Harga Emas dan Perak Melonjak ke Rekor Dua Minggu, Apa Penyebabnya?

Jul 23, 2026 - 12:01
 0  2
Harga Emas dan Perak Melonjak ke Rekor Dua Minggu, Apa Penyebabnya?

Harga emas dan perak melambung tinggi hingga mencatat rekor tertinggi dalam dua minggu terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh melemahnya dolar AS dan aksi beli teknikal yang kuat di tengah ketidakpastian global dan dinamika pasar keuangan internasional.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Emas Didukung Pelemahan Dolar AS dan Ketegangan Timur Tengah

Menurut data Refinitiv, harga emas pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026, ditutup di posisi US$ 1.412,35 per troy ons, naik sebesar 1,3% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini memperpanjang tren positif emas dengan akumulasi penguatan sebesar 3,06% dalam dua hari berturut-turut.

Harga penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sejak 6 Juli 2026, menandai momentum positif bagi logam mulia ini. Pada hari Kamis pagi (23/7), harga emas sedikit melemah sebesar 0,25% menjadi US$ 1.411,01 per troy ons.

Analis Senior FXTM, Lukman Otunuga, menjelaskan bahwa pelemahan dolar AS menjadi pendorong utama kenaikan emas, karena dolar yang lemah membuat emas lebih menarik sebagai aset lindung nilai. Selain itu, aksi beli ketika harga emas terkoreksi juga meningkatkan optimisme pelaku pasar.

"Harga emas melonjak tajam didorong oleh pelemahan dolar AS serta aksi beli saat harga terkoreksi yang kembali membangkitkan optimisme pelaku pasar," ujar Lukman Otunuga, dikutip dari Reuters.

Namun, Lukman juga mengingatkan potensi pembatasan kenaikan emas akibat harga minyak yang naik lebih dari 3%, yang dapat memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi bertahan lebih lama.

Ketegangan Geopolitik dan Dampaknya pada Pasar Komoditas

Selain faktor teknikal, ketegangan di Timur Tengah turut menjadi sorotan investor. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa Washington masih membuka peluang negosiasi dengan Iran, meski menilai pihak Teheran kurang serius dalam perundingan.

Ketegangan yang meningkat ini membuat empat kapal tanker minyak Saudi yang menuju Asia memutar arah di Laut Merah setelah mendapat ancaman dari kelompok Houthi. Gangguan pasokan minyak dari Teluk Persia ini menyebabkan harga minyak melonjak tajam, menimbulkan kekhawatiran inflasi global dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi dari Federal Reserve.

Kondisi ini biasanya kurang menguntungkan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga kenaikannya bisa terbatas oleh dinamika tersebut.

Perak Terbang Tinggi, Memperpanjang Tren Kenaikan

Tak hanya emas, harga perak juga mencatat kenaikan signifikan. Pada perdagangan Rabu (22/7/2026), harga perak ditutup di posisi US$ 59,75 per troy ons, naik 1,6%. Ini memperpanjang tren kenaikan selama empat hari berturut-turut dengan akumulasi 7,66%.

Namun, pada Kamis pagi, harga perak melemah tipis sebesar 0,43% ke US$ 59,45 per troy ons.

Prospek Kebijakan Suku Bunga The Fed

Jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa The Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunga sepanjang sisa tahun 2026. Namun, pasar memperkirakan peluang sekitar 76% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September mendatang. Rapat FOMC pekan depan akan menjadi momen penting untuk menentukan arah kebijakan moneter selanjutnya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga emas dan perak saat ini mencerminkan ketidakpastian yang masih membayangi pasar global, terutama terkait geopolitik dan kebijakan moneter AS. Pelemahan dolar AS menjadi katalis utama, namun tekanan dari harga minyak yang terus naik bisa menjadi penghambat kenaikan harga logam mulia jika ekspektasi suku bunga tinggi berlanjut.

Investor perlu memperhatikan dinamika rapat The Fed dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang dapat mengubah sentimen pasar secara signifikan. Harga emas dan perak dapat terus bergerak volatil, menjadi aset lindung nilai penting di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ke depan, penguatan harga logam mulia ini juga berpotensi berdampak pada sektor industri dan investasi, termasuk portofolio investasi ritel dan institusi. Oleh karena itu, pemantauan terus-menerus terhadap faktor fundamental dan teknikal sangat krusial.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat mengunjungi sumber artikel asli di CNBC Indonesia dan laporan kebijakan moneter The Fed di media resmi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad