Modus Akal-akalan Registrasi SIM Card Biometrik yang Merugikan Konsumen

Jul 20, 2026 - 23:30
 0  5
Modus Akal-akalan Registrasi SIM Card Biometrik yang Merugikan Konsumen

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) baru-baru ini mengungkap praktik penyalahgunaan registrasi kartu SIM berbasis biometrik yang terjadi di tingkat penjual meskipun seluruh operator seluler sudah menerapkan sistem verifikasi menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition.

Ad
Ad

Modus yang ditemukan adalah para penjual mengaktifkan kartu SIM terlebih dahulu menggunakan data biometrik milik mereka sendiri. Setelah kartu tersebut dijual dan digunakan oleh pelanggan, registrasi kartu kemudian dibatalkan (unregister), sehingga kartu tersebut tidak tercatat atas nama pengguna sebenarnya. Tindakan ini tentu sangat merugikan konsumen dan bertentangan dengan tujuan penerapan registrasi biometrik yang diharapkan bisa meningkatkan keamanan dan transparansi.

Modus Penipuan Registrasi SIM Card Biometrik

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menjelaskan bahwa praktik ini masih terjadi meski sudah ada sistem biometrik. Ia mengatakan:

"Masih ada yang mau coba-coba. Kartu diaktivasi dengan wajahnya, dibawa oleh customer, setelah customer pakai, kemudian di-unregister, jadi customer-nya merugi."

Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan data biometrik orang lain untuk mengaktifkan kartu SIM tidak bisa ditoleransi karena dapat menimbulkan kerugian bagi konsumen dan menimbulkan celah keamanan di ekosistem digital.

Tujuan Registrasi Biometrik dan Tantangan Implementasi

Registrasi SIM card berbasis biometrik sendiri dirancang agar setiap nomor seluler terdaftar atas nama pemilik yang sah dan benar-benar terhubung dengan identitas asli pengguna. Dengan demikian, sistem ini bertujuan untuk:

  • Memperkuat keamanan ekosistem digital nasional.
  • Menekan penyalahgunaan nomor telepon untuk aktivitas kejahatan siber, penipuan, dan penyebaran akun anonim.
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan nomor seluler.

Namun, menurut Edwin, masa awal implementasi sistem ini memang menghadapi beberapa tantangan, terutama dari pihak penjual yang belum sepenuhnya patuh.

Meski demikian, ia menilai tingkat kepatuhan pelaku usaha semakin membaik. Hasil pengecekan menunjukkan sebagian besar gerai dan penjual telah menjalankan proses registrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Harapan Komdigi untuk Penjual dan Pelaku Usaha

Komdigi berharap agar semua pelaku usaha yang masih melakukan penyimpangan segera menghentikan praktik tersebut agar program registrasi biometrik bisa berjalan dengan lancar dan memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat. Edwin mengungkapkan:

"Sudah lebih banyak yang comply daripada yang tidak, tapi yang tidak ini semoga semakin lama semakin menghilang dan kita bisa berjalan dengan lebih baik lagi."

Dengan adanya regulasi dan pengawasan yang ketat, diharapkan praktik-praktik curang seperti ini bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan, sehingga pengguna kartu SIM bisa merasa aman dan terlindungi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan modus penyalahgunaan registrasi SIM card biometrik ini menunjukkan bahwa teknologi saja tidak cukup tanpa pengawasan dan penegakan aturan yang ketat. Langkah implementasi biometrik yang diharapkan sebagai solusi keamanan digital justru bisa disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk keuntungan pribadi, sehingga merugikan konsumen yang menjadi pihak paling rentan.

Praktik mengaktifkan kartu dengan data penjual dan kemudian membatalkan registrasi memberikan celah besar bagi potensi penyalahgunaan nomor, seperti tindak penipuan atau pencurian identitas. Ini juga bisa menghambat proses penegakan hukum jika terjadi kejahatan yang melibatkan nomor tersebut.

Ke depan, Komdigi dan operator seluler perlu memperkuat sistem verifikasi dan menerapkan sanksi tegas terhadap pelanggar untuk memastikan integritas sistem. Masyarakat juga harus lebih waspada dan melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan. Kesadaran kolektif ini adalah kunci menuju ekosistem digital yang aman dan terpercaya.

Untuk informasi lebih lanjut tentang kebijakan dan perkembangan registrasi SIM card biometrik, Anda dapat mengunjungi sumber resmi di detikINET serta mengikuti berita terbaru dari Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad