Konsolidasi Aset Fiber Optik BUMN di Telkom Jadi Mesin Duit Baru

Mar 12, 2026 - 13:20
 0  6
Konsolidasi Aset Fiber Optik BUMN di Telkom Jadi Mesin Duit Baru

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk tengah bersiap menjadi pusat konsolidasi aset fiber optik milik seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dorongan ini datang dari Danantara, pemegang saham mayoritas Telkom, yang ingin mengintegrasikan berbagai bisnis strategis BUMN ke dalam satu entitas agar lebih efisien dan bernilai tinggi.

Ad
Ad

Konsolidasi Fiber Optik Menjadi Fokus Utama Telkom

Direktur Utama TelkomGroup, Dian Siswarini, menjelaskan bahwa arahan dari Danantara tidak hanya menyasar aset fiber optik, tetapi juga real estate dan lini bisnis lain yang dimiliki BUMN. Namun, yang paling menjadi perhatian saat ini adalah konsolidasi aset fiber optik.

"Jadi sekarang dari Danantara arahannya seperti itu, bukan hanya fiber optik tapi real estate dan lainnya," ujar Dian pada Rabu (11/3/2026).

Konsolidasi ini akan menjadi misi utama PT Telkom Infrastruktur Indonesia (TIF) atau yang dikenal dengan nama Infranexia. Rencana pencarian mitra atau investor, baik dari dalam maupun luar negeri, yang sebelumnya sempat direncanakan, kini ditunda hingga tahun depan agar fokus pada penguatan internal.

"Fokus utama tahun ini masih supaya Infranexia jadi fiberco yang mumpuni," tutur Dian. "Ada arahan dari Danantara, bagaimana kalau kami melakukan kajian aset fiber dari BUMN lain dikonsolidasikan."

Siapa Saja BUMN dengan Aset Fiber Optik?

Meskipun Dian tidak menyebutkan secara spesifik BUMN mana saja yang akan mengalihkan aset fiber optiknya ke Infranexia, saat ini terdapat beberapa BUMN besar yang aktif mengelola jaringan fiber optik. Dua di antaranya adalah PT PLN (Persero) melalui anak usahanya, Icon Plus, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui PT Jasa Marga Related Business.

Integrasi aset fiber optik ini diyakini akan memperkuat posisi Telkom sebagai pemain utama di sektor infrastruktur telekomunikasi nasional sekaligus membuka peluang bisnis baru yang signifikan.

Potensi Pendapatan Telkom dari Layanan Fiber Optik

Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, menyampaikan bahwa spin-off bisnis fiber optik ke Infranexia bertujuan meningkatkan pendapatan dari jasa layanan fiber optik yang disediakan untuk pihak ketiga.

Saat ini, kontribusi pendapatan Telkom dari layanan fiber optik untuk pihak eksternal, yang dikenal dengan istilah fiber neutral, baru mencapai 15 persen. Dengan adanya konsolidasi dan spin-off ini, Telkom menargetkan peningkatan kontribusi menjadi antara 25 hingga 40 persen.

"Konsolidasi anak usaha jadi fokus berikutnya sebelum unlock valuenya," kata Budi, menegaskan bahwa penggabungan ini juga diharapkan dapat membuka nilai bisnis yang selama ini tersembunyi.

Manfaat Konsolidasi Aset Fiber Optik untuk Telkom dan BUMN

  • Efisiensi operasional: Mengelola aset fiber optik secara terpusat akan mempermudah koordinasi dan pengelolaan jaringan.
  • Peningkatan daya tawar: Telkom bisa lebih kompetitif dalam menawarkan layanan fiber optik kepada pelanggan korporasi dan pemerintah.
  • Potensi investasi: Konsolidasi membuka peluang menarik investor strategis, baik domestik maupun asing.
  • Pengembangan bisnis baru: Telkom dapat memperluas layanan digital dan infrastruktur berbasis fiber optik, seperti 5G dan IoT.
  • Peningkatan pendapatan: Dengan mengembangkan layanan fiberco, Telkom dapat meningkatkan pemasukan dari segmen bisnis yang sebelumnya belum tergarap maksimal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif konsolidasi aset fiber optik BUMN di bawah Telkom merupakan langkah strategis yang sangat tepat di era digitalisasi yang semakin cepat. Dengan menggabungkan sumber daya dan infrastruktur, Telkom tidak hanya memperkuat posisi sebagai raksasa telekomunikasi nasional tetapi juga membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas, terutama di sektor layanan digital yang sedang tumbuh pesat.

Selain itu, langkah ini dapat mempercepat transformasi digital pemerintah dan industri di Indonesia dengan menyediakan jaringan fiber optik yang lebih kuat dan andal. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan sinergi antar BUMN berjalan lancar dan tidak terjadi tumpang tindih usaha yang bisa menghambat efektivitas konsolidasi.

Kedepannya, publik dan pemangku kepentingan harus mengawasi proses integrasi ini dengan cermat, karena keberhasilan konsolidasi ini akan menjadi tolok ukur penting bagi pengembangan infrastruktur digital nasional dan daya saing Indonesia di pasar global.

Sebagai catatan, perkembangan konsolidasi ini juga harus diikuti dengan peningkatan tata kelola dan transparansi agar nilai yang dihasilkan benar-benar maksimal dan berdampak positif bagi seluruh pemangku kepentingan.

Dengan konsolidasi aset fiber optik BUMN yang didorong oleh Danantara, Telkom berpeluang menjadi mesin duit baru yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, namun juga strategis dalam membangun konektivitas digital Indonesia.

Terus ikuti perkembangan terbaru seputar konsolidasi aset fiber optik BUMN dan strategi transformasi digital Telkom hanya di sumber berita terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad