Longsor Terjadi Lagi di Jalan Menuju Desa Tempur Jepara, Akses Terputus Total

Mar 11, 2026 - 10:20
 0  4
Longsor Terjadi Lagi di Jalan Menuju Desa Tempur Jepara, Akses Terputus Total

Longsor kembali terjadi di jalan utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang menyebabkan akses warga terputus total. Insiden ini terjadi setelah tebing setinggi sekitar 100 meter longsor dan menimbun jalan dengan material tanah dan batu besar, menghambat mobilitas masyarakat setempat.

Ad
Ad

Lokasi dan Kronologi Longsor

Camat Keling, Lulut Andi Ariyanto, menginformasikan bahwa longsor terjadi di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, namun dampaknya langsung menutup akses jalan utama menuju Desa Tempur. Kepala Desa Tempur, Maryono, menyebutkan bahwa longsor terjadi pada Selasa, 10 Maret 2026, pukul 21.30 WIB.

Material longsor tidak hanya berupa tanah, tetapi juga bebatuan berukuran besar yang menghalangi jalan selebar 4 meter, sehingga jalan tidak bisa dilalui sama sekali. Warga Desa Tempur pun harus mencari jalur alternatif melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, dengan rute yang lebih panjang dan memakan waktu.

Penanganan dan Dampak Longsor

Penanganan longsor tidak bisa dilakukan secara manual karena bebatuan besar cukup banyak dan berat. Oleh karena itu, alat berat berupa excavator breaker kelas 1 ton telah diterjunkan untuk membersihkan material longsor. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menyatakan alat berat yang sebelumnya berada di Kaliombo dipindahkan ke lokasi longsor di Desa Damarwulan.

Proses pembersihan ini harus sangat berhati-hati karena masih ada batu besar yang menggantung di tebing dan berpotensi longsor kembali. Selain menutup akses jalan, longsor ini juga merusak badan jalan yang merupakan satu-satunya akses utama warga Desa Tempur.

Selain itu, longsor juga menyebabkan gangguan pada jaringan listrik PLN akibat satu tiang listrik yang terdampak, sehingga pasokan listrik di desa tersebut sempat terganggu.

Pengaruh Terhadap Warga dan Akses Alternatif

Warga Desa Tempur yang hendak beraktivitas kini harus melewati jalur alternatif melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Jalur ini jauh lebih panjang dan memakan waktu lebih lama, sehingga berdampak pada mobilitas warga sehari-hari.

Desa Tempur sebenarnya sempat terisolir cukup lama pada awal Januari 2026 lalu akibat longsor dan kerusakan badan jalan yang disebabkan oleh arus sungai. Kini, bencana serupa kembali terjadi dalam waktu singkat, memperparah kondisi akses transportasi warga.

Harapan dan Upaya Pemulihan

Kepala Desa Tempur dan aparat terkait berharap penanganan longsor dapat segera selesai agar akses utama warga kembali terbuka. Selain itu, perbaikan jaringan listrik juga menjadi prioritas agar pelayanan listrik dapat pulih kembali.

Upaya percepatan pemulihan terus didorong oleh pemerintah daerah dan BPBD dengan menerjunkan alat berat dan tim teknis untuk memastikan proses pembersihan berjalan lancar dan aman.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa longsor yang berulang di wilayah Desa Tempur ini menandakan adanya kerentanan geografis dan perlunya penanganan mitigasi bencana yang lebih komprehensif. Longsor yang menutup akses vital sudah menjadi ancaman berulang yang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi memicu isolasi sosial dan ekonomi yang berkepanjangan.

Selain itu, ketergantungan pada satu akses jalan utama yang rawan longsor menunjukkan kebutuhan pembangunan infrastruktur alternatif dan penguatan penanganan tebing serta drainase di daerah rawan bencana. Pemerintah daerah harus segera menyusun strategi jangka panjang, termasuk pemetaan risiko dan investasi mitigasi bencana, agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat.

Kedepannya, warga dan pemangku kepentingan harus terus memantau kondisi tebing dan infrastruktur pendukung, serta memperkuat koordinasi dengan BPBD dan dinas terkait agar respons cepat dapat dilakukan saat terjadi bencana. Longsor yang terjadi bukan hanya masalah teknis, tetapi juga soal perlindungan hak warga atas akses yang aman dan berkelanjutan.

Dengan penanganan yang tepat dan koordinasi yang baik, diharapkan Desa Tempur dapat segera pulih dan warganya kembali menjalani aktivitas normal tanpa hambatan akses jalan yang berarti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad