Pakar Sebut Serangan AS ke Pulau Kharg Iran Tanda Keputusasaan Trump

Mar 14, 2026 - 16:50
 0  5
Pakar Sebut Serangan AS ke Pulau Kharg Iran Tanda Keputusasaan Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai menunjukkan keputusasaan dalam menghadapi Iran usai melakukan serangan udara ke Pulau Kharg, pusat ekspor minyak mentah Iran. Hal ini dikemukakan oleh Profesor ilmu politik dari Universitas Chicago, Robert Pope, yang menilai tindakan Trump sebagai upaya untuk mengendalikan situasi yang semakin tidak terkendali.

Ad
Ad

Serangan AS di Pulau Kharg dan Dampaknya

Pulau Kharg merupakan lokasi vital bagi Iran karena memproses sekitar 90 persen dari total ekspor minyak mentah Iran dan menangani sekitar 950 juta barel minyak setiap tahunnya. Serangan AS yang terjadi pada Jumat lalu menimbulkan lebih dari 15 ledakan besar dan menimbulkan asap hitam di kawasan tersebut.

Trump melalui akun Truth Social menyatakan serangan tersebut sebagai "salah satu serangan bom paling dahsyat dalam sejarah Timur Tengah" yang menghancurkan target-target militer di Pulau Kharg, yang dia sebut sebagai "permata mahkota Iran". Tujuan lain yang dikabarkan adalah menjadikan pulau tersebut sebagai sandera dalam konteks Iran yang menutup Selat Hormuz.

Penilaian Pakar: Taktik Trump Gagal Capai Tujuan Strategis

Profesor Robert Pope mengungkapkan bahwa meskipun serangan ini bisa dibilang berhasil secara taktis, secara strategis AS justru mengalami kegagalan. Ia menjelaskan kepada Al Jazeera bahwa Trump berusaha mendapatkan kembali kendali situasi yang terus memburuk, namun upaya itu tidak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

"Sulit untuk memahami pikiran siapa pun, apalagi pikiran Donald Trump. Tetapi saya pikir apa yang dia coba lakukan adalah mendapat kembali kendali atas situasi ketika dia kehilangan kendali dari jam ke jam, hari demi hari," ujar Pope.

Pope juga menambahkan bahwa rencana awal AS adalah melumpuhkan Iran dalam beberapa hari, termasuk meruntuhkan rezim ulama dan menghancurkan program nuklir serta rudal balistik mereka, namun semua tujuan tersebut tidak tercapai secara sempurna.

Reaksi Iran dan Kepemimpinan yang Kuat

Meski AS dan sekutunya, Israel, melancarkan serangan yang menewaskan beberapa pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Iran tetap menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan mekanisme penerus kepemimpinan yang jelas. Setelah wafatnya Khamenei, Iran membentuk dewan pemerintahan sementara dan telah memilih Mojtaba Khamenei, anak dari Ayatollah, sebagai pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam tersebut.

  • Majelis Pakar, yang beranggotakan 88 orang, mengadakan pemilihan pengganti Khamenei.
  • Dewan Penjaga telah menyaring calon-calon pemimpin tersebut secara ketat.
  • Mojtaba Khamenei dipilih untuk melanjutkan perlawanan dan kepemimpinan ayahnya.

Implikasi dan Prospek ke Depan

Pope memperkirakan jika marinir AS mengambil alih Pulau Kharg untuk menguasai minyaknya, biaya yang dikeluarkan akan lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. Selain itu, penguasaan lebih banyak minyak dari pasar justru dapat mengurangi pasokan dan meningkatkan harga minyak dunia, yang berpotensi membebani ekonomi global.

"Secara strategis, ini tidak terlihat seperti kemenangan. Justru sebaliknya. Tampaknya mereka akan mengambil lebih banyak minyak dari pasar, yang mengurangi pasokan dan menaikkan harga," jelas Pope.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan AS di Pulau Kharg bukan hanya tindakan militer biasa, melainkan cerminan dari tekanan politik dan kegamangan strategis yang dialami pemerintahan Trump dalam menghadapi Iran. Upaya untuk menguasai aset vital Iran menunjukkan bahwa AS telah kehilangan kendali atas dinamika kawasan, sehingga memilih langkah-langkah yang bersifat reaktif dan berisiko tinggi.

Selain itu, keberhasilan Iran dalam mempertahankan struktur kepemimpinan dan kesiapan pengganti Khamenei menunjukkan bahwa rezim Iran tidak mudah digoyahkan oleh tekanan militer dan sanksi. Hal ini memperkuat prediksi bahwa konflik antara AS dan Iran akan terus berlanjut dengan eskalasi yang mungkin lebih kompleks dan berbahaya.

Kedepannya, penting untuk mengamati bagaimana respons Iran terhadap serangan ini dan strategi AS selanjutnya, apakah akan fokus pada negosiasi diplomatik atau melanjutkan tekanan militer. Masyarakat internasional juga perlu waspada terhadap potensi gangguan pasokan minyak global yang dapat berdampak luas pada ekonomi dunia.

Dengan situasi yang semakin dinamis ini, pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan terbaru agar mendapatkan gambaran lengkap tentang konflik yang memiliki implikasi besar bagi keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah maupun dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad