Harga Pangan di Gaza Meroket Akibat Perang AS-Israel vs Iran dan Penutupan Perbatasan

Mar 11, 2026 - 01:40
 0  5
Harga Pangan di Gaza Meroket Akibat Perang AS-Israel vs Iran dan Penutupan Perbatasan

Harga bahan makanan di Jalur Gaza, Palestina, mengalami lonjakan drastis seiring dengan meletusnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Kondisi ini diperparah dengan pembatasan ketat atas logistik yang masuk ke wilayah tersebut melalui perbatasan dengan Mesir.

Ad
Ad

Penutupan Perbatasan dan Dampaknya pada Harga Pangan di Gaza

Meskipun intensitas serangan Israel di Gaza mulai menurun, pembatasan akses logistik akibat penutupan perbatasan telah menyebabkan kelangkaan barang kebutuhan pokok. Seperti dilaporkan oleh Al Jazeera, warga Gaza merasakan langsung dampak kenaikan harga yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, beberapa bahan pokok menghilang dari pasaran sama sekali.

"Masyarakat tidak mampu lagi membeli sayuran dan buah-buahan karena harga yang tinggi akibat perang antara Israel dan Iran," ungkap seorang warga Gaza.

Perbatasan antara Israel dan Mesir, yang menjadi jalur utama masuknya bantuan internasional ke Gaza, kini dibatasi secara ketat. Hal ini membuat pasokan makanan, bahan bakar, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya semakin sulit didapat.

Efek Penutupan Perbatasan Sejak 28 Februari

Penutupan perbatasan dimulai sejak 28 Februari 2026, bertepatan dengan serangan gabungan AS dan Israel ke Iran. Akibatnya, bantuan kemanusiaan yang seharusnya memasuki Gaza ikut terhambat. Beberapa hari setelahnya, pihak Israel membuka kembali pintu masuk di Kerem Abu Salem, namun dengan pembatasan ketat, hanya sebagian kecil bantuan yang diizinkan masuk.

Menurut Hanan Balkhy, Direktur Regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk wilayah Mediterania Timur, saat ini hanya sekitar 200 truk per hari yang memasuki Gaza, jauh berkurang dari biasanya yang mencapai 600 truk per hari. Penurunan drastis ini mengakibatkan sekitar 18.000 orang, termasuk anak-anak, masih menunggu evakuasi dan bantuan medis.

Konsekuensi Krisis Pangan dan Bantuan Kemanusiaan

Krisis pangan yang terjadi di Gaza bukan hanya soal kenaikan harga, tetapi juga berkaitan dengan kelangkaan bahan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat. Berikut beberapa dampak utama dari situasi ini:

  • Kenaikan harga sayur dan buah-buahan yang mencapai tingkat yang tidak terjangkau bagi sebagian besar warga.
  • Keterbatasan pasokan bahan bakar yang mempengaruhi aktivitas harian dan distribusi barang.
  • Kekurangan obat-obatan yang memperparah kondisi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.
  • Penundaan evakuasi warga yang membutuhkan perawatan medis di luar Gaza.

Situasi ini membayangi kondisi kemanusiaan di Gaza yang sudah lama berada dalam tekanan akibat blokade dan konflik berkepanjangan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga pangan di Gaza bukan sekadar efek samping dari peperangan, melainkan cerminan dari krisis kemanusiaan yang semakin memburuk akibat kebijakan politik dan militer yang mengunci akses bantuan penting. Penutupan perbatasan yang diperketat oleh Israel pasca serangan ke Iran memperlihatkan betapa konflik regional memiliki dampak langsung yang sangat destruktif bagi warga sipil yang tidak berdosa.

Sementara perhatian dunia masih terfokus pada dinamika militer antara kekuatan besar, rakyat Gaza yang terjebak dalam blokade menghadapi kelaparan dan kekurangan kebutuhan dasar. Hal ini memperlihatkan kebutuhan mendesak untuk solusi diplomatik yang tidak hanya menghentikan kekerasan, tetapi juga membuka akses bantuan kemanusiaan secara penuh dan berkelanjutan.

Ke depan, perhatian internasional harus diarahkan untuk memastikan jalur bantuan tetap terbuka dan mendukung upaya evakuasi warga yang membutuhkan. Jika tidak, lonjakan harga pangan dan kelangkaan barang esensial ini akan berujung pada bencana kemanusiaan yang jauh lebih besar.

Situasi di Gaza patut terus dipantau karena perkembangan perang di Timur Tengah berpotensi memperparah kondisi, tidak hanya bagi Palestina tetapi juga stabilitas regional secara keseluruhan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad