Banjir Bandar Lampung dan Lampung Selatan: 3 Warga Tewas, 15 Kecamatan Terendam

Mar 9, 2026 - 08:50
 0  5
Banjir Bandar Lampung dan Lampung Selatan: 3 Warga Tewas, 15 Kecamatan Terendam

Banjir yang melanda Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat, 6 Maret 2026, telah menyebabkan dampak serius, termasuk 3 warga meninggal dunia dan genangan air di 15 kecamatan di kedua wilayah tersebut. Informasi ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung melalui analis bencana Wahyu Hidayat.

Ad
Ad

Banjir Meluas di Bandar Lampung dan Lampung Selatan

Menurut Wahyu Hidayat, hujan deras yang mengguyur wilayah Lampung pada hari itu memicu banjir di sejumlah lokasi. Di Kota Bandar Lampung, tercatat ada 44 titik banjir yang tersebar di 11 kecamatan, antara lain Sukarame, Way Halim, Tanjung Senang, Labuhan Ratu, Rajabasa, Enggal, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Tanjungkarang Pusat, Sukabumi, dan Kedamaian.

Sementara itu, di Kabupaten Lampung Selatan, banjir merendam empat kecamatan utama, yaitu Jati Agung, Tanjung Sari, Natar, dan Tanjung Bintang.

Korban Jiwa dan Wilayah Terdampak

Tiga korban meninggal dunia akibat banjir tersebut, dua di antaranya adalah anak-anak. Korban pertama adalah Dikki Cahyana (9 tahun) dari Desa Kali Asin, Kecamatan Tanjung Bintang, Lampung Selatan. Korban kedua, Muhammad Satria (10 tahun), berasal dari Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung. Satu korban dewasa lainnya masih dalam proses identifikasi dan autopsi.

Dampak banjir di Lampung Selatan cukup luas, dengan 939 kepala keluarga (KK) terdampak dari berbagai desa di empat kecamatan. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kecamatan Jati Agung: 665 KK terdampak di tujuh desa, dengan Desa Way Hui menjadi wilayah dengan jumlah warga terdampak terbanyak, mencapai 198 KK atau 594 jiwa.
  • Kecamatan Tanjung Sari: 38 KK terdampak akibat jebolnya tanggul Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Way Galih di Desa Malang Sari dan Desa Kertosari.
  • Kecamatan Natar: 143 KK terdampak di Desa Hajimena dan Desa Sidosari.
  • Kecamatan Tanjung Bintang: 93 KK terdampak dari tiga desa, yakni Desa Lematang, Desa Way Galih, dan Desa Sabah Balau, akibat meluapnya Sungai Lematang.

Selain itu, satu unit kantor UPT Pertanian di Kecamatan Tanjung Bintang juga terdampak banjir.

Bantuan dan Respons Pemerintah

Menanggapi bencana ini, Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Sosial memberikan perhatian serius. Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, bersama Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, telah mengunjungi keluarga korban dan menyerahkan santunan.

Dinas Sosial juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan buffer stok kepada warga terdampak. Pemerintah mengajukan santunan sebesar Rp10 juta dari Gubernur Lampung dan Rp15 juta dari Kementerian Sosial RI untuk masing-masing ahli waris korban meninggal dunia. Santunan tersebut akan ditransfer langsung ke rekening penerima agar tepat sasaran.

Di tingkat kota, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyalurkan bantuan berupa beras sebanyak 10 kilogram dan uang tunai Rp1 juta kepada warga yang rumahnya terdampak banjir. Ia menegaskan pemerintah kota bergerak cepat untuk penanganan dan bantuan langsung ke lokasi terdampak.

Penanganan dan Kondisi Terkini

Beberapa wilayah yang terdampak banjir sudah mulai mengalami penurunan genangan air, namun sebagian lainnya masih dalam proses penanganan oleh petugas BPBD dan instansi terkait. Penanganan darurat terus dilakukan untuk mengurangi dampak bagi warga dan memulihkan kondisi normal secepat mungkin.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda wilayah Bandar Lampung dan Lampung Selatan ini menjadi peringatan serius terkait pengelolaan tata ruang dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Curah hujan tinggi yang terus terjadi akibat perubahan iklim mengharuskan pemerintah daerah untuk memperkuat sistem drainase, penanganan tanggul, dan kesiapsiagaan bencana.

Selain dampak langsung seperti korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, banjir juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan dan sosial jangka panjang jika penanganan dan bantuan tidak optimal. Oleh karena itu, koordinasi antara BPBD, Dinas Sosial, dan pemerintah daerah harus diperkuat untuk memastikan bantuan cepat dan tepat sasaran, serta pencegahan kejadian serupa di masa depan.

Ke depan, warga dan pemerintah harus bersama-sama mengedepankan mitigasi bencana, termasuk edukasi kesiapsiagaan dan pengendalian pembangunan yang tidak memperparah risiko banjir. Redaksi akan terus memantau perkembangan bantuan dan upaya penanggulangan bencana ini, agar menjadi pelajaran penting bagi Lampung dan daerah lain di Indonesia.

Untuk informasi terbaru dan update penanganan banjir, pembaca disarankan untuk terus mengikuti berita di media terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad