British Museum Hapus Kata Palestina dari Koleksi Usai Tekanan Pendukung Israel

Jul 3, 2026 - 12:12
 0  2
British Museum Hapus Kata Palestina dari Koleksi Usai Tekanan Pendukung Israel

British Museum menjadi sorotan internasional setelah menghapus kata "Palestina" dan "warga Palestina" dari sejumlah koleksi dan pamerannya, menyusul tekanan yang berlangsung selama berbulan-bulan dari kelompok pendukung Israel di Inggris. Langkah ini memicu kontroversi dan kritik tajam terkait penghilangan unsur sejarah Palestina di salah satu institusi budaya paling bergengsi di dunia.

Ad
Ad

Penghapusan Kata Palestina dan Kontroversi yang Muncul

Menurut laporan CNN Indonesia, British Museum menghapus kata "Palestina" dari teks penjelasan koleksi mereka, termasuk istilah "pendudukan Israel" yang sebelumnya juga dihilangkan dari deskripsi sejarah bangsa Fenisia. Selain itu, peta modern di galeri Levant Kuno menghilangkan "Palestina Modern" dan menggantinya dengan nama wilayah Gaza dan Tepi Barat.

Namun, museum membantah telah menghapus istilah tersebut secara permanen. Juru bicara mereka menyatakan, "Kami terus menggunakan istilah Palestina di berbagai galeri, baik kontemporer maupun historis," meskipun penggantian istilah itu telah menimbulkan keraguan publik.

Lobi dan Tekanan dari Kelompok Pendukung Israel

Investigasi oleh Middle East Eye mengungkapkan bahwa penghapusan istilah "Palestina" ini bukan bagian dari riset audiens seperti yang diklaim museum, melainkan merupakan hasil dari tekanan langsung oleh kelompok pro-Israel, termasuk UK Lawyers for Israel (UKLFI) dan Dewan Perwakilan Yahudi Inggris.

Beberapa tokoh publik dan aktivis, seperti mantan editor Daily Mail dan seorang sejarawan ternama, secara aktif melobi museum untuk menghapus istilah tersebut karena dianggap kontroversial dan dapat menimbulkan kebencian terhadap komunitas Yahudi.

Perubahan ini disetujui lebih dari 14 bulan sebelum intervensi UKLFI dipublikasikan, dan keputusan penghapusan tersebut bahkan diambil dalam waktu kurang dari lima jam setelah keluhan resmi diajukan.

Reaksi dan Dampak Sosial Budaya

  • Penghapusan istilah "pendudukan Israel" dianggap menghilangkan konteks sejarah yang penting, terutama mengenai konflik lama di wilayah tersebut.
  • Peta wilayah yang menggantikan Palestina dengan Gaza dan Tepi Barat dinilai sebagai upaya mengaburkan identitas Palestina modern.
  • Kelompok Solidaritas Palestina mengecam tindakan ini sebagai bagian dari kampanye yang lebih luas untuk menghapus sejarah dan keberadaan Palestina, terutama di tengah konflik yang sedang berlangsung di Gaza.
  • Penghancuran situs budaya dan lembaga pendidikan di Gaza menambah kekhawatiran atas "genosida budaya" yang sedang berlangsung.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian ini mencerminkan bagaimana institusi budaya besar seperti British Museum tidak hanya menjadi arena pertarungan sejarah, tetapi juga medan politik yang dipengaruhi oleh tekanan kelompok dengan kepentingan tertentu. Penghilangan kata Palestina dari koleksi museum bukan hanya persoalan linguistik, melainkan langkah yang berpotensi mengaburkan fakta sejarah dan memperlemah narasi keterwakilan bangsa Palestina di panggung internasional.

Lebih jauh, kasus ini memperlihatkan bagaimana kekuatan politik dan lobi dapat memengaruhi penyajian sejarah dalam konteks global, menghadirkan risiko diplomasi budaya yang bias dan tidak netral. Hal ini penting untuk diwaspadai oleh publik dan pengamat sejarah karena museum seharusnya menjadi penjaga kebenaran sejarah, bukan alat diplomasi yang memihak.

Ke depan, penting bagi British Museum dan institusi sejenis untuk transparan dalam kebijakan kuratorialnya dan melibatkan berbagai pihak dalam proses penyajian sejarah guna menjaga integritas dan kepercayaan publik. Situasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat global terus mengawal representasi sejarah Palestina dan isu Timur Tengah yang kerap kompleks dan sensitif.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terbaru, pembaca disarankan mengikuti laporan dari berbagai sumber terpercaya seperti Middle East Eye dan BBC News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad