Banjir di Periuk Kota Tangerang Berangsur Surut, Tinggi Air Turun Drastis

Mar 10, 2026 - 16:20
 0  3
Banjir di Periuk Kota Tangerang Berangsur Surut, Tinggi Air Turun Drastis

Banjir di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, yang sebelumnya mencapai ketinggian hingga 5,5 meter, kini mulai berangsur surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menginformasikan bahwa pada Selasa, 10 Maret 2026, pukul 11.00 WIB, ketinggian air di kawasan terdampak tinggal sekitar 2 meter.

Ad
Ad

Kondisi Banjir dan Penyebab Utama

Banjir parah yang melanda wilayah Periuk dan sekitarnya terjadi akibat hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat sejak Sabtu malam, 7 Maret 2026. Curah hujan tinggi ini menyebabkan sejumlah sungai besar di Tangerang seperti Kali Angke, Sungai Cirarab, Kali Sabi, Kali Ledug, dan Kali Tengah meluap sehingga menimbulkan banjir di beberapa kecamatan.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, hampir seluruh titik genangan di 11 kecamatan sudah mulai surut, kecuali di Kecamatan Periuk yang masih menjadi titik utama banjir dengan ketinggian air cukup signifikan.

Dampak Banjir di Kecamatan Periuk

Di beberapa kawasan Periuk seperti Periuk Damai, Villa Mutiara Pluit, Total Persada Raya, Garden City, dan Taman Elang, air masih tersisa namun terus menurun. Ketinggian banjir sempat mencapai sekitar 4 meter di Perumahan Periuk Damai, kini berkurang menjadi sekitar 2 meter.

Mahdiar juga menyampaikan bahwa dari total lebih dari 13 ribu jiwa terdampak banjir, sekitar 6.842 jiwa telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang tersebar di balai warga, masjid, gedung posyandu, dan sarana olahraga. Sebagian besar warga yang mengungsi sudah mulai kembali ke rumah mereka setelah kondisi air membaik, kecuali warga di Kecamatan Periuk.

Upaya Penanggulangan oleh Pemerintah Kota Tangerang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengoperasikan puluhan pompa air di berbagai titik banjir untuk mempercepat proses penyedotan air.

  • Di kawasan Total Periuk terdapat sekitar 20 pompa air yang beroperasi.
  • Perumahan Garden City menggunakan sekitar 8 pompa air.
  • Kawasan Situ Bulakan dikerahkan 6 pompa air.

Beberapa pompa sempat tidak berfungsi karena terendam banjir, namun saat ini sudah diperbaiki dan sebagian besar kembali beroperasi maksimal untuk mendukung proses pengeringan.

Tinjauan Lengkap Titik Banjir dan Tinggi Air

Berdasarkan data BPBD per Senin, 9 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, terdapat 22 titik banjir dan genangan di wilayah Periuk, yang tersebar di tiga kelurahan utama: Periuk, Gembor, dan Gebang Raya.

Ketinggian banjir di beberapa titik terukur sebagai berikut:

  • Perumahan Periuk Damai (RW 008): 5,5 meter
  • Villa Mutiara Pluit (RW 011): 3 meter
  • Perumahan Total Persada Raya (RW 008): 3 meter
  • Wilayah Perumahan Purati dan Villa Tangerang Indah masih mengalami genangan air antara 20 cm sampai 55 cm.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda Periuk Kota Tangerang ini bukan hanya masalah musiman, melainkan mencerminkan tantangan besar dalam pengelolaan tata ruang dan infrastruktur pengendalian banjir. Luapan sungai yang menyebabkan ketinggian banjir ekstrem hingga 5,5 meter menandakan perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan tanggul di kawasan tersebut.

Langkah cepat BPBD dan DPUPR dalam evakuasi serta pengoperasian pompa air patut diapresiasi, namun upaya tersebut bersifat reaktif. Ke depan, pemerintah daerah harus memperkuat mitigasi bencana dengan investasi infrastruktur tahan banjir dan sistem peringatan dini yang lebih efektif agar dampak bencana bisa diminimalisir.

Pemantauan kondisi banjir secara real-time dan peningkatan kesadaran warga terhadap risiko banjir juga menjadi kunci penting. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama di daerah rawan genangan seperti Periuk. Perkembangan situasi banjir ini akan terus kami pantau dan laporkan agar masyarakat mendapat informasi terkini.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Banjir di Kecamatan Periuk Kota Tangerang mulai berangsur surut setelah terjadi luapan sungai akibat hujan deras selama beberapa hari. Ketinggian air yang sempat mencapai 5,5 meter kini turun menjadi sekitar 2 meter berkat upaya evakuasi dan pompa air yang dikerahkan. Namun, sejumlah warga masih harus mengungsi dan pemulihan infrastruktur masih diperlukan.

Pemerintah Kota Tangerang diharapkan terus memantau kondisi, memperbaiki infrastruktur, dan meningkatkan kesiapsiagaan bencana untuk menghadapi potensi banjir di masa depan. Masyarakat juga diimbau untuk mengikuti arahan resmi dan tetap berhati-hati saat musim hujan berlangsung.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad