3 Bukti Serangan Rudal dan Drone Iran Hancurkan Israel Secara Besar-besaran

Mar 10, 2026 - 14:20
 0  3
3 Bukti Serangan Rudal dan Drone Iran Hancurkan Israel Secara Besar-besaran

Serangan rudal dan drone Iran ke wilayah Israel memicu kerusakan besar dan menjadi balasan langsung atas serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, Teheran mengerahkan serangkaian serangan rudal, drone, dan operasi militer yang menargetkan wilayah strategis Israel, termasuk Tel Aviv, kompleks pemerintahan, pos militer utama, serta kilang minyak di Bahrain.

Ad
Ad

1. Serangan Rudal Iran Picu Gelombang Ledakan Besar di Tel Aviv

Pada Jumat, 6 Maret 2026, serangan rudal Iran mengguncang Tel Aviv dengan gelombang ledakan yang menggema di seluruh ibu kota Israel. Stasiun televisi pemerintah Iran menyatakan bahwa rudal-rudal telah ditembakkan tepat ke "jantung Tel Aviv". Jurnalis AFP yang berada di Tel Aviv melaporkan mendengar dua gelombang ledakan hampir bersamaan yang mengguncang kota.

Selain itu, roket-roket yang ditembakkan Iran juga terlihat menerangi langit di Netanya, sebuah kota di utara Tel Aviv di pesisir Laut Mediterania. Setelah serangan, layanan darurat Israel, Magen David Adom, mengirim tim ke berbagai lokasi terdampak untuk memeriksa korban dan bekerja sama dengan polisi dalam evakuasi proyektil yang jatuh di wilayah Israel tengah.

2. Serangan Rudal Iran Hantam Kilang Minyak Bahrain hingga Tel Aviv

Pada Kamis, 5 Maret 2026, serangan rudal Iran menyebabkan kebakaran di kilang minyak utama Bahrain, yaitu Bapco Energies, yang terletak di pulau Sitra. Kebakaran ini terjadi di tengah gelombang serangan militer yang dilancarkan Iran di seluruh wilayah Teluk selama enam hari berturut-turut.

Menurut pusat komunikasi kerajaan Bahrain yang dikutip AFP, kebakaran berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu. Operasi kilang minyak terus berjalan normal setelahnya. Selain itu, ketegangan meningkat di kawasan setelah beberapa staf kedutaan Barat di Riyadh diperintahkan berlindung menyusul serangan terhadap kompleks kedutaan AS awal pekan itu.

Serangan rudal Iran juga kembali memicu ledakan di Tel Aviv pada hari yang sama, menyebabkan kerusakan namun tanpa korban jiwa. Warga yang berada di sekitar lokasi serangan dievakuasi ke tempat perlindungan untuk memastikan keselamatan mereka.

3. Iran Bombardir Kompleks Pemerintahan dan Pusat Militer Israel

Pada Senin, 1 Maret 2026, Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangan rudal ke beberapa target utama Israel, termasuk kompleks pemerintahan di Tel Aviv, pusat militer dan keamanan di Haifa, serta wilayah Yerusalem Timur. Serangan ini merupakan balasan atas serangan udara besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari sebelumnya.

"Di antara target gelombang serangan kesepuluh ini adalah serangan terarah ke kompleks pemerintah rezim Zionis di Tel Aviv, serangan ke pusat militer dan keamanan di Haifa, serta serangan ke Yerusalem Timur," ungkap pernyataan resmi Garda Revolusi yang disiarkan televisi negara.

Dalam serangan ini, Iran menggunakan rudal balistik Kheibar, yang menambah daya hancur serangan ke wilayah yang sangat strategis dan sensitif secara politik. Yerusalem Timur sendiri adalah wilayah mayoritas Arab yang diklaim Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka, sehingga serangan ke sana menambah tingkat ketegangan di kawasan tersebut secara signifikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan rudal dan drone Iran yang menghantam Israel dan bahkan kawasan strategis seperti kilang minyak Bahrain menandai eskalasi ketegangan yang sangat serius di Timur Tengah. Balasan keras Iran ini menunjukkan bahwa Teheran siap memberikan pukulan balik bukan hanya secara simbolis, tetapi juga dengan dampak militer dan ekonomi yang nyata.

Efek dari serangan ini berpotensi meluas, khususnya dalam hal keamanan energi global mengingat serangan ke kilang minyak Bahrain, serta keamanan regional di Timur Tengah yang sudah sangat rentan. Rangkaian serangan ini juga dapat memicu respons militer lebih besar dari Amerika Serikat dan sekutunya, yang berisiko menjerumuskan kawasan ke konflik terbuka lebih luas.

Ke depan, publik dan pengamat dunia perlu memantau dengan seksama langkah diplomasi dan militer dari semua pihak terkait. Apakah ketegangan ini akan terus meningkat atau ada peluang perundingan damai yang muncul menjadi kunci utama bagi stabilitas global dan regional. Pada saat yang sama, perkembangan teknologi drone dan rudal balistik yang digunakan Iran menandai perubahan signifikan dalam taktik peperangan modern yang perlu diantisipasi oleh negara-negara lain.

Terus ikuti berita terbaru untuk mendapatkan update mendalam mengenai perkembangan konflik Iran-Israel dan dampaknya terhadap geopolitik dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad