Investor Asing Borong Saham Energi dan Perbankan Jelang Libur Lebaran

Mar 13, 2026 - 09:21
 0  5
Investor Asing Borong Saham Energi dan Perbankan Jelang Libur Lebaran

Menjelang libur panjang Lebaran dan Hari Suci Nyepi pada Maret 2026, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net foreign buy) signifikan di pasar saham Indonesia. Pada perdagangan Kamis (12/3/2026), total net foreign buy mencapai Rp1 triliun dari total nilai transaksi sebesar Rp10,01 triliun, menunjukkan minat kuat investor global terhadap saham-saham unggulan Tanah Air.

Ad
Ad

Saham Energi dan Perbankan Jadi Favorit Investor Asing

Data perdagangan mengungkapkan saham-saham sektor energi, perbankan, dan telekomunikasi menjadi incaran utama. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menjadi saham paling banyak diborong asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp209,7 miliar. Di posisi kedua, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat net foreign buy sebesar Rp196,3 miliar.

Sementara itu, sektor perbankan juga mendapat perhatian besar, di mana Bank Mandiri (BMRI) diborong asing sebesar Rp184,8 miliar, dan Bank Central Asia (BBCA) senilai Rp100,4 miliar. Saham Sinarmas Multiartha (SMMA) juga masuk dalam daftar saham favorit asing dengan pembelian bersih sekitar Rp180,5 miliar.

10 Saham dengan Net Foreign Buy Terbesar

  1. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp209,7 miliar
  2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp196,3 miliar
  3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp184,8 miliar
  4. PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) - Rp180,5 miliar
  5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp108,5 miliar
  6. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp100,4 miliar
  7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp59,6 miliar
  8. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Rp54,7 miliar
  9. PT Capital Financial Indonesia Tbk (CASA) - Rp50,6 miliar
  10. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp48,9 miliar

Kinerja IHSG dan Sentimen Pasar Menjelang Libur

Meski aksi beli asing terlihat positif, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terkoreksi 0,37% atau turun 27,28 poin ke level 7.362,12 pada akhir perdagangan sesi kedua kemarin. Dari total saham yang diperdagangkan, 211 saham naik, 461 saham turun, dan 149 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp13,38 triliun dengan volume 26,81 miliar saham dalam 1,61 juta kali transaksi.

Mayoritas sektor perdagangan melemah, terutama sektor infrastruktur, properti, dan konsumer non primer, sementara sektor teknologi dan finansial justru menguat. Saham berkapitalisasi besar yang menopang IHSG antara lain DCII, BBCA, BMRI, BYAN, dan SMMA. Sebaliknya, saham-saham seperti BREN, DSSA, BRMS, VKTR, dan MORA menjadi beban terbesar koreksi IHSG.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, gelombang pembelian asing menjelang libur panjang Lebaran ini mencerminkan strategi investor global yang memanfaatkan momentum untuk memantapkan posisi pada saham-saham blue chip dan sektor defensif seperti energi, perbankan, dan telekomunikasi. Langkah ini kemungkinan didorong oleh ekspektasi stabilitas ekonomi dan ketahanan perusahaan-perusahaan besar di tengah ketidakpastian global.

Namun, koreksi IHSG di tengah aksi beli asing menunjukkan adanya tekanan jual dari investor domestik yang mungkin mengambil keuntungan sebelum libur panjang. Fenomena ini menandakan dinamika pasar yang kompleks di mana sentimen lokal dan global berjalan berbeda.

Ke depan, investor perlu mencermati perkembangan geopolitik dan kondisi makroekonomi global yang dapat memengaruhi arus modal asing masuk ke Indonesia. Selain itu, fokus pada laporan keuangan kuartal I-2026 akan menjadi indikator penting bagi kelanjutan tren positif di pasar saham.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad