7 Langkah Strategis Bank Indonesia Perkuat Rupiah di Tengah Tekanan Dolar AS

May 19, 2026 - 00:50
 0  4
7 Langkah Strategis Bank Indonesia Perkuat Rupiah di Tengah Tekanan Dolar AS

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan tujuh langkah strategis yang diambil oleh bank sentral guna memperkuat nilai tukar rupiah yang tengah mengalami tekanan akibat penguatan dolar AS. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Senin (18/5/2026).

Ad
Ad

Tekanan rupiah terhadap dolar AS semakin terasa, dengan nilai tukar yang tercatat pada level Rp17.668 per dolar AS, melemah sekitar 0,40 persen atau 71 poin dibandingkan perdagangan sebelumnya. Kondisi ini memicu perhatian anggota DPR yang mempertanyakan langkah BI dalam menstabilkan rupiah.

7 Langkah Penguatan Rupiah oleh Bank Indonesia

Perry menjelaskan secara rinci tujuh langkah yang diambil BI untuk menahan pelemahan rupiah:

  1. Meningkatkan Intervensi di Pasar Valas
    BI memperkuat intervensi baik di pasar domestik melalui instrumen spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun di pasar luar negeri lewat Non-Deliverable Forward (NDF). Intervensi ini dilakukan dalam jumlah besar untuk menstabilkan rupiah. Perry mengungkapkan bahwa cadangan devisa turun sekitar US$10 miliar akibat intervensi tersebut, namun sebagian besar intervensi menggunakan instrumen swap dan hedging agar cadangan devisa tidak terkuras habis.
  2. Menaikkan Suku Bunga Instrumen Moneter SRBI
    BI menaikkan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) hampir 100 basis poin menjadi 6,41 persen untuk tenor 12 bulan, bertujuan menarik modal asing masuk dan memperkuat stabilitas rupiah. Kebijakan ini mulai membuahkan hasil dengan berbaliknya arus modal asing menjadi inflow setelah sebelumnya terjadi outflow.
  3. Membeli Surat Berharga Negara (SBN) di Pasar Sekunder
    Untuk menjaga likuiditas rupiah, BI membeli SBN dengan nilai Rp133,39 triliun hingga Mei 2026 dan Rp332,14 triliun sepanjang 2025. Selain itu, BI melakukan operasi moneter dengan menjual SBN jangka pendek dan membeli SBN jangka panjang agar yield SBN tetap stabil.
  4. Menjaga Kecukupan Likuiditas Pasar Uang dan Perbankan
    BI memastikan pertumbuhan uang primer (M0) berada pada level double digit, naik dari 11,8 persen pada Maret 2026 menjadi 14,1 persen pada April 2026, sesuai koordinasi dengan kebijakan fiskal untuk mendukung stabilitas pasar uang.
  5. Memperketat Pembelian Dolar AS Tanpa Underlying Transaksi
    BI menurunkan batas pembelian dolar tanpa underlying dari US$100 ribu menjadi US$50 ribu sejak April 2026, dan akan kembali diturunkan menjadi US$25 ribu mulai Juni 2026, untuk mengendalikan permintaan dolar yang tidak berdasarkan kebutuhan riil.
  6. Memperluas Penggunaan Transaksi Mata Uang Lokal (Local Currency Transaction/LCT)
    BI mendorong transaksi langsung rupiah-yuan, termasuk yang terhubung dengan Hongkong dan China, sekaligus menunjuk bank domestik untuk menjual instrumen offshore NDF di luar negeri guna memperkuat posisi rupiah di pasar internasional.
  7. Memperketat Pengawasan Transaksi Pembelian Dolar Besar
    BI meningkatkan pengawasan terhadap bank dan korporasi yang melakukan transaksi pembelian dolar dalam jumlah besar, guna mencegah spekulasi yang dapat memperlemah rupiah.

Posisi Cadangan Devisa dan Implikasi Kebijakan

Meskipun terjadi penurunan cadangan devisa sekitar US$10 miliar, Perry memastikan posisi cadangan devisa Indonesia masih aman dan sesuai standar yang ditetapkan oleh Dana Moneter Internasional (IMF). Hal ini menandakan BI tetap memiliki ruang gerak untuk melakukan intervensi bila diperlukan.

Kebijakan suku bunga yang agresif pada instrumen SRBI juga menjadi senjata ampuh untuk menarik kembali modal asing yang sempat keluar dari pasar domestik, sehingga membantu stabilisasi rupiah. Namun, BI terus memantau dinamika pasar global yang berpotensi memengaruhi nilai tukar, seperti kebijakan moneter Federal Reserve AS dan kondisi geopolitik yang bergejolak.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah-langkah yang diambil BI menunjukkan komitmen kuat bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tantangan eksternal yang signifikan. Penggunaan kombinasi intervensi pasar valas, kebijakan suku bunga, dan penguatan transaksi mata uang lokal menunjukkan pendekatan multifaset yang diperlukan untuk menghadapi volatilitas pasar global.

Namun, penurunan cadangan devisa sebesar US$10 miliar juga menjadi sinyal penting bahwa stabilisasi rupiah membutuhkan biaya yang tidak kecil dan tidak bisa dilakukan secara permanen tanpa risiko. BI perlu terus memperkuat koordinasi dengan kebijakan fiskal dan mendorong fundamental ekonomi agar ketergantungan pada intervensi pasar valas bisa dikurangi secara bertahap.

Selanjutnya, perhatian publik dan pelaku pasar harus terus memantau bagaimana kebijakan pembatasan pembelian dolar dan perluasan transaksi mata uang lokal berpengaruh terhadap arus modal dan aktivitas perdagangan internasional Indonesia. Ini menjadi kunci untuk memastikan rupiah tidak hanya stabil sesaat, tetapi juga berdaya tahan jangka panjang.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca laporan asli dari CNN Indonesia serta mengikuti perkembangan di media keuangan terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad