Bukalapak Bukukan Laba Rp3,1 Triliun di 2025 Setelah Balikkan Rugi

Mar 13, 2026 - 23:40
 0  5
Bukalapak Bukukan Laba Rp3,1 Triliun di 2025 Setelah Balikkan Rugi

PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) berhasil membalikkan kondisi rugi pada 2024 menjadi keuntungan signifikan di tahun 2025, dengan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp 3,1 triliun yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Perolehan ini menandai perubahan positif setelah tahun sebelumnya menanggung rugi sebesar Rp 1,5 triliun.

Ad
Ad

Pendapatan Bersih Meningkat Signifikan

Berdasarkan data resmi dari Bursa Efek Indonesia (BEI), peningkatan laba Bukalapak tahun 2025 didorong oleh kenaikan pendapatan bersih dari Rp 4,4 triliun menjadi Rp 6,5 triliun. Kenaikan pendapatan tersebut diikuti pula oleh peningkatan beban pokok pendapatan dari Rp 3,7 triliun menjadi Rp 5,9 triliun.

Meski demikian, Bukalapak berhasil menekan beban penjualan dan pemasaran menjadi Rp 212,6 miliar, turun dari tahun sebelumnya, serta beban umum dan administrasi yang turun drastis menjadi Rp 490 miliar dari sebelumnya Rp 1,4 triliun. Pendapatan operasi lainnya juga meningkat menjadi Rp 227 miliar, sedangkan laba nilai investasi bersih melonjak dari rugi Rp 1,5 triliun menjadi laba Rp 2,3 triliun.

Akibatnya, laba usaha Bukalapak membaik tajam menjadi Rp 2,4 triliun, berbalik dari rugi Rp 2,5 triliun di tahun 2024.

Kontribusi Segmen Bisnis dan Performa Keuangan

Selain laba usaha, faktor lain yang memperkuat posisi keuangan Bukalapak adalah pendapatan keuangan yang mencapai Rp 818,1 miliar, meski turun dibanding sebelumnya. Beban keuangan naik menjadi Rp 9,9 miliar, dan bagian atas rugi entitas asosiasi juga sedikit meningkat menjadi Rp 59,6 miliar.

Secara keseluruhan, laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan adalah Rp 3,1 triliun, yang berujung pada laba tahun berjalan sebesar Rp 3,14 triliun di 2025, jauh membaik dibanding rugi Rp 1,54 triliun di 2024.

Selain itu, total aset Bukalapak juga bertambah menjadi Rp 26,03 triliun dari Rp 24,7 triliun pada tahun sebelumnya, mencerminkan pertumbuhan modal dan investasi perusahaan.

Performa Positif di Berbagai Segmen Bisnis

Manajemen Bukalapak menyatakan bahwa lonjakan pendapatan konsolidasi sebesar 46% YoY menjadi kunci pertumbuhan ini. Berikut beberapa sorotan segmen bisnis yang berkontribusi:

  • Segmen Gaming (platform Itemku dan Lapakgaming) menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp 1,5 triliun pada kuartal IV-2025, tumbuh 8% secara kuartalan. Pertumbuhan ini didorong oleh strategi pemasaran efektif dan peningkatan aktivitas transaksi akhir tahun.
  • Segmen Mitra Bukalapak yang mendukung UMKM mencatat kenaikan pendapatan 12% Q-on-Q menjadi Rp 191 miliar, seiring permintaan produk virtual seperti in-game currency dan voucher isi ulang permainan yang meningkat.
  • Segmen Investment melalui platform B-Money menunjukkan pertumbuhan kuat dengan pendapatan naik 39% Q-on-Q menjadi Rp 25 miliar, didukung oleh bertambahnya transaksi dan investor.
  • Segmen Retail yang mengadopsi pendekatan omnichannel mencatat pendapatan Rp 74 miliar pada kuartal IV, naik 12% secara kuartalan, dengan permintaan tinggi dan aktivitas cuci gudang menjelang akhir tahun.

Fokus Manajemen pada Kesehatan Bisnis Jangka Panjang

Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyatakan, "Tahun 2025 adalah momen penting bagi kami untuk memperkuat fondasi perusahaan dengan berfokus pada strategi yang dapat memberikan nilai jangka panjang kepada stakeholders kami."

Pernyataan ini menunjukkan komitmen Bukalapak tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga membangun bisnis yang berkelanjutan dan sehat di masa depan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan Bukalapak membalikkan rugi menjadi laba di tengah tantangan bisnis digital yang kompetitif merupakan tanda positif bagi ekosistem startup dan e-commerce di Indonesia. Lonjakan pendapatan terutama dari segmen gaming dan investasi menunjukkan diversifikasi bisnis yang efektif dan adaptasi terhadap tren pasar digital yang terus berubah.

Kendati demikian, penurunan beberapa pos pendapatan keuangan dan kenaikan beban keuangan harus menjadi perhatian agar pertumbuhan tetap sehat secara finansial. Efisiensi biaya yang berhasil dilakukan pada beban administrasi dan pemasaran juga menjadi faktor kunci yang perlu terus dipertahankan.

Ke depan, investor dan pelaku pasar harus mengawasi bagaimana Bukalapak mengelola ekspansi segmen bisnisnya serta menjaga keseimbangan antara inovasi dan profitabilitas. Jika tren ini berlanjut, Bukalapak bisa menjadi game-changer dalam industri digital Indonesia dan memperkuat posisi sebagai salah satu unicorn dengan fundamental keuangan yang kuat.

Terus ikuti perkembangan terbaru Bukalapak dan strategi bisnisnya untuk memahami dampak lebih luas pada sektor teknologi dan UMKM nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad