Mahasiswa UNIKI Perkuat Pemulihan Ekonomi dan Sosial Pascabencana di Aceh Tengah
Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) menunjukkan peran aktif dalam membantu pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat pascabencana banjir bandang dan longsor di Desa Kala Segi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 20 Maret 2026.
Kolaborasi Multidisiplin Mahasiswa untuk Pemulihan Pascabencana
Program ini melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi di UNIKI, seperti Hukum, Seni dan Pertunjukan, Akuntansi, Peternakan, Informatika, dan Manajemen. Mereka bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mempercepat proses pemulihan yang terdampak oleh bencana pada 26 November 2025.
Dampak bencana banjir bandang dan longsor tersebut sangat signifikan, merusak permukiman, lahan pertanian, serta aktivitas ekonomi, terutama di sektor perkebunan kopi yang menjadi sumber utama penghidupan warga Desa Kala Segi.
Fokus Program: Pemberdayaan Kelompok Tani dan Karang Taruna
Program ini memfokuskan upayanya pada pemberdayaan kelompok tani kopi dan Karang Taruna sebagai mitra utama. Ketua tim pengusul, Dian Eriani S.H., M.H., menyampaikan bahwa penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan intensif menjadi kunci keberhasilan program ini.
"Kami menyediakan teknologi pengolahan kopi seperti mesin pengupas kulit kopi, mesin sangrai kopi, serta mesin jenset. Teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi, menjaga kualitas biji kopi, dan meningkatkan nilai jual kopi Arabika Gayo, komoditas unggulan daerah," jelas Dian.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan pendampingan dalam pelatihan manajemen dan produksi usaha tani serta peningkatan kapasitas pemuda dalam mengelola kegiatan sosial dan mitigasi bencana di tingkat desa.
Kegiatan Pendukung: Trauma Healing dan Edukasi Kebencanaan
Untuk mengurangi dampak psikologis pascabencana, kegiatan trauma healing dilakukan dengan pendekatan berbasis komunitas, terutama membantu anak-anak dan remaja. Mahasiswa memanfaatkan media visual seperti proyektor untuk menampilkan materi edukasi, video motivasi, dan hiburan terapeutik.
Selain itu, edukasi kebencanaan dan penguatan sistem peringatan dini bencana longsor juga dilakukan dengan memanfaatkan alat ukur curah hujan (ombrometer), yang diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Respon dan Harapan Masyarakat serta Pemerintah Desa
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd, M.M., CRP, CFRM menyatakan bahwa program tahun ini diprioritaskan untuk daerah terdampak bencana hidrometeorologi sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat.
"Program Mahasiswa Berdampak tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena fokus pada daerah terdampak bencana. Ini adalah aksi nyata mahasiswa untuk berkontribusi langsung," ujar Dr. Kamaruddin.
Sementara itu, Kepala Desa Kala Segi, Tirgenali, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UNIKI yang membantu masyarakat, mengatakan,
"Alhamdulillah, kami sangat terbantu atas kehadiran mahasiswa yang membersamai kami di sini. Terima kasih yang tak terhingga atas kontribusi mereka."
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keterlibatan mahasiswa UNIKI dalam Program Mahasiswa Berdampak di Aceh Tengah bukan sekadar bentuk pengabdian masyarakat, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ketahanan sosial dan ekonomi pascabencana. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan berbagai program studi memperkuat efektivitas dan relevansi solusi yang diberikan, mulai dari teknologi pengolahan kopi hingga edukasi kebencanaan dan trauma healing.
Lebih jauh, program ini menjadi contoh penting bagaimana perguruan tinggi dapat menjadi agen perubahan dalam menghadapi tantangan bencana alam yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim. Pemberdayaan masyarakat melalui teknologi tepat guna dan peningkatan kapasitas lokal akan meningkatkan kemandirian dan kesiapsiagaan komunitas dalam menghadapi bencana di masa depan.
Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah keberlanjutan program dan integrasi hasilnya ke dalam kebijakan desa serta dukungan pemerintah yang lebih luas agar pemulihan ekonomi dan sosial dapat berlangsung lebih cepat dan menyeluruh. Peran aktif mahasiswa harus terus dipacu sebagai bagian dari solusi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Kesimpulan
Dengan sinergi antara mahasiswa, perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat lokal, Desa Kala Segi kini memiliki peluang besar untuk bangkit dan memperkuat ketahanan sosial-ekonomi berbasis potensi lokal, khususnya perkebunan kopi Arabika Gayo. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) terkait pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan masyarakat tangguh bencana.
Terus ikuti perkembangan dan hasil nyata dari Program Mahasiswa Berdampak ini sebagai inspirasi pemberdayaan masyarakat pascabencana di seluruh Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0