Banjir Lamongan Tak Surut, Ratusan Santri Kuras Air dengan Gayung Protes Pemerintah

Mar 11, 2026 - 05:40
 0  3
Banjir Lamongan Tak Surut, Ratusan Santri Kuras Air dengan Gayung Protes Pemerintah

Banjir yang tidak kunjung surut di Kabupaten Lamongan memaksa ratusan santri Pondok Pesantren Matholi’ul Anwar Simo melakukan aksi unik dengan menguras air banjir menggunakan gayung dan ember. Peristiwa ini terjadi di Desa Sungelebak, Kecamatan Karanggeneng, pada Selasa, 10 Maret 2026, sebagai bentuk protes sekaligus inisiatif membantu pemerintah yang dinilai lamban menangani banjir yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Ad
Ad

Protes Santri dengan Cara Kuras Air Banjir

Ratusan santri terlihat sibuk mengalirkan air banjir dari jalan dan area pesantren menuju saluran drainase. Aksi ini spontan dan menjadi simbol kekecewaan masyarakat atas lambatnya penanganan banjir yang telah mengganjal aktivitas warga selama lebih dari empat bulan.

"Banjir ini sudah menggenangi pesantren dan jalan selama lebih dari empat bulan. Aksi ini bentuk perhatian dan inisiatif kami untuk membantu pemerintah yang belum berhasil mengatasi masalah banjir," ujar Maulana Arif Hidayatulloh, koordinator aksi santri.

Menurut Maulana, banjir yang terjadi tidak hanya menghambat akses jalan warga, tetapi juga membuat permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya untuk pengguna kendaraan.

Kondisi Banjir yang Berlarut dan Dampaknya

Banjir yang telah berlangsung sejak akhir musim hujan tahun lalu ini menyebabkan genangan air mengendap di wilayah pesantren dan jalan utama desa. Kondisi ini mengganggu aktivitas belajar mengajar, mobilitas warga, serta mengancam kelancaran roda perekonomian masyarakat setempat.

  • Genangan air menghambat akses jalan utama warga.
  • Permukaan jalan menjadi licin dan rawan kecelakaan.
  • Aktivitas ekonomi warga terganggu karena sulitnya mobilitas.
  • Santri dan warga harus melakukan drainase manual menggunakan gayung dan ember.

Meski pemerintah daerah telah berupaya menangani banjir, masyarakat masih belum merasakan hasil yang signifikan, sehingga tekanan kepada pemerintah semakin meningkat untuk menemukan solusi permanen.

Desakan Solusi Permanen dari Warga dan Santri

Warga dan para santri berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret yang mampu menyelesaikan masalah banjir secara menyeluruh, agar kejadian seperti ini tidak terulang setiap musim penghujan.

"Kami mendesak pemerintah daerah untuk mencari solusi permanen agar banjir tidak lagi terjadi setiap tahun, sehingga kehidupan warga dan kegiatan pesantren dapat berjalan normal," kata Maulana.

Langkah-langkah yang diperlukan antara lain peningkatan kapasitas drainase, pengelolaan tata ruang yang lebih baik, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung sistem pengendalian banjir.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, aksi ratusan santri yang menguras banjir dengan gayung ini bukan hanya sebuah protes sederhana, melainkan cerminan dari kegagalan sistem penanganan banjir yang berulang di daerah-daerah rawan air seperti Lamongan. Masalah banjir yang berkepanjangan selama berbulan-bulan mencerminkan lemahnya perencanaan dan koordinasi pemerintah daerah dalam mengatasi bencana hidrometeorologi.

Lebih jauh, kondisi ini mengancam aspek sosial dan ekonomi masyarakat, terutama dalam hal pendidikan dan aktivitas ekonomi warga kecil yang sangat bergantung pada kondisi infrastruktur dan lingkungan yang sehat. Jika tidak segera ditangani secara komprehensif, siklus banjir tahunan akan terus menghambat kemajuan daerah dan menimbulkan beban sosial yang semakin besar.

Ke depan, pembaca perlu mengawasi langkah pemerintah daerah dalam mengimplementasikan solusi teknis dan kebijakan yang efektif. Pengawasan publik dan partisipasi aktif masyarakat, termasuk para santri, dapat menjadi kunci keberhasilan penanganan banjir yang berkelanjutan.

Dengan demikian, aksi sederhana menguras air banjir dengan gayung ini justru membuka mata semua pihak bahwa penanganan banjir harus menjadi prioritas dan tidak bisa lagi ditunda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad