Goldman Sachs Ungkap 36 Saham Unggulan Non-AI untuk Investasi 2026
Goldman Sachs baru-baru ini merilis daftar 36 saham unggulan yang tidak terkait dengan teknologi kecerdasan buatan (AI), memberikan alternatif menarik untuk investor yang ingin menghindari sektor AI yang sedang naik daun. Dalam catatan riset terbaru yang dipimpin oleh Ben Snider, strategist dari Goldman Sachs, terungkap beberapa tema investasi yang menonjol, khususnya berfokus pada sektor pengalaman fisik konsumen, mulai dari hiburan hingga pariwisata dan acara langsung.
Sektor Pengalaman Konsumen Fisik: Investasi yang Tahan Gangguan AI
Menurut Goldman Sachs, saham-saham yang bergerak di sektor pengalaman konsumen fisik memiliki keunggulan karena sifat bisnisnya yang mengharuskan kehadiran langsung, sehingga sulit tergantikan oleh teknologi AI. Ben Snider menyatakan,
"Kombinasi permintaan sekuler yang kuat dan valuasi yang tidak berlebihan membuat perusahaan yang menawarkan pengalaman konsumen fisik menjadi tema investasi yang menarik."
Sektor ini meliputi industri film dan hiburan, hotel dan resor, kasino dan permainan, serta layanan konsumen khusus dan fasilitas rekreasi. Semua perusahaan yang dipilih memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 2 miliar dolar AS dan berfokus pada interaksi langsung dengan konsumen.
Daftar 36 Saham Unggulan Goldman Sachs
Goldman Sachs mengelompokkan 36 saham tersebut ke dalam beberapa kategori berikut:
- Film dan Hiburan: Walt Disney Company (DIS), Live Nation Entertainment (LYV), Liberty Media Formula One Group (FWONK), TKO Group (TKO), Madison Square Garden Sports (MSGS), Sphere Entertainment (SPHR), Atlanta Braves Holdings (BATRA, BATRK), Madison Square Garden Entertainment (MSGE).
- Hotel, Resor, dan Kapal Pesiar: Marriott International (MAR), Royal Caribbean (RCL), Hilton Worldwide (HLT), Viking (VIK), Carnival (CCL), Hyatt Hotels (H), Norwegian Cruise Line (NCLH), Wyndham Hotels & Resorts (WH), Choice Hotels International (CZH.F), Travel + Leisure (TNL), Hilton Grand Vacations (HGV), Marriott Vacations Worldwide (VAC).
- Kasino dan Permainan: Las Vegas Sands (LVS), MGM Resorts International (MGM), Wynn Resorts (WYNN), Boyd Gaming (BYD), Caesars Entertainment (CZR), Churchill Downs (CHDN), Red Rock Resorts (RRK.F), PENN Entertainment (PENN), Monarch Casino & Resort (MOI.F).
- Layanan Konsumen Khusus dan Fasilitas Rekreasi: Liberty Live (LLYVK), Life Time Group (LTH), Vail Resorts (MTN), Planet Fitness (PLNT), OneSpaWorld (ORW.F), United Parks & Resorts (W2L.F).
Portofolio ini telah menghasilkan pengembalian 17% tahun berjalan, lebih tinggi dibandingkan dengan gain 11% dari S&P 500 dengan bobot sama (equal-weighted S&P 500).
Valuasi dan Prospek Saham Pengalaman Konsumen
Snider menambahkan bahwa saham-saham di kategori pengalaman konsumen ini rata-rata diperdagangkan pada 12 kali forward EBITDA. Menurutnya, valuasi tersebut berada di persentil ke-45 jika dibandingkan dengan S&P 500 dan persentil ke-21 jika dibandingkan dengan sektor Consumer Discretionary sejak 2016. Hal ini menunjukkan valuasi yang relatif wajar dan menarik.
"Valuasi saham konsumen baru-baru ini bergerak sejalan dengan sentimen konsumen yang telah membaik dalam beberapa minggu terakhir," ujar Snider.
Beberapa saham unggulan dengan rasio harga terhadap laba (P/E) yang lebih rendah dari S&P 500 yang patut diperhatikan antara lain:
- Walt Disney
- Royal Caribbean
- Carnival
- Las Vegas Sands
- Norwegian Cruise Line
- Boyd Gaming
- Churchill Downs
- Wyndham Hotels & Resorts
- Choice Hotels
- Planet Fitness
- Marriott Vacations Worldwide
- United Parks & Resorts
- Travel & Leisure
Analisis Redaksi: Peluang dan Implikasi Investasi Non-AI
Menurut pandangan redaksi, daftar 36 saham yang dipilih Goldman Sachs ini memberikan alternatif strategis bagi investor yang ingin menghindari volatilitas dan hype berlebihan di sektor AI. Fokus pada pengalaman konsumen fisik memang menjadi tema yang sangat relevan mengingat tidak semua sektor bisa didisrupsi oleh AI dalam waktu dekat.
Selain itu, valuasi yang relatif terjangkau dan potensi pertumbuhan yang sejalan dengan pemulihan sentimen konsumen membuka peluang investasi jangka menengah hingga panjang. Sektor hiburan, pariwisata, dan kasino yang memerlukan kehadiran fisik konsumen diprediksi akan terus bertahan bahkan saat teknologi AI berkembang pesat.
Namun, investor harus tetap melakukan riset mendalam karena perubahan tren konsumen dan faktor ekonomi makro dapat mempengaruhi kinerja sektor ini. Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mulai mengadopsi AI, diversifikasi portofolio dengan saham non-AI yang solid bisa menjadi game-changer untuk memitigasi risiko.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai rekomendasi saham ini, Anda dapat mengakses laporan asli dari Goldman Sachs melalui Yahoo Finance dan update terbaru di berbagai media keuangan terpercaya.
Kesimpulannya, saat ini adalah waktu yang tepat bagi investor untuk melakukan analisis mendalam terhadap 36 saham unggulan non-AI ini sebelum pasar mulai ramai mengikuti tren baru. Tetap ikuti perkembangan selanjutnya untuk menangkap peluang pasar yang terus berubah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0