300 Hektare Lahan Pertanian Situbondo Rusak Parah Akibat Banjir Bandang Maret 2026

Mar 10, 2026 - 22:20
 0  5
300 Hektare Lahan Pertanian Situbondo Rusak Parah Akibat Banjir Bandang Maret 2026

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada Sabtu malam, 7 Maret 2026, telah menyebabkan kerusakan signifikan pada sektor pertanian lokal. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertangan) Situbondo melaporkan bahwa sekitar 300 hektare lahan pertanian terdampak banjir bandang ini, dengan sebagian besar tanaman padi yang mengalami kerusakan berat.

Ad
Ad

Dampak Luas Banjir Bandang Terhadap Lahan Pertanian Situbondo

Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi pada awal Maret ini memiliki dampak jauh lebih besar dibandingkan dengan banjir sebelumnya yang terjadi pada 21 Januari 2026.

"Banjir bandang kedua pada Sabtu (7 Maret) malam kemarin lebih besar dibandingkan banjir sebelumnya pada 21 Januari lalu, dan dampaknya cukup signifikan. Data sementara luasannya sekitar 300 hektare," ujar Bupati Situbondo.

Untuk banjir pada Januari lalu, lahan yang terdampak tercatat hanya sekitar 5,5 hektare di Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Namun, kali ini kerusakan meluas ke banyak wilayah, dan pendataan masih terus dilakukan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Kerusakan dan Kekhawatiran Petani Pasca Banjir

Banjir bandang ini tidak hanya menghancurkan tanaman yang telah ditanam petani sebelumnya, tetapi juga memupus harapan mereka untuk kembali menanam dalam waktu dekat. Banyak petani yang memilih tidak menanam kembali karena takut banjir akan datang kembali akibat hujan yang masih terus turun.

"Saat ini petani banyak yang belum tanam kembali karena takut ada hujan lagi, terus banjir lagi," kata Rio.

Kondisi ini tentu berdampak pada produktivitas pertanian dan ketahanan pangan lokal, mengingat Situbondo merupakan salah satu daerah penghasil padi di Jawa Timur.

Upaya Penanganan dan Normalisasi Sungai

Menanggapi kondisi ini, Bupati Situbondo meminta agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Permukiman untuk segera melakukan penanganan pasca-banjir, terutama normalisasi sungai dan pengelolaan sampah yang menjadi penyebab banjir bandang.

"Normalisasi dan permasalahan sampah yang ada di sungai kami minta segera dilakukan tindak lanjut agar sungai berfungsi dengan baik," ujar Rio.

Penanganan ini penting untuk mencegah terulangnya banjir bandang yang semakin merusak lahan pertanian dan infrastruktur.

Kerusakan Infrastruktur dan Dampak Sosial

Selain lahan pertanian, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Ribuan rumah warga terdampak dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di beberapa wilayah.

Kerusakan ini menimbulkan tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk mempercepat pemulihan dan membantu warga terdampak agar dapat kembali menjalankan aktivitas normal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir bandang yang melanda Situbondo bukan sekadar bencana alam biasa, melainkan alarm serius terkait pengelolaan lingkungan dan tata ruang di wilayah tersebut. Kerusakan 300 hektare lahan pertanian menunjukkan bahwa dampak ekonomi bagi petani dan ketahanan pangan setempat dapat berlangsung dalam jangka panjang jika tidak segera ditangani dengan komprehensif.

Faktor penyebab banjir, seperti sampah yang menyumbat aliran sungai, menuntut perhatian lebih serius dari pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan normalisasi sungai dan mengelola sampah dengan lebih baik. Jika langkah ini tidak dilakukan, risiko banjir bandang dengan kerusakan yang lebih parah akan terus membayangi Situbondo.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah harus bersama-sama membangun sistem peringatan dini banjir dan mengembangkan program rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak. Selain itu, penting juga untuk mendorong diversifikasi mata pencaharian petani agar mereka tidak terlalu bergantung pada satu musim tanam yang rentan terhadap bencana.

Pemerintah pusat dan daerah juga perlu mengalokasikan anggaran yang memadai untuk pemulihan infrastruktur dan mendukung petani agar dapat bangkit kembali. Monitoring dan evaluasi berkala terhadap kondisi sungai dan lahan pertanian harus menjadi prioritas agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa depan.

Dengan perhatian serius dan kolaborasi lintas sektor, Situbondo berpeluang bangkit dari bencana ini dan menjaga ketahanan pangan serta kesejahteraan petani tetap terjaga.

Terus ikuti update berita terkini untuk mengetahui perkembangan penanganan pasca-banjir di Situbondo dan informasi penting lainnya terkait bencana di Jawa Timur.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad