Purbaya Bantah Rupiah Hancur Imbas Perang, Ungkap Data Kuat ke Prabowo

Mar 14, 2026 - 20:40
 0  4
Purbaya Bantah Rupiah Hancur Imbas Perang, Ungkap Data Kuat ke Prabowo

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tidak hancur akibat konflik perang di Timur Tengah. Dalam paparan resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, Purbaya menyampaikan bahwa pelemahan rupiah selama perang terbilang relatif kecil dan menunjukkan ketahanan ekonomi Indonesia yang kuat.

Ad
Ad

Data Historis Tunjukkan Ketahanan Rupiah

Menurut Purbaya, jika dilihat dari data historis, setiap kali terjadi perang, rupiah hanya mengalami depresiasi sekitar 0,3%. Angka ini menunjukkan bahwa guncangan global yang melanda tidak berdampak signifikan terhadap nilai tukar rupiah. Hal ini disampaikan Purbaya dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

"Kalau kita lihat dinamika global memang gonjang-ganjing mengganggu semuanya. Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, itu setiap perang rupiah hanya terdepresi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahanan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang yang nggak punya duit kali Pak yang jelek-jelekin," ujar Purbaya.

Indikator Risiko Negara Masih Stabil

Purbaya juga menegaskan bahwa persepsi rupiah hancur tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Para pelaku pasar yang benar-benar menanamkan modal justru masih memperlihatkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari beberapa indikator risiko negara:

  • Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun masih relatif stabil.
  • Spread Surat Berharga Negara (SBN) terhadap US Treasury hanya mengalami kenaikan sangat kecil, dari 240 basis poin pada Januari 2025 menjadi 243 basis poin saat ini.

"Artinya asing masih percaya ke kita. Yang domestik aja nggak percaya Pak. Terus kalau kita lihat, ya bukan domestik aja. Pengamat domestik yang nggak percaya," jelas Purbaya.

Arus Modal Masih Menunjukkan Kepercayaan Investor

Data arus modal pun menunjukkan sinyal positif. Pada bulan Maret 2026, meskipun terjadi outflow Surat Berharga Negara sekitar Rp 0,7 triliun, namun terdapat inflow ke instrumen Savings Receipt Bank Indonesia (SRBI) sekitar Rp 2,2 triliun serta inflow di pasar saham juga sekitar Rp 2,2 triliun.

"Jadi setelah goncang-goncang-goncang, di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini Pak. Artinya mereka percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor-investor yang asli seperti ini Pak, karena mereka taruh uang," tutup Purbaya.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan gambaran yang menenangkan di tengah kekhawatiran pasar global akibat perang di Timur Tengah. Ketahanan rupiah yang hanya terdepresiasi tipis dan indikator risiko negara yang tetap stabil menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dipercaya oleh investor, baik domestik maupun asing.

Namun, penting untuk diingat bahwa sentimen pasar bisa berubah cepat jika konflik berkepanjangan atau meluas. Oleh karena itu, pemerintah perlu terus menjaga stabilitas makroekonomi dan komunikasi yang transparan agar kepercayaan investor tetap terjaga. Selanjutnya, masyarakat dan pelaku pasar harus mewaspadai potensi risiko eksternal yang mungkin muncul dan tetap memantau perkembangan ekonomi secara seksama.

Kita juga harus mencermati dinamika arus modal yang fluktuatif sebagai cerminan sentimen investor. Ke depan, stabilitas rupiah menjadi kunci agar Indonesia dapat melanjutkan perkembangan ekonomi yang berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif dari guncangan global.

Dengan demikian, data-data yang disampaikan Purbaya bukan hanya membantah klaim negatif, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kepercayaan pasar dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad