Rupiah Ambrol ke Rp17 Ribu: Dampak Konflik AS-Israel ke Iran pada Pasar

Mar 9, 2026 - 11:22
 0  6
Rupiah Ambrol ke Rp17 Ribu: Dampak Konflik AS-Israel ke Iran pada Pasar

Nilai tukar rupiah resmi menembus level psikologis Rp17 ribu pada perdagangan pagi hari Senin, 9 Maret 2026. Pelemahan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik akibat serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang menyebabkan lonjakan harga minyak dunia.

Ad
Ad

Melansir data Bloomberg pukul 09.03 WIB, rupiah melemah 84 poin atau 0,50 persen terhadap dolar AS ke level Rp17.090 per dolar AS. Sebelumnya pada perdagangan Jumat (6/3), rupiah ditutup di posisi Rp16.925 per dolar AS, melemah 20 poin atau 0,12 persen dari sesi sebelumnya.

Sentimen Global dan Lonjakan Harga Minyak

Sentimen global yang memengaruhi pelemahan rupiah adalah konflik yang semakin memanas antara AS dan Israel dengan Iran. Konflik ini mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia yang memecahkan rekor baru sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022.

Harga minyak Brent tercatat melonjak hingga US$104 per barel, naik 12,63 persen, sementara minyak mentah AS naik lebih tinggi lagi sebesar 14,7 persen, menembus level US$100 per barel pada Minggu (8/3). Lonjakan harga minyak ini menimbulkan kekhawatiran investor terhadap potensi gangguan pasokan minyak dari Timur Tengah dalam jangka panjang.

Pergerakan Mata Uang Asia dan Kurs BI

Dalam konteks regional, mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Yen Jepang menguat 0,62 persen, baht Thailand naik 0,44 persen, peso Filipina menguat 0,66 persen, sedangkan yuan China melemah tipis 0,08 persen dan won Korea Selatan turun 0,15 persen.

Sementara itu, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menetapkan rupiah di posisi Rp16.919 per dolar AS. Kondisi ini memperlihatkan tekanan kuat pada rupiah akibat ketidakpastian global dan naiknya harga energi.

Dampak Pelemahan Rupiah pada Pasar Modal

Pelemahan rupiah juga berimbas pada pasar saham domestik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka anjlok sebesar 5,41 persen ke level 7.174 pada pagi hari Senin (9/3), mencerminkan sentimen negatif investor terhadap risiko geopolitik dan tekanan nilai tukar rupiah.

Faktor Penyebab dan Implikasi Jangka Panjang

  • Konflik geopolitik AS dan Israel dengan Iran memicu ketidakpastian pasar global dan mempengaruhi harga minyak dunia.
  • Lonjakan harga minyak meningkatkan biaya impor energi Indonesia yang berdampak pada defisit neraca pembayaran dan tekanan inflasi.
  • Pelemahan rupiah menambah beban bagi perusahaan yang memiliki utang dalam dolar AS.
  • Investor asing cenderung menarik dana dari pasar saham Indonesia sehingga menyebabkan penurunan IHSG.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, tembusnya rupiah ke level Rp17 ribu bukan sekadar fenomena nilai tukar biasa, melainkan sinyal kuat bahwa risiko geopolitik global mulai memengaruhi stabilitas ekonomi Indonesia secara nyata. Lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah menimbulkan tekanan ganda: selain melemahkan rupiah, juga meningkatkan biaya produksi dan konsumsi di dalam negeri.

Lebih jauh, pelemahan rupiah ini berpotensi memperburuk defisit transaksi berjalan Indonesia, yang selama ini sudah menjadi perhatian utama Bank Indonesia. Jika konflik berkepanjangan, Indonesia harus waspada terhadap potensi inflasi yang meningkat dan perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat biaya impor energi yang membengkak.

Selain itu, pasar modal yang sudah mengalami koreksi signifikan perlu mendapatkan stimulus kebijakan yang tepat agar investor tidak semakin khawatir dan menarik modal secara masif. Bank Indonesia dan pemerintah harus bersiap dengan kebijakan moneter dan fiskal yang adaptif untuk meredam risiko eksternal ini.

Ke depan, masyarakat dan pelaku usaha perlu memantau perkembangan geopolitik global serta kebijakan pemerintah terkait stabilisasi nilai tukar agar dapat mengambil langkah antisipatif. Situasi ini mengingatkan bahwa ketidakpastian internasional dapat dengan cepat berdampak pada pasar domestik, sehingga kewaspadaan dan kesiapan mitigasi risiko menjadi kunci utama.

Terus ikuti perkembangan berita ini untuk informasi terbaru dan analisis mendalam terkait dampak pelemahan rupiah serta prospek ekonomi Indonesia ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad