Video Ungkap Rudal AS Hantam SD di Iran, Bantah Klaim Trump soal Serangan
Video terbaru yang dirilis oleh kantor berita semi-resmi Iran, Mehr News, mengungkap bukti kuat bahwa Amerika Serikat meluncurkan serangan udara di dekat sekolah dasar di Minab, Iran, yang menewaskan 160 siswa pada 28 Februari 2026. Insiden tragis ini terjadi pada hari yang sama saat AS dan Israel memulai serangan udara ke Iran, menimbulkan kontroversi dan perdebatan global.
Serangan Rudal Tomahawk Terbukti Hantam Sekolah Dasar Minab
Video yang beredar secara luas menampilkan momen ketika rudal jenis Tomahawk BGM/UGM-109, senjata jelajah yang dioperasikan Angkatan Laut AS, menghantam kawasan dekat sekolah dasar Shajareh Tayyiba di Minab. Rekaman tersebut diambil dari lokasi konstruksi terdekat dan menunjukkan kepulan asap besar yang membubung dari arah sekolah.
Sam Lair, peneliti dari James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS), dalam wawancara dengan CNN mengonfirmasi bahwa amunisi dalam video cocok dengan karakteristik rudal Tomahawk Land Attack Missile (TLAM). Ia menjelaskan:
"Video tersebut sesuai dengan bentuk visual TLAM yang berbentuk seperti salib dengan sayap di tengah dan ekor di belakang. Jarak pengambilan video sekitar 250 meter dari titik benturan, menunjukkan amunisi berukuran besar yang mengesampingkan kemungkinan jenis lain seperti GBU-69B."
Para pakar senjata juga menambahkan bahwa penggunaan rudal Tomahawk sangat lazim dalam serangan pembukaan sebelum menguasai udara.
Klaim Trump dan Penyelidikan AS yang Berbeda
Presiden AS Donald Trump pada 7 Maret 2026 menyalahkan Iran atas serangan di Minab yang menewaskan sedikitnya 168 anak dan 14 guru. Ia menyatakan kepada wartawan di atas pesawat Air Force One bahwa "serangan itu dilakukan oleh Iran" dan meremehkan kemampuan amunisi Iran yang menurutnya "sangat tidak akurat".
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengaku pihaknya tengah menyelidiki insiden tersebut, tetapi tetap menuding Iran sebagai pihak yang menargetkan warga sipil.
Namun, bukti video dan analisis satelit yang dipublikasikan oleh CNN dan media lainnya menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan peluncuran rudal AS, bukan dari Iran, menepis klaim sepihak Trump dan pejabat AS lainnya.
Analisis Lokasi dan Target Serangan
Analisis mendalam menunjukkan bahwa rudal menghantam bangunan di dalam atau tepat di sebelah klinik medis yang dioperasikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di pangkalan militer tersebut. Meskipun video tidak menunjukkan langsung hantaman ke sekolah dasar, kepulan asap dan kepanikan warga di sekitar lokasi menandakan bahwa serangan ini berdampak langsung pada area sekolah.
Insiden ini menimbulkan korban jiwa yang besar, terutama di kalangan anak-anak dan guru, yang memicu kecaman dari berbagai pihak dan penguatan tuduhan terhadap AS.
Reaksi dan Dampak Konflik AS-Iran
- Iran sejak awal menuduh AS bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menganggapnya sebagai tindakan agresi yang melanggar hukum internasional.
- AS dan Israel memulai serangan udara pada hari yang sama sebagai bagian dari eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
- Serangan ini memperburuk ketegangan geopolitik dan meningkatkan risiko konfrontasi militer yang lebih luas.
- Kematian ratusan siswa dan guru menimbulkan gelombang kemarahan dan duka di dalam negeri Iran dan komunitas internasional.
- Insiden ini juga menimbulkan pertanyaan serius tentang penggunaan senjata presisi dan perlindungan warga sipil dalam operasi militer.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, video yang mengungkap penggunaan rudal Tomahawk AS dalam serangan ini adalah game-changer dalam narasi resmi yang selama ini dipaksakan oleh pemerintah AS, khususnya klaim Presiden Trump yang menyalahkan Iran secara sepihak. Bukti visual dan analisis ahli menunjukkan bahwa AS tidak hanya berperan sebagai agresor, tetapi juga gagal melindungi warga sipil dalam operasi militer mereka.
Konsekuensi jangka panjang dari insiden ini adalah meningkatnya ketidakpercayaan global terhadap klaim dan tindakan militer AS, serta potensi peningkatan dukungan internasional kepada Iran dalam menghadapi tekanan. Selain itu, insiden ini menjadi peringatan keras bagi komunitas internasional tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam konflik bersenjata, terutama yang melibatkan senjata canggih seperti rudal jelajah.
Kedepannya, publik dan media harus terus mengawasi perkembangan investigasi resmi dan menuntut bukti yang jelas mengenai siapa yang bertanggung jawab atas insiden tragis ini. Hal ini krusial agar kebenaran tidak terkaburkan oleh propaganda dan kepentingan politik semata.
Insiden ini juga menyoroti perlunya pendekatan diplomasi yang lebih serius dan upaya perdamaian guna mencegah jatuhnya korban sipil yang tidak berdosa di masa depan.
Terus ikuti perkembangan terbaru dari konflik AS-Iran dan dampaknya terhadap stabilitas regional serta kemanusiaan global.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0