Wamenaker Dorong Integrasi Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja untuk Pelaku Tindak Pidana

Mar 11, 2026 - 22:40
 0  3
Wamenaker Dorong Integrasi Kerja Sosial dan Pelatihan Kerja untuk Pelaku Tindak Pidana

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, menegaskan pentingnya mengintegrasikan program kerja sosial dengan pelatihan kerja bagi para pelaku tindak pidana. Hal ini disampaikan saat kunjungannya ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara di Medan pada Selasa, 10 Maret 2026.

Ad
Ad

Sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Penegak Hukum

Dalam pertemuan tersebut, Afriansyah membahas potensi kerja sama yang lebih konkrit antara sektor ketenagakerjaan dan penegakan hukum. Menurutnya, pelaksanaan kerja sosial tidak boleh hanya sebagai bagian dari proses hukum semata, tetapi harus memberikan manfaat sosial yang nyata dan berkelanjutan bagi pelaku tindak pidana.

“Pelaksanaan kerja sosial tentu harus memiliki wadah konkret seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Medan. Karena itu perlu dibuka kerja sama bagaimana pelaku tindak pidana menjalankan hukumannya sekaligus mendapatkan pelatihan kerja,”
ujar Afriansyah Noor.

Dia menilai bahwa memberikan pelatihan keterampilan kepada pelaku tindak pidana sangat penting agar mereka memiliki bekal untuk kembali berkontribusi positif kepada masyarakat setelah menjalani proses hukum.

Manfaat Pelatihan Kerja untuk Pembinaan Pelaku Tindak Pidana

Inisiatif ini mendapat sambutan positif dari Kepala Kejati Sumatera Utara, Harli Siregar. Menurut Harli, kolaborasi lintas lembaga seperti ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelaksanaan kerja sosial yang selama ini hanya dipandang sebagai sanksi.

“Koordinasi lintas lembaga seperti ini penting untuk memperkuat pelaksanaan kerja sosial agar tidak hanya menjadi bentuk sanksi, tetapi juga bagian dari pembinaan yang memberi keterampilan,”
jelas Harli.

Dengan demikian, kerja sosial diharapkan dapat menjadi program rehabilitasi sosial yang efektif, sekaligus membuka peluang bagi pelaku tindak pidana memperoleh keterampilan yang dapat mendukung kehidupan mereka secara mandiri.

Peran Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas

Afriansyah Noor menekankan perlunya memanfaatkan fasilitas pelatihan yang ada, seperti Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas di Medan, sebagai tempat pelaksanaan pelatihan keterampilan bagi pelaku tindak pidana selama menjalani kerja sosial.

Hal ini menunjukkan pendekatan yang tidak hanya menghukum tetapi juga mendidik dan memberdayakan. Dengan pelatihan vokasi yang tepat, pelaku dapat memperoleh keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja sehingga lebih mudah berintegrasi kembali ke masyarakat.

Potensi Dampak Positif bagi Masyarakat dan Sistem Hukum

Penggabungan program kerja sosial dengan pelatihan kerja ini dapat memberikan beberapa manfaat strategis, antara lain:

  • Meningkatkan efektivitas rehabilitasi sosial bagi pelaku tindak pidana.
  • Memberikan keterampilan yang berguna sehingga mencegah residivisme atau pengulangan tindak pidana.
  • Mendorong kolaborasi sinergis antara kementerian dan lembaga penegak hukum.
  • Memperkuat citra kerja sosial sebagai program pembinaan yang humanis dan produktif.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Wamenaker Afriansyah Noor ini merupakan langkah progresif yang patut diapresiasi dalam reformasi sistem pemasyarakatan dan penegakan hukum di Indonesia. Pendekatan yang menggabungkan rehabilitasi sosial dengan pelatihan keterampilan tidak hanya akan mengurangi angka residivisme, tetapi juga menciptakan sumber daya manusia yang produktif dari kalangan yang sebelumnya terpinggirkan oleh hukum.

Lebih jauh, sinergi antara Kementerian Ketenagakerjaan dan Kejaksaan Tinggi membuka peluang terobosan kebijakan yang dapat direplikasi oleh daerah lain. Program ini juga bisa menjadi model bagi penegakan hukum yang lebih berorientasi pada pembinaan dan pemberdayaan, bukan sekadar hukuman.

Ke depan, publik perlu mengamati bagaimana implementasi konkret kerja sama ini berjalan, terutama dalam hal ketersediaan fasilitas pelatihan yang memadai dan kesinambungan program pasca pelatihan. Bila berhasil, maka ini akan menjadi game-changer dalam sistem pemasyarakatan dan reintegrasi sosial di Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat luas disarankan untuk terus mengikuti perkembangan program ini sebagai bagian dari upaya membangun sistem hukum dan ketenagakerjaan yang lebih manusiawi serta berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad