Irwan Akib Ajak Umat Aktif Bersedekah dan Tekankan Kesalihan Sosial
Surakarta – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib, menyerukan kepada umat Islam agar tidak menunggu kaya untuk mulai bersedekah. Pesan ini disampaikan pada 12 Maret 2026 saat penyerahan bantuan dari Majelis Taqwa Telkomsel (MTT) kepada masyarakat membutuhkan melalui Lazismu Kota Makassar.
Menurut Irwan, bersedekah bukanlah hak eksklusif bagi orang kaya, melainkan sebuah kewajiban bagi siapa saja yang diberikan kelonggaran rezeki. Hal ini menunjukkan bahwa kesalihan sosial merupakan aspek penting dalam kehidupan beragama dan menjadi wujud nyata tanggung jawab sosial umat Islam.
Makna Kesalihan Sosial dan Sedekah dalam Islam
Irwan Akib menegaskan bahwa kesalihan sosial tidak bisa dipisahkan dari usaha mencari nafkah yang halal. Ia menyampaikan, "Upaya menunaikan ZIS (Zakat, Infak, Sedekah) harus dimulai dari kesungguhan dalam mencari nafkah yang halal untuk keluarga, lalu menyalurkan sebagian rezeki itu kepada sesama. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah."
Dalam pandangan Irwan, aktivitas bersedekah adalah cara untuk menyemai keberkahan dalam kehidupan. Ia mengutip kisah sukses Abdurrahman bin Auf, seorang sahabat Nabi Muhammad yang dikenal sangat dermawan dan tidak pernah miskin meskipun rutin bersedekah dari hartanya. Kisah ini menjadi bukti bahwa sedekah justru membawa keberkahan dan bukan mengurangi kekayaan.
Kisah Inspiratif Kiai Ahmad Dahlan dan Pelajaran Kesalihan Sosial
Irwan juga mengangkat contoh dari pendiri Muhammadiyah, Kiai Ahmad Dahlan, yang dikenal memiliki semangat kesalihan sosial tinggi. Salah satu kisah yang diceritakan adalah bagaimana Kiai Dahlan melelang seluruh barang di rumahnya untuk mendukung kegiatan pendidikan.
Menurut Irwan, dari kisah tersebut terdapat tiga pelajaran penting:
- Kreativitas dalam berdakwah yang harus terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman.
- Kekuatan keikhlasan yang menular, yakni bagaimana ketulusan dalam memberi dapat menginspirasi banyak orang.
- Posisi vital guru dalam pembangunan umat, sebagai agen perubahan yang berperan penting dalam membentuk karakter bangsa.
Irwan mengutip pesan Kiai Dahlan yang mengajarkan bahwa seorang muslim harus bekerja keras dan memiliki harta, tapi menggunakan harta itu secukupnya untuk keluarga dan mendedikasikan sisanya untuk jalan Allah SWT. Ini menegaskan prinsip keseimbangan antara kebutuhan diri dan kepedulian sosial.
Peran Aktif Umat dalam Menunaikan ZIS
Penekanan Irwan Akib pada pentingnya kesalihan sosial sekaligus menjadi dorongan agar umat Islam tidak hanya fokus pada aspek ritual ibadah saja, tetapi juga pada aspek sosial kemasyarakatan. Dengan menunaikan ZIS secara aktif, umat dapat membantu mengangkat kualitas hidup masyarakat kurang mampu dan membangun solidaritas sosial.
Berikut beberapa poin penting yang disampaikan Irwan terkait sedekah dan kesalihan sosial:
- Siapapun yang diberi kelonggaran rezeki wajib menunaikan sedekah tanpa menunggu kaya.
- Kesalihan sosial merupakan tanggung jawab umat Islam yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
- Mencari nafkah harus halal dan diiringi dengan berbagi rezeki kepada sesama.
- Kisah-kisah para tokoh Islam menjadi inspirasi bagaimana sedekah membawa keberkahan.
- Peran guru dan dakwah kreatif sangat penting dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan berkeadaban.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, ajakan Irwan Akib ini sangat relevan di tengah dinamika sosial ekonomi masyarakat saat ini. Kesalihan sosial sebagai bagian dari kesalehan beragama seringkali diabaikan, padahal ini adalah pondasi untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan bersama. Dengan mengingatkan umat agar tidak menunggu kaya untuk bersedekah, Irwan menantang paradigma umum yang cenderung menunda berbagi hingga kondisi finansial dianggap sempurna.
Lebih jauh, pesan ini mengajak umat untuk mengintegrasikan dimensi spiritual dan sosial dalam menjalankan ibadah. Tidak hanya beribadah secara ritual, tetapi juga aktif berkontribusi dalam perbaikan sosial dan ekonomi komunitas. Hal ini menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berdaya.
Kedepannya, penting untuk melihat bagaimana Muhammadiyah dan lembaga zakat seperti Lazismu dapat memperkuat peran mereka dalam mengedukasi umat agar memahami bahwa sedekah bukan hanya soal materi, melainkan investasi keberkahan dan solidaritas sosial. Masyarakat juga perlu mengawasi agar distribusi ZIS berjalan transparan dan tepat sasaran agar manfaatnya maksimal.
Dengan terus menebar semangat kesalihan sosial, Muhammadiyah berpotensi menjadi teladan dalam pelaksanaan nilai-nilai Islam yang menyeluruh dan berdampak luas bagi Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0