Agribisnis UMY Kembangkan Mode Petani di Aplikasi MyINDAH Diet Perkuat Ketahanan Pangan
Ketahanan pangan kini tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi pertanian semata, melainkan juga menuntut adanya inovasi digital yang mampu menghubungkan seluruh rantai pangan dari petani hingga konsumen. Dalam menjawab tantangan tersebut, Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berperan aktif dalam pengembangan MyINDAH Diet, sebuah aplikasi berbasis riset yang dirancang untuk mendukung sistem pangan sehat dan berkelanjutan melalui kolaborasi lintas negara.
Peluncuran dan Kolaborasi MyINDAH Diet
Aplikasi MyINDAH Diet secara resmi diluncurkan pada forum Public Dialogue bertajuk Accelerating Healthy and Resilient Food Systems: Integrating Policy, Local Initiatives, and Digital Innovation di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto pada Kamis, 2 Juli 2026. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi penelitian yang didukung oleh KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia) yang melibatkan berbagai institusi di Indonesia dan Australia, termasuk UMY sebagai salah satu mitra utama.
Dalam proyek ini, tim Agribisnis UMY dipercaya mengembangkan Mode Petani, yang dipimpin oleh Ketua Prodi Agribisnis UMY, Zuhud Rozaki, S.P., M.App.Sc., Ph.D., bersama dengan Dosen Agribisnis UMY, Dinda Aslam Nurul Hida, S.P., M.Si..
Fitur Mode Petani yang Mendukung Keputusan Budidaya
"Fitur yang dikembangkan meliputi informasi cuaca berbasis lokasi, data komoditas dan teknik budidaya, identifikasi hama dan penyakit tanaman, informasi pestisida sesuai komoditas, hingga pencatatan aktivitas budidaya. Seluruh fitur tersebut dirancang untuk membantu petani mengambil keputusan budidaya berdasarkan data yang tersedia," jelas Zuhud Rozaki kepada Humas UMY secara daring pada 2 Juli 2026.
Pengembangan aplikasi ini dilakukan melalui pendekatan partisipatif, agar solusi digital yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan petani. Tim peneliti tidak langsung merancang fitur, melainkan terlebih dahulu melakukan identifikasi persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
"Kami memulai proses pengembangan dengan mendengarkan kebutuhan petani secara langsung. Setiap fitur yang ada dalam aplikasi ini disusun berdasarkan hasil penelitian, observasi, dan validasi lapangan. Dengan cara itu, kami ingin memastikan teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan pengguna, bukan sekadar asumsi dari pengembang," tambah Zuhud.
Pendekatan Riset dan Uji Coba di Lapangan
Pendekatan berbasis riset diwujudkan melalui serangkaian observasi, diskusi, validasi, hingga uji coba bersama petani dan masyarakat di beberapa wilayah seperti Kabupaten Sleman, Bogor, Bandung, dan Gresik. Tahapan ini bertujuan memastikan fitur-fitur yang dikembangkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi aktivitas budidaya petani.
"Seluruh proses pengembangan dilakukan bersama petani dan masyarakat di lapangan. Karena itu, fitur-fitur yang kami hadirkan diharapkan mampu membantu petani mengambil keputusan budidaya secara lebih tepat sesuai kondisi yang mereka hadapi," tegas Zuhud.
Mode Konsumen sebagai Pelengkap MyINDAH Diet
Selain mengembangkan Mode Petani, aplikasi MyINDAH Diet juga dilengkapi dengan Mode Konsumen yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mode ini menghadirkan berbagai fitur seperti kalkulator Indeks Massa Tubuh (BMI), informasi harga pangan, rekomendasi resep lokal berdasarkan lokasi serta kandungan gizinya, dan materi edukasi mengenai pangan dan gizi.
Keberadaan dua mode ini menjadikan MyINDAH Diet sebuah platform yang menghubungkan sistem pangan dari proses produksi hingga konsumsi dalam satu aplikasi digital terpadu.
"Harapan kami, aplikasi ini tidak hanya membantu petani dalam mengambil keputusan budidaya, tetapi juga mampu mendorong literasi pangan masyarakat secara lebih luas. Dengan begitu, hasil riset yang dikembangkan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi petani maupun masyarakat sebagai konsumen," tutup Zuhud.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pengembangan Mode Petani oleh Agribisnis UMY dalam aplikasi MyINDAH Diet merupakan langkah strategis yang memperkuat ketahanan pangan nasional melalui digitalisasi yang inklusif. Dengan mengintegrasikan data cuaca, teknik budidaya, hingga pengendalian hama dalam satu platform, petani dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dan efisien, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian.
Lebih jauh, pendekatan partisipatif yang melibatkan petani langsung sejak tahap awal pengembangan memastikan solusi yang dihadirkan bukan sekadar teori, melainkan aplikasi praktis yang sesuai kebutuhan di lapangan. Hal ini sangat penting karena banyak teknologi pertanian yang gagal diadopsi akibat tidak relevan dengan kondisi riil petani.
Ke depan, kita perlu mengamati bagaimana aplikasi ini dapat diperluas penggunaannya ke wilayah lain dan apakah kolaborasi lintas negara ini dapat menjadi model bagi pengembangan inovasi pangan berkelanjutan lainnya. Selain itu, integrasi Mode Konsumen juga membuka peluang memperbaiki literasi pangan masyarakat luas, yang sama pentingnya dalam menjaga sistem pangan yang sehat dan tahan banting.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru, Anda dapat membaca detail pengembangan aplikasi ini melalui sumber resmi LLDIKTI V dan berita terkait dari CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0