Siaga Merah Selamatkan Nyawa Pemuda 18 Tahun dengan Pendarahan Internal Parah
Seorang pria berusia 18 tahun mengalami pendarahan internal hebat di perutnya setelah kecelakaan mobil yang melibatkan sepeda motor dan mobil di Hanoi. Berkat pengaktifan prosedur "Siaga Merah" secara tepat waktu, pria tersebut langsung dibawa ke ruang operasi dalam waktu sekitar 10 menit setelah tiba di rumah sakit, sehingga nyawanya berhasil terselamatkan.
Detik-detik Krisis dan Penanganan Awal
Korban yang dikenal sebagai PTD tiba di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Penyakit Tropis sekitar 15 menit setelah kecelakaan. Meskipun masih sadar dan bisa berkomunikasi, kondisi pasien sangat kritis dengan tanda-tanda vital menunjukkan syok hemoragik — detak jantung cepat mencapai 120 denyut per menit dan tekanan darah rendah hanya 75/55 mmHg.
Pemeriksaan klinis mengungkapkan adanya memar luas di dada dan perut, nyeri tekan pada dinding perut, serta luka terbuka di pinggul kanan yang memperlihatkan tulang panggul. Ultrasonografi FAST segera dilakukan di tempat tidur pasien dan menunjukkan cairan bebas yang banyak di rongga perut, indikasi pendarahan internal yang serius.
Aktivasi Prosedur Siaga Merah dan Tindakan Operasi Darurat
Menurut Dr. Tran Thuong Viet, Kepala Departemen Bedah Umum, Urologi, dan Andrologi, diagnosis awal menunjukkan cedera multipel termasuk trauma tumpul pada perut dan dada yang menyebabkan pendarahan internal berat. Karena kondisi yang kritis, tim medis memutuskan untuk mengaktifkan prosedur Siaga Merah, sehingga pasien langsung dipindahkan ke ruang operasi tanpa menunggu hasil CT scan ataupun prosedur administrasi.
Segera setelah aktivasi Siaga Merah, berbagai unit rumah sakit seperti Departemen Anestesi dan Resusitasi, Bedah Umum, Bedah Hepatobilier, Bedah Trauma Ortopedi, serta Hematologi dan Transfusi Darah langsung bekerja sama secara simultan. Perawat memasang jalur intravena besar, menyiapkan obat-obatan, dan melaksanakan transfusi darah segera.
Proses Operasi dan Kondisi Cedera
Dalam operasi, dokter menemukan sekitar 1,5 liter darah segar di rongga perut. Pasien mengalami ruptur limpa, robekan sepanjang 10 cm pada diafragma kiri yang menyebabkan herniasi lambung, limpa, dan usus kecil ke ruang pleura kiri, laserasi hati dalam lebih dari 5 cm, serta luka terbuka pada panggul yang memperlihatkan tulang panggul.
Tim bedah melakukan splenektomi (pengangkatan limpa), perbaikan diafragma, reseksi segmen usus yang rusak, dan penanganan cedera hati serta panggul secara kolaboratif. Sepanjang operasi, tim anestesi melakukan transfusi darah berkelanjutan untuk menjaga stabilitas hemodinamik pasien.
Perawatan Pasca Operasi dan Kondisi Terkini
Setelah operasi, pasien dipindahkan ke Unit Perawatan Intensif dalam kondisi kritis. Tim medis melanjutkan penanganan terhadap syok hemoragik, gagal napas, hemotoraks, rabdomiolisis, serta cedera tulang belakang baru yang terdeteksi melalui CT scan seluruh tubuh.
Setelah empat hari perawatan intensif, pasien berhasil dilepas dari ventilator dan menunjukkan perbaikan signifikan baik dari segi hemodinamik maupun laboratorium. Kondisinya kini sadar dan terus mengalami pemulihan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keberhasilan penyelamatan nyawa pemuda ini menegaskan pentingnya sistem Siaga Merah dalam penanganan trauma berat di rumah sakit. Prosedur ini memotong birokrasi dan waktu tunggu yang biasanya menjadi kendala kritis dalam kasus cedera parah, sehingga pasien mendapatkan operasi darurat secepat mungkin.
Kasus ini juga menggarisbawahi perlunya koordinasi lintas departemen yang solid dalam situasi gawat darurat. Kolaborasi antara bedah umum, anestesi, hematologi, dan spesialis lainnya menjadi kunci agar penanganan komprehensif dapat dilakukan secara simultan, meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Ke depan, rumah sakit dan fasilitas kesehatan lain di Indonesia dan Asia Tenggara dapat mengambil pelajaran dari sistem Siaga Merah ini untuk mempercepat respons medis pada kasus trauma lalu lintas yang semakin meningkat. Masyarakat juga diingatkan untuk selalu waspada dan mematuhi aturan berkendara demi mengurangi risiko kecelakaan berat.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, kunjungi sumber asli berita ini di Vietnam.vn serta berita medis terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0