresmikan sebanyak 2.025 pos bantuan hukum (posbankum) yang tersebar di Provinsi Papua Barat dan Papua Barat Daya. Peresmian ini berlangsung di Sorong pada hari Senin dan menjadi langkah strategis pemerintah memperkuat keadilan berbasis masyarakat lokal.

Ad
Ad

Posbankum: Memperkuat Penyelesaian Sengketa Berbasis Hukum Adat

Dalam sambutannya, Menkum Supratman menegaskan bahwa pendirian posbankum merupakan bagian dari inisiatif untuk menguatkan mekanisme penyelesaian sengketa yang sudah tumbuh di masyarakat Papua. Ia menyoroti pentingnya kearifan lokal dan hukum adat yang selama ini menjadi solusi utama dalam menyelesaikan konflik di komunitas adat.

"Di Papua sebenarnya sudah ada kearifan lokal dalam menyelesaikan sengketa, baik di lingkungan masyarakat adat maupun antarkomunitas adat. Mekanisme hukum adat itu tetap diakui dan dapat menjadi solusi penyelesaian konflik," ujar Supratman.

Jumlah posbankum yang diresmikan terdiri dari 1.055 posbankum di Papua Barat Daya dan 970 posbankum di Papua Barat. Posbankum ini berfungsi sebagai pusat konsultasi hukum sekaligus tempat rujukan bagi masyarakat, terutama mereka yang kurang mampu dan membutuhkan pendampingan hukum di pengadilan.

Dukungan Lembaga Bantuan Hukum dan Peran Pemerintah Daerah

Selain posbankum, Supratman menjelaskan bahwa ada enam lembaga bantuan hukum (LBH) yang sudah mendapatkan dukungan pemerintah untuk memberikan layanan hukum gratis di kedua provinsi tersebut. Namun, ia juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah daerah untuk ikut mendukung penguatan dan penyediaan lembaga bantuan hukum agar jangkauan layanan semakin luas.

"Saya memohon kepada gubernur dan wakil gubernur agar pemerintah daerah ikut serta dalam proses penyediaan lembaga bantuan hukum sehingga semakin banyak masyarakat yang bisa mendapatkan pendampingan," tegas Menkum.

Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan program posbankum sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat akses keadilan.

Penerapan Keadilan Restoratif dan Dukungan Anggaran Berkelanjutan

Dalam menjalankan program ini, pemerintah mengedepankan pendekatan keadilan restoratif yang menitikberatkan pada penyelesaian masalah secara damai dan musyawarah, bukan sekadar prosedur hukum formal. Pendekatan ini dinilai sesuai dengan nilai-nilai budaya masyarakat Papua.

Selain itu, Kementerian Hukum juga berkomitmen untuk terus mendorong dukungan anggaran dari APBN dan APBD guna memastikan operasional posbankum berjalan berkelanjutan. Menurut Supratman, pada Jumat, 22 Mei, dia akan bertemu Menteri Bappenas untuk membahas dukungan anggaran dan penguatan pelayanan umum, termasuk posbankum yang baru akan dimulai secara resmi pada 2025 dan direncanakan berlanjut di tahun-tahun berikutnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peresmian 2.025 posbankum di Papua Barat dan Papua Barat Daya bukan hanya sekadar penambahan fasilitas layanan hukum, tetapi juga merupakan langkah strategis memperkuat keadilan sosial di wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Dengan mengakui dan mengintegrasikan hukum adat ke dalam sistem penyelesaian sengketa, pemerintah menunjukkan pendekatan yang lebih berbudaya dan inklusif.

Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana memastikan keberlanjutan dukungan baik dari segi anggaran maupun sumber daya manusia yang mampu menjalankan posbankum secara efektif. Jika pemerintah daerah tidak aktif berpartisipasi, maka potensi akses keadilan bagi masyarakat kurang mampu tetap akan terhambat.

Ke depan, publik perlu mengawasi implementasi program ini, terutama efektivitas posbankum dalam memberikan konsultasi dan pendampingan hukum yang sesuai kebutuhan masyarakat Papua. Inisiatif ini bisa menjadi model baru dalam memperkuat sistem hukum di daerah terpencil sekaligus menjaga harmoni sosial melalui keadilan restoratif.

Untuk informasi lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca berita asli di Antara News dan mengikuti perkembangan hukum serta kebijakan pemerintah di situs resmi Kementerian Hukum dan HAM.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad