Penembakan di Kampus Virginia: Eks National Guard Pro-ISIS Tewaskan 1, Lukai 2

Mar 13, 2026 - 05:30
 0  4
Penembakan di Kampus Virginia: Eks National Guard Pro-ISIS Tewaskan 1, Lukai 2

Satu korban tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka dalam insiden penembakan yang terjadi di Old Dominion University, Virginia, Amerika Serikat, pada Kamis pagi tanggal 12 Maret 2026. Pelaku penembakan yang diketahui sebagai mantan anggota United States National Guard dengan dukungan ideologi ISIS, juga tewas dalam peristiwa tersebut.

Ad
Ad

Penembakan di Kampus Old Dominion: Kronologi dan Tindakan Mahasiswa

Insiden terjadi di sebuah gedung kampus di kota Norfolk, Virginia, sebuah wilayah selatan Washington D.C yang dikenal sebagai pusat akademik dan riset. Menurut Direktur FBI, Kash Patel, pelaku berhasil dilumpuhkan oleh sekelompok mahasiswa pemberani sebelum aparat keamanan tiba di lokasi.

"Penembak kini telah meninggal dunia berkat sekelompok mahasiswa pemberani yang turun tangan melumpuhkannya, tindakan yang tanpa diragukan menyelamatkan banyak nyawa, bersama dengan respons cepat aparat penegak hukum," ujar Patel dalam pernyataan resminya yang diunggah di platform X.

FBI telah mengklasifikasikan penembakan ini sebagai aksi terorisme, dan langsung mengerahkan Joint Terrorism Task Force yang bekerja sama dengan otoritas lokal untuk melakukan penyelidikan mendalam.

Profil Pelaku: Mantan Anggota National Guard dan Dukungan ISIS

Beberapa media AS, termasuk NBC News, mengidentifikasi pelaku sebagai Mohamed Bailor Jalloh, pria berusia 36 tahun yang memiliki riwayat hukum terkait terorisme. Ia pernah dijatuhi hukuman 11 tahun penjara pada 2016 karena mengaku bersalah atas upaya memberikan dukungan kepada kelompok teroris ISIS, sebelum akhirnya dibebaskan pada tahun 2024.

Keterlibatan mantan anggota National Guard ini menimbulkan keprihatinan mendalam terkait proses seleksi dan pengawasan pada aparat keamanan di Amerika Serikat, terutama terkait pencegahan radikalisasi di dalam institusi militer.

Respon dan Dampak Penembakan di Lingkungan Kampus

Pihak Old Dominion University menyatakan bahwa polisi dan petugas darurat merespons serangan dengan cepat, sehingga korban bisa segera ditangani. Namun, insiden ini kembali mengingatkan publik Amerika Serikat akan seringnya kasus penembakan di lingkungan sekolah dan kampus.

Amerika Serikat memang memiliki jumlah kepemilikan senjata api yang melebihi jumlah penduduknya, salah satu penyebab utama tingginya angka kekerasan senjata. Regulasi pembelian senjata yang relatif longgar menjadi sorotan banyak pihak sebagai faktor pemicu.

  • Korban: 1 tewas, 2 luka-luka
  • Pelaku: Mohamed Bailor Jalloh, eks National Guard, pro-ISIS
  • Lokasi: Old Dominion University, Norfolk, Virginia
  • Status pelaku: Tewas dilumpuhkan mahasiswa dan aparat
  • Investigasi: FBI dan otoritas lokal kerjasama menyelidiki sebagai terorisme

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden penembakan ini bukan sekadar kekerasan senjata biasa, melainkan sebuah peringatan serius mengenai tantangan keamanan nasional yang melibatkan radikalisasi di dalam institusi militer AS sendiri. Fakta bahwa pelaku merupakan mantan anggota National Guard yang pernah dihukum karena dukungan terhadap ISIS menyoroti celah pengawasan dan reintegrasi mantan narapidana terorisme.

Selain itu, respons cepat mahasiswa yang berani menjadi sorotan positif, menunjukkan bahwa kesadaran dan kesiapsiagaan komunitas kampus menjadi faktor kunci dalam mengurangi dampak tragedi seperti ini. Namun hal ini juga menimbulkan pertanyaan lebih luas mengenai bagaimana kampus dan lembaga pendidikan dapat mengantisipasi serta mencegah potensi ancaman terorisme di masa depan.

Ke depan, publik dan pemerintah harus menuntut evaluasi menyeluruh terhadap regulasi senjata api dan proses pemantauan anggota militer agar tidak ada lagi individu dengan potensi radikalisasi yang berbahaya berkeliaran bebas. Kasus ini juga mempertegas perlunya kolaborasi antar lembaga keamanan dan pendidikan untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi mahasiswa.

Insiden ini masih dalam tahap penyelidikan FBI dan otoritas setempat. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memberikan dukungan kepada korban serta keluarga yang terdampak. Perkembangan terbaru akan terus kami pantau dan laporkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad